0
Gubernur Lukas Enembe : Tidak Boleh Lagi Ada yang Tinggal di Kaki Gunung Cyclop
Gambar ilustrasi Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe dan Sentani.
Sentani -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua akan mengevaluasi bangunan di sekitaran kaki Gunung Cyclop pascabencana banjir bandang dan longsor yang menewaskan ratusan orang yang terjadi pada Sabtu (16/3/2019) malam lalu. Relokasi akan dilakukan jika bangunan berada di lereng perbukitan Gunung Cyclop.

“Jadi, ini saatnya mereka harus pindah. Semua harus pindah tidak ada satupun lagi yang tinggal disitu dan tidak boleh kita ganggu alam lagi. Relokasi akan kita lakukan kepada masyarakat yang tinggal di sekitaran kaki Gunung Cyclop,” ujar Gubernur Papua, Lukas Enembe, dengan nada tegas saat memberikan keterangan pers di Media Center di Posko Induk Tanggap Darurat Bencana Banjir Bandang Sentani, Lapangan Upacara Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Rabu (20/3/2019) kemarin siang.

Lukas Enembe melanjutkan, rekolasi ini di pandang perlu dilakukan karena bencana yang seperti ini sudah sering terjadi karena ada warga yang tinggal di kaki gunung dan melakukan aktivitas penebangan dan pembukaan lahan.

(Baca ini: Hari Kelima Banjir Bandang Sentani, 102 Meninggal Dunia)

Menurutnya, tujuan dari relokasi warga ini adalah agar fungsi Gunung Cyclop yang adalah cagar alam di Papua bisa berfungsi dengan benar dan tidak menimbulkan masalah dan bencana alam seperti yang saat ini telah terjadi.

“Mereka akan direkolasi ke sepanjang jalan Jayapura-Wamena. Ya, mereka akan direlokasi ke sana,” tuturnya.

Lukas Enembe mengatakan, rencana relokasi ini sudah dibicarakan dengan Presiden RI Joko Widodo.

“Presiden sudah telepon saya dan status bencana ini sudah menjadi bencana provinsi, sehingga kita minta bantuan ke bapa presiden untuk relokasi warga yang tinggal disepanjang kaki gunung Cyclop,” paparnya.

Ketika ditanya wartawan soal kapan relokasi itu akan dilakukan, Lukas Enembe mengatakan bahwa proses relokasi itu akan dilakukan setelah masa tanggap darurat ini selesai.

“Nanti kita selesaikan apa yang ada saat ini dulu, baru kita bisa lakukan relokasi itu. Karena saat ini kita masih terus bekerja untuk mencari dan evakuasi korban yang hilang,” cetusnya.

Karena menurut Lukas, ini bukanlah hal yang sederhara. Dirinya juga mengaku bahwa banyak masyarakt yang enggan pindah dari kaki Gunung Cyclop dengan berbagai alasan.

“Tapi, kali tidak ada kompromi lagi. Suka tidak suka, mau tidak mau masyarakat harus pindah. Karena ini demi kebaikan kita bersama,” tandasnya.

(Baca ini: ULMWP Turut Berduka atas Korban Banjir di Sentani)


Copyright ©Lintas Papua "sumber"
Hubungi kami di E-Mail ✉: [email protected]

Post a Comment

 
Top
close