Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survey dan Konsultan Kementerian BUMN dan Direktur PT. Telkom saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR-RI. (Foto Istimewa)
Jayapura -- Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Steven Abraham menilai, tarif kebutuhan telekomunikasi untuk operator Telkomsel di Papua terlalu mahal.

“Coba dilihat penggunaan Indihome di Pulau Jawa dengan di Papua, itu harganya tak jauh beda. Tapi mengapa tarif harga telpon operator Telkomsel lebih mahal di Papua, bahkan bisa capai 200 persen,” ungkap Steven kepada KabarPapua.co melalui telepon selulernya.

Dijelaskan Steven, pada Selasa, 8 Januari 2019, Komisi VI DPR-RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survey dan Konsultan Kementerian BUMN dan Direktur PT. Telkom Indonesia di ruang rapat Komisi VI, Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta.

“Saya sampaikan dalam rapat itu, bahwa kami tahu Telkomsel ini sudah masuk sampai ke pelosok Papua. Tapi masalahnya di Papua, kita jadi anak tiri. Sebab harga yang ada di Papua dengan di Jawa jauh sekali perbedaannya,” ungkap Steven, politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini.

Menurut Steven, tarif yang diberlakukan di Papua berbeda jauh dengan tarif Telkomsel yang ada di Pulau Jawa. Untuk itu, dia meminta PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom), untuk menyeimbangkan tarif yang berlaku di Papua dengan di Pulau Jawa.

“Sebelum adanya fiber optik Papua, tarif untuk memenuhi kebutuhan telekomunikasi begitu mahal, itu kami maklumi. Tetapi kan sekarang fiber optik sudah masuk ke Papua, kok harga yang ditetapkan masih sama dengan yang dulu,” kata Steven dengan nada tanya.

Menurut Steven, di Papua yang pakai Telkomsel telepon satu menit menghabiskan Rp3000 sampai Rp4000. “Berbeda dengan tarif yang dikenanakan di Pulau Jawa,” kata politisi Gerindra dari Daerah Pemilihan (Dapil) Papua ini.

Dari hasil rapat dengar pendapat itu, kata Steven, PT Telkomsel berjanji akan menindaklanjuti tarif penggunaan untuk Papua. Jawabanya, nanti di pekan depan usai peninjauan itu dilakukan Telkomsel. “Kami minta setidaknya harus tarif samalah antara Jawa dan Papua,” ujar Steven.


Copyright ©Kabar Papua "sumber"
Hubungi kami di E-Mail 📧: [email protected]
 
Top