Pengantar

Sudah banyak korban jiwa, korban waktu, dan korban dana berjatuhan dalam upaya menyatukan kekuatan dalam perjuangan kemerdekaan West Papua. Banyak tokoh telah mengupayakan penyatuan kekuatan, mulai dari tahun 1960-an.
“Ego” Masih Menjadi Alasan Utama Perpecahan Organisasi Kemerdekaan West Papua
Ular, ilustrasi iblis dalam gerakan perjuangan Papua Merdeka.
Sampai tahun 2019 ini, sebagian besar Orang Asli Papua (OAP) telah berlegah hati, bahwa sejak tahun 2014, kekuatan politik telah menyatu. Semua organisasi politik perjuangan Papua Meredka telah menyatu sejak pembentukan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) 7 Desember 2014.

OPM Asli vs OPM Palsu

Akan tetapi sejak tahun 2017, sejak pergantian Ketua Eksekutlif ULMWP dari Ketua Sdr. Octovianus Mote oleh Sdr. Benny Wenda, sudah terjadi kecelakaan politik, yaitu Octo Mote menyatakan diri menentang pengangkatan Benny Wenda. Gerakan ini didukung oleh Leonie Tanggahma, anak perempuan dari salah satu diplomat OPM, Ben Tanggahkan, Duta Besar Pertama OPM yang dulu berbasis di Senegal.

(Simak ini: Revolusi West Papua Merdeka: Antara Proses dan Pendekatan untuk Pembebasan Bangsa Papua)

Sejak kedua tokoh West Papua (Octo dan Leoni) ini (mereka bukan tokoh OPM, tetapi simpatisan OPM karena mereka tidak pernah disumpah secara organisai untuk menjadi anggota OPM seperti yang berlaku sebagai organisasi politik), mereka mencetuskan gagasan “OPM Asli” vs “OPM Palsu”, dengan menyatakan mereka berdua memimpin “OPM Asli” menentang “OPM Palsu” yang kini dipimpin Benny Wenda.

Banyak isu lain berhamburan kiri-kanan. Bahkan sampai saling mengancam untuk saling membunuh sudah berserakan di media sosial dan situs web.

Di antara kedua tokoh ini, ada tokoh lain yang menamakan dirinya sebagai petinggi, jurubicara, pemimpin dari OPM ataupun TPN/OPM bermunculan di mana-mana.

Kemunculan mereka secara terus-menerus menyerang ULMWP.

Yang terjadi OAP menyerang OAP, atas nama OPM Asli dan OPM Palsu. Yang terjadi Papua Merdeka menjadi nomor dua, OPM Asli dan OPM Palsu menjadi bola panas yang terus bergulir di sana-sini, di kalangan OAP, bukan hanya di West Papua, tetapi di seluruh New Guinea, bahkan ke seluruh Melanesia.

Masing-masing tokoh OPM Asli dan OPM Palsu menyebut dirinya tokoh yang benar, dan selama-lamanya menyalahkan yang lain.

Mental Budak Memenuhi Syarat Dijajah

Yang menjadi persoalan ialah OAP di seluruh dunia. Orang Papua ini sudah lama ditipu.
  • Pertama-tama ia ditipu oleh diri-nya sendiri. Ke-Papua-an dirinya sudah tertipu: Apakah OAP itu berbangsa Indonesia atau berbangsa Papua atau berbangsa West Papua? Masih banyak yang salah ketik: bangsa Papua, bangsa Indonesia, bangsa West Papua.
  • Kedua itu ditipu karena OAP memang memenuhi syarat untuk dijajah. Salah satu buktinya ia dengan mudah terpengaruh oleh isu-isu apa saja, dan ia tidak akan pernah berpikir rasional. Emosi menjadi nomor satu, rasio dihapuskan sama sekali. Semua manusia emosional di dunia ialah bangsa yang memenuhi syarat dijajah.
  • Ketiga, karena ego pribadi dan ego kelompok. Ada orang “Mee”, “Lani”, “Yali” akan mendukung sesama suku-nya, biarpun sesamanya itu salah. Ada orang OPM Asli yang akan mendukung temannya OPM Asli yang lain, walaupun temannya itu salah kata, salah perbuatan dan salah sasaran. Ada orang pendukung ULMWP yang selalu menganggap orang-orang OPM Asli sebagai penghianat dan dimanfaatkan oleh NKRI.

Masalahnya apa?

Kalau kita gali ke dalam lagi, “ego” itu tidak sekedar suku, asli dan palsu, tetapi lebih pribadi. Ia bermula dari sejarah perjalanan masing-masing individu / tokoh West Papua.

Telah kita bicara riwayat Prai - Roemkorem, yang perpedahan mereka bermula dari masalah pribadi sekali. Masalah “pribadi” yang sama pula masih mewarnai “cek-cok” Asli-Palsu dan ancam-mengancam yang terjadi di antara pejuang Papua Merdeka.

Baca ini:
  1. Mari Bergumul: ULMWP, OPM, OPM Asli dan Pemilihan Ketua ULMWP
  2. Setelah Ego-isme Pribadi, Penyakit Terbesar Kedua ialah “Curiga-Mencurigai” antara Sesama Pejuang
Hari ini, OPM Asli vs OPM Palsu, pejuang murni, pejuang tipu, dialog vs referendum, PNWP vs KNPB, OPM vs ULMWP, TRWP vs TPN PB, WPRA vs TPN/OPM, semua ini terjadi hanya karena satu penyakit.

Penyakit itu namanya
E G O
Ada satu buku berjudul “Ego is My Enemy” oleh Ryan Holiday perlu kita baca. Kalau sulit, baca saja Kitab Suci Agama Kristen, Injil Yonanes 3:16, yang intinya menyatakan,
K A S I H
yang buktinya rela mengorbankan apapun, status, tahta, kemuliaan, sampai nyawa-pun rela dikorbankan, seperti yang dilakukan Yesus, Sang Panglima Mahatinggi Komando Revolusi Sepanjang Masa! | (Baca ini: Benny Wenda: TRWP, TPNPB, TPN OPM Sudah Bersatu!)

Sekarang para pemimpin ULMWP, OPM, TPN/OPM, TRWP, DeMMAK, PNWP, KNPB, WPNCL, TPN PB, TPN.OPM PB, atau apa pun itu,
  • Apa masalah kita?
  • Siapa musuh kita?
Kapan kita matikan ego kita demi kepentingan Papua Merdeka?

Kapan kita akhiri perilaku “ke-kanak-kanak-an” atas nama Papua Merdeka padahal kita sebenarnya sedang memberi makan, memupuk dan mengembangbiakkan “EGO PRIBADI” dan “EGO KELOMPOK” kita sendiri?

“Tuhan Yesus, Engkau telah memberikan pelajaran mulia bagi kami semua, untuk mengasihi sesama, untuk mengampuni sesama, untuk menyelamatkan sesama.

Tuhan Yesus, Engkau telah mengajarkan kepada kami untuk menyebarkan virus-virus kebajikan, kebenaran dan kebersamaan.

(Baca ini: Yesus Matikan Ego-Nya & Tingalkan Tahta-Nya Dulu Baru Menang Atas Maut!)

Oleh karena itu, saya percaya, dalam Nama Yesus, bahwa perpecahan, permusuhan, cek-cok, egoisme pribadi dan egoisme kelompok di dalam perjuangan Papua Merdeka ini ialah buah-buah Iblis, berasal dari Bapa segala pendusta.

Oleh karena itu, Dalam Nama Yesus aku berdoa, terkutuklah egoisme pribadi, terkutuklah egoisme kelompok, terkutuklah kebencian kepada sesama OAP, terkutuklah saling curiga di antara OAP dan tokoh West Papua, terkutuklah ketidakharmonisan dalam perjuangan Papua Merdeka yang disebabkan Iblis dan antek-anteknya.

____________
INGAT, *ini merupakan tanggung jawab kita bersama*

#Penyakit #Ego #Egoisme


Posted by: Admin
Copyright ©Yikwanak Kole (fb note) "sumber"
Hubungi kami di E-Mail ✉: [email protected]
 
Top