0
Pameran Dagang Indonesia di Auckland, Warga New Zealand Protes
Aksi Protes untuk West Papua dalam Pameran Pasifik Indonesia di Auckland (Foto: RNZ Pacific / Mackenzie Smith)
Aukland, NZ -- Belasan orang termasuk anggota parlemen Selandia Baru, Marama Davidson berkumpul di Auckland untuk memprotes Pacific Exposition, event yang mempertemukan puluhan pejabat pemerintah di kawasan Pasifik.

Event ini menurut Marama Davidsosn adalah upaya terbaru Indonesia untuk memenangkan dukungan di Pasifik dan membuka hubungan perdagangan di kawasan ini.
Pemrotes dan mantan anggota parlemen Catherine Delahunty mengatakan event ini merupakan penghinaan bagi rakyat Papua.

“Kami di sini hari ini karena pemerintah Indonesia telah menetapkan apa yang disebut Eksposisi Pasifik ini untuk membenarkan status mereka yang sesungguhnya tidak ada [di kawasan Pasifik],” kata Delahunty, Jumat (12/7/2019).

Indonesia, menurut Delahaunty "berusaha untuk membenarkan apa yang mereka lakukan di Papua dengan langkah diplomasi yang menjadikan mereka bagian dari Pasifik, tetapi pada kenyataannya mereka adalah tetangga yang buruk bagi Papua,” katanya.

Pacific Exposition ini menurut Kedutaan Besar RI di Wellington dihadiri oleh lima Provinsi Indonesia Timur yang mewakili Indonesia bersama 19 negara Pasifik lainnya.

“Kelima Provinsi tersebut yakni Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur, sudah menunjukkan partisipasi aktif dalam membuka akses pasar ke Pasifik dengan hadir dalam kegiatan Pacific Exposition 2019 sebagai wakil dari Indonesia,” ujar Duta Besar RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya.

(Baca ini: Lewat Expo, Indonesia Coba Rangkul Negara Pasifik di Tengah Konflik Papua)

Namun pemerintah Provinsi Papua menjelang hari pelaksanaan belum bisa memastikan keikutsertaannnya. Alasan yang disampaikan Pemerintah Provinsi Papua karena Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Papua tidak memiliki anggaran yang cukup untuk mengikuti acara Pemerintah RI itu. (*)

(Baca ini: ULMWP Menuntut Agar MSG Meninjau Status Indonesia)


Copyright ©Radio NZ | Jubi "sumber"
Hubungi kami di E-Mail ✉: [email protected]

Post a Comment

 
Top