1
Apakah Sebby Sambom termasuk “bagian dari kelompok perampok” hingga enggan menyebut nama dalangnya?
FOTO: Korban peristiwa perampokan Anton Gobay (kiri) dan Sebby Sambom (kanan).

No. 1 PAPUA Merdeka News
|
Portal 

BUKA, Bougenville | Belum lama ini (2/02), beredar sebuah berita yang cukup aneh dan mengherankan datang dari kalangan pejuangan Papua Merdeka di Bougenville, dimana seorang pejuang kemerdekaan West Papua yakni Sebby Sambom dikabarkan dirampok uang uang tunainya sebesar PGK 44.500 atau senilai Rp 177.862.198,58 termasuk tas laptop, tas ransel yang berisi semua document TPNPB oleh kelompok kriminal di Bougenville.

Dikutip Suara.com, kronologi perampokan terjadi pada 13 Januari 2021, dimana pelakunya adalah orang asli Papua yang memerintahkan orang lokal setempat (Bougenville) untuk merampok barang milik Sebby, namun setelah 10 hari kemudian, tas laptop, tas ransel yang berisi semua document telah dikembalikan namun tidak dengan uang tunai yang dirampok.

Menurut keterangan Sebby Sambom, dirinya telah mengetahui pelakunya yang adalah orang asli Papua tanpa menyebutkan nama “Tetapi niat jahat ini telah ketahuan, karena dalam kelompok perampok itu ada orang yang saya sendiri kenal,” ungkap Sebby, dilansir Seputar Papua (2/02).

Tidak lama dua minggu kemudian pada tanggal 28 Januari 2021, tabloid-wani.com mendapatkan kabar langsung bahwa salah satu pejuangan kemerdekaan utusan TPN-OPM wilayah Meepago, Anton Gobay dikabarkan dirampok oleh kelompok yang sama dengan uang tunai sebesar PGK 43.000 atau setara Rp 171.230.787,32 dan termasuk juga emas murni 183 gram, gaharu 1/2 kilo, lisensi pesawat, ATM dan sejumlah surat penting lainnya dirampok dengan tas yang dibawa korban. Dalam peristiwa ini, tangan korban hampir dipotong oleh para pelaku.

“Setelah rampok Tuan Sebby, saya Anton Gobay juga di rampok di Kota yang sama. Terlihat [peristiwa] kriminal ini dalam sebuah plan [rencana] terstruktur.”

“Semua barang-barang saya di rampok dan tangan saya [hampir] di potong [dengan] parang demi merebut tas saya.”

“Saya berharap Tuan Sebby Sambom [yang katanya telah mengetahui pelaku orang asli Papua tersebut] dapat mengungkapkan nama pendalang perampokan. Sebutkan saja namanya, entah dia adalah teman, keluarga, atau seideologi, bagi saya dia adalah penghianat.” kata Anton saat dikonfirmasi, (6/02).

Dirinya masih menunggu pengungkapan pelaku pendalang rentetan peristiwa kriminal yang terindentifikasi tersebut. Menurut Anton, bila tidak ingin dipublikasikan nama dalang pelakunya, Ia berharap cukup diberitahu melalui pesan pribadi. 

Hingga saat ini pascah kejadian tersebur, di benak Anton masih muncul banyak pertanyaan, salah satunya: Apa hubungannya antara korban dan pelaku hingga bisa menyebut nama pendalang saat pengembalian barang milik Sebby? Menurutnya dari pertanyaan tersebut, kemungkinan besar tasnya akan dikembalikan.

Hingga sekarang (7/02), Sebby Sambom masih menyembuyikan identitas dalang peristiwa kriminal ini.

Pada hari ini, Minggu 7 Februari 2021 korban perampokan Anton Gobay secara terbuka melayangkan lima (5) pertayaan melalui akun facebook pribadinya @Anton Gobay sebagai berikut:

Saya punya lima pertanyaan, bahwa berita perampokan terhadap Sebby Sambom sangat tidak lengkap. Setelah saya selidiki peliputan berita demi berita, perampokan barang milik tuan Sebby Sambom tidak membuktikan fakta.
  1. Tak jelas anggal kejadian tentang perampokan terhadap tuan Sebby: tanggal kejadian menurut media masing-masing berbeda, ada yang ditulis tanggal (13/01/2021) ada juga (22/01/2021) dan media lain sebut (26/01/2021).
  2. Tak jelas tempat kejadian, dimana peristiwa perampokan terhadap Sebby itu terjadi? Bila di Kota Arawa, kota itu sangat kecil, masyarakat setempat belum mendengar kabar perampokan terhadap Sebby selain Saya. Kalau benar terjadi di Arawa, sebutlah nama Guest house dalam berita agar saya pergi untuk memastikan kebenaran tentang peristiwa itu!
  3. Tanggal kejadian perampokan yang diberitakan Sebagian besar media adalah 13 januari 2021. Anehnya, mengapa rilis berita dikeluarkan setelah Saya [Anton Gobay] di rampok pada tanggal 26 Januari 2021?
  4. Jumlah uang Sebby yang dirampok tak jelas. Apakah PGK 15.000, atau PGK 44.000?
  5. Tuan Sebby Sambom adalah korban kriminal. Pengakuan Sebby, perampokan dilakukan atas dikte orang Papua [West Papua] berarti Sebby sudah tahu pelakunya. Media lain menyebut pendalang adalah orang asli Papua saat mengembalikan Laptob dan HP milik Sebby yang di rampok.  Apa hubungan perampok dan korban hingga mengembalikan Laptop dan HP yang di rampok? Apa hubungan pendalang perampokan dan Sebby hingga Tidak Berani menyebut namanya di publik?
Untuk sementara saya layangkan 5 pertanyaan ini kepada Tuan Sebby sambom. Beberapa pertanyaan, saksi, bukti dll akan menyusul.

Sebagai catatan, Anton sampaikan:
  • Segera uang pelaku perampokan terhadap kita bersama itu, kembalikan tas saya dengan semua barang saya yang terisi dalam tas yang dirampok.
  • HP dan Laptop milik Sebby sudah kembalikan, sedangkan tas saya belum dikembalikan sampai sekarang, maka harap segera dikembalikan.
  • Saya tunggu dalam waktu 1 – 4 hari kedepan segerah kembalikan tas saya.

Posted by: Admin
Copyright ©tabloid-wani.com via Anton Gobay "sumber" 
Hubungi kami di E-Mail ✉: tabloid.wani@gmail.com

Post a comment

 
Top
banner