Mendagri Tjahjo Kumolo.
Jakarta -- Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyentil gaya para pejabat Papua yang selalu menghabiskan uang untuk menggunakan hotel dalam setiap rapat yang dilakukan.

Padahal menurut Tjahjo telah tersedia gedung kementerian manapun yang bisa digunakan untuk menggelar rapat yang membahas tentang kemajuan-kemajuan di Provinsi Papua.

“Kalau (pejabat) Papua biasanya kalau ke Jakarta konsultasi, rombongan. Selalu di Hotel Borobudur,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabag Protokol Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Papua, Gilbert Yakwar, ketika ditanya dirinya mengakui bahwa terdapat 12 pejabat Papua yang berangkat ke Jakarta dan menetap di Hotel Borobudur yang menggunakan uang Pemda.

“Ya kami yang fasilitasi dan anggaran dari pemda,” terang Gilbert.

Dalam catatannya, sebanyak 12 pejabat pemda yang berangkat ke Jakarta. Mulai dari Gubernur, Satuan Kerja Perangkat Daerah, beserta asistennya. Hanya saja, ia enggan menyebutkan berapa anggaran yang dipakai untuk pertemuan tersebut.

Ketika ditanya berapa hari mereka menetap di Jakarta, Gilbert menjawab dengan menyengir.

Terkait penganiayaan anggota KPK yang dilakukan oleh tim pejabat dari DPRD dan Provinsi Papua Mendagri Tjahjo Kumolo mengakui bahwa kepolisian telah mengamankan CCTV hotel dan menganalisa hasil visum untuk dijadikan sebagai barang bukti.

“Untuk perkembangan kasus dugaan penganiayaan pegawai KPK. Pertama, penyidik sudah memeriksa tiga sekuriti di TKP. Selain itu, penyidik sudah menyita CCTV hotel dan sedang kita bungkus untuk dikirim ke labfor,” kata Juru Bicara Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Argo mengatakan para pelaku akan dikenakan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan serta pasal 211 KUHP dan pasal 212 KUHP tentang melawan dan menghalangi tugas aparatur negara.


Copyright ©Harianpapua "sumber"
Hubungi kami di E-Mail 📧: [email protected]
 
Top
close