0
Benarkah Jeffrey Pagawak berada di balik sejumlah kasus kriminal di wilayah Melanesia?
Gambar: Jeffrey Pagawak alias Jeffrey Bomanak (kanan berwarna) yang sering klaim diri sebagai ketua OPM tersebut telah diberi julukan sebagai Ketua ‘Otak Perampok Melanesia disingkat (OPM)’, ‘Organisasi Persatuan Mafia (OPM)’ dan ‘Otak Pemerkosa Melanesia (OPM) setelah dikabarkan terbukti mendalangi sejumlah kasus kriminal di wilayah Melanesia.

No. 1 PAPUA Merdeka News
|
Portal 

BUKA, Bougenville | Perampokan terhadap dua orang pejuang Papua Merdeka yakni Sebby Sambom dan Anton Gobay di Bougenville pada Januari 2021 yang konon katanya dilakukan oleh orang West Papua, kini terungkap nama Jeffrey Pagawak. 

Sebelumnya korban atas nama Sebby Sambom kepada media mengatakan dirinya telah mengetahui aktor peristiwa perampokan itu “Niat jahat ini telah ketahuan, karena dalam kelompok perampok itu ada orang yang saya sendiri kenal,” kata Sebby, Selasa (2/02). 

Beredar kabar terbaru edisi 1 Maret 2021 di sejumlah media dikatakan bahwa, dalang yang ‘konon katanya orang West Papua’ dalam peristiwa perampokan terhadap Sebby dan Anton tersebut adalah Jeffrey Pagawak. Dalam kabar tersebut Jeffry diberi julukan sebagai ‘Ketua Otak Perampok Melanesia disingkat (OPM)’, bermukim di negara Papua New Guinea (PNG). 

Selain perampokan terhadap Sebby Sambom pada tanggal 13 Januari 2021 dan Anton Gobay pada tanggal 28 Januari 2021, Jeffrey Pagawak alias Bomanak yang sering mengklaim diri sebagai ketua Organisasi Papua Merdeka itu juga disebut sebagai mafia kriminal yang mendalangi sejumlah kasus kriminal lainnya di wilayah Melanesia. 

“Jeffrey Pagawak sendiri memiliki record buruk kepada orang Papua lainya yaitu: Ketua OPM ini merampok Benny Wenda 2013 di Port Moresby [Ibukota PNG] dan Markus Haluk juga di Port Moresby [tahun] 2015.” 

“Selain aktivitas perampokan terhadap beberapa pimpinan perjuangan Papua Merdeka, Jeffrey Pagawak juga merampok anak perempuan asal Timika dari Port Moresby, Jeffry kawin anak pengungsian di PNG ini mengawini tanpa pernikahan resmi yang [akibatnya] membuat orang tua dari anak perempuan ini sangat stres sepanjang hidup.” ungkap kabar tersebut. 

Dalam kabar edisi 1 Maret itu juga dikatakan, di akhir tahun 2020, Jeffrey Pagawak dan Jhon Paul anak bungsu dari Willem Songgonau juga menjual aset pengunsian West Papua di Port Moresby. Mereka menjualkan kompleks orang West Papua kepada salah satu pengusaha asal Papua New Guinea dengan harga 1 M (miliar) atau jika dirupiahkan sekitar Rp. 4.000.000.000,- (4 miliar). Mendengar hal itu, orang-orang tua asal Papua (West Papua) yang menghinap tempat itu kaget dan memarahi keduanya pelaku. 

Kemarahan orang-orang tua West Papua itu kemudian membuat dua orang senior Organisasi Papua Merdeka di Papua New Guinea (PNG) Mr. Constantinopel Ruhukail dan Almarhum Fred Mambrasar mengajukan kasus tersebut ke ranah hukum PNG untuk diproses, hingga akhirnya Jeffrey Pagawak melarikan diri ke Bougainville. Di sana Ia mengawini istri orang. 

Jeffry yang diberi julukan ketua ‘Otak Perampok Melanesia disingkat (OPM)’ dan ‘Organisasi Persatuan Mafia (OPM)’ ini juga sempat viral di media sosial karena kedapatan berpose dengan wanita di sebuah kamar tidur. Selain itu, dalam kabar yang beredar, Jeffry juga disebutkan mempertontonkan alat vital nya kepada perempuan Melanesia via telepon private, itulah sebabnya Jeffry juga diberi julukan sebagai Ketua ‘Otak Pemerkosa Melanesia (OPM). 

Dalam postingan pribadi salah satu korban perampokan Anton Gobai mengatakan, “sedih atas cara-cara yang kasar itu”. Menurutnya bila ada dugaan bedah pendapat solusinya adalah duduk dan diskusi bersama demi menjaga agenda perjuangan Papua Merdeka. Namun cara yang digunakan Tuan Jeffrey Pagawak yang memaksakan Saya bertanda tangan meminta maaf kepada OPM setelah merampok Saya. Cara ini sangat persis dengan cara Indonesia memaksakan rakyat Papua dengan memberi sedikit makanan serta minuman lalu memaksa diambil gambar dan video sambil mengatakan mendukung Otsus dilanjutkan dan pemekarang DOB (Daerah Otonomi Baru).


Dalam kesaksian korban Anton Gobay mengatakan “Perampok itu memegan senjata dan pisau, mereka [hampir] memotong tangan Saya maka Saya sudah pastikan Ketua OPM dan kelompoknya mendapatkan sogokan dari pihak tertentu [untuk melakukan itu]. Saya telah menemukan pesan rahasia Jeffrey Pagawak tentang rencana pembunuhan terhadap Saya. Bila menyangkal tulisan Saya ini maka Saya akan publikasikan semua isi kata dan kalimat Jeffrey Pagawak” kata Anton. 

Anton menambahkan, sebenarnya kami Organisasi Papua Merdeka (OPM) masih belum melakukan Kongres untuk mengangkat dan menetapkan pemimpin tertinggi (TPN-OPM). “Wilayah Meepago masih di rel yang orang tua sudah memulai berjuang. Yang mengklaim sebagai Ketua OPM [sesungguhnya] adalah (Organisasi Perampok Melanesia) bukan Organisasi Papua Merdeka” tegas Anton Gobay. 

Kata Anton, selengkapnya akan disusul dengan data yang telah diperolehnya.


Posted by: Admin
Copyright ©©tabloid-wani.com | Melanesia Family"sumber" 
Hubungi kami di E-Mail ✉: tabloid.wani@gmail.com

Post a comment

 
Top
banner