0
Bupati Deiyai: Tidak Boleh ada Orang Mati Sia-sia
Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf A Rodja saat melakukan pertemuan dengan Bupati Deiyai, dan para tokoh yang ada di Deiyai, Sabtu (8/6). Cepos
Jayapura -- Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf A Rodja melakukan pertemuan dengan Bupati Deiyai dan para tokoh di Kabupaten Deiyai di Kantor Distrik Tigi, Sabtu (8/6). Pertemuan tersebut terkait insiden pada 21 Mei tahun 2019.

Dalam pertemuan dengan bupati dan para tokoh yang ada di Kabupaten Deiyai, Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf A Rodja meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat, yang sudah merasa tersakiti karena perlakuan dari anggotanya.

“Saya sudah sampaikan kepada anggota untuk memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, mulai dari sekarang Polisi harus melakukan pendekatan kepada masyarakat dengan humanis dan religius, membaur dengan masyarakat sehingga dapat terwujud keamanan, kenyamanan, ketentraman di Kabupaten Deiyai,” ucap Kapolda.

Baca ini: Kapolda Papua Beri Santunan 50 Juta Kepada Keluarga Korban Penembakan di Deiyai

Kedepan, Kapolda ingin bekerja sama dengan masyarakat setempat. Sebab, dari kerjasama yang baik ini akan mewujudkan Kabupaten Deiyai yang aman.

Sementara itu, terkait dengan Minuman Keras (Miras) dan judi. Kapolda sudah sampaikan kepada Wakil Bupati, minuman yang masuk ke Deiyai melalui jalan darat, bila ada minuman yang masuk harus ada kerjasama yang baik dengan semua Forkopimda untuk memusnahkan minuman keras yang masuk ke Kabupaten Deiyai.

“Judi dan miras membuat orang menjadi malas untuk melaksanakan hal yang lebih bermanfaat,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Deiyai Ateng Edowai meminta kepada Kapolda, bagi anggota Polisi atau TNI yang kedapatan mabuk agar dipindahkan dari Kabupaten Deiyai.

“Tempat perjudian, karaoke dan lain-lain akan saya batasi, saya akan melaksanakan pertemuan dengan Forkopimda untuk membahas hal ini, seluruh komponen masyarakat mendukung penuh yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Deiyai,” tegasnya.

Kedepan tidak boleh ada orang mati sia-sia baik dengan peluru maupun terkena panah, dan karakter dari masyarakat Deiyai memang berbicara keras, tapi tidak pernah melepas busur panah sembarangan, masyarakat harus sadar, TNI-Polri dan ASN juga harus sadar.

“Tugas mereka selama ini sudah baik, hanya kemarin akibat mabuk sehingga terjadi penembakan,” katanya. (fia/tri)


Copyright ©Cenderawasih Pos "sumber"
Hubungi kami di E-Mail ✉: [email protected]

Post a Comment

 
Top