Menlu Gandeng Negara Pasifik Jaga Papua
Menlu Indonesia Retno Marsudi.
Jakarta -- Demi menjaga keutuhan bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia, Retno Marsudi, berencana menggandeng negara-negara kepulauan Pasifik untuk menangkal aktifitas separatis di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Penguatan hubungan diplomatik ditingkatkan melalui berbagai kerjasama yang terus dikembangkan semua pihak.

“Kekerabatan dengan Melanesia akan terus diperkuat bukan saja di antara provinsi-provinsi di bagian timur Indonesia, melainkan juga dengan negara-negara Pasifik Selatan,” kata Retno dalam pidato yang ia sampaikan pada Pernyataan Pers Tahunan di Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Sejumlah negara Melanesia di Pasifik Selatan merupakan pendukung kemerdekaan Papua.

Pada 2017, para pemimpin negara Melanesia sempat menuding Dewan HAM PBB sengaja mengabaikan aksi kekerasan yang mereka sebut dilakukan Indonesia di Papua.

Mereka juga secara aktif mendesak dunia internasional untuk mendukung kampanye kemerdekaan kawasan tersebut dari wilayah NKRI di antaranya Vanuatu yang pernah meminta Dewan HAM PBB menyelidik pelanggaran HAM di Papua.

Menanggapi munculnya konfrontasi dari kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Papua yang terjadi baru-baru ini, Retno kembali menegaskan bahwa masalah kedaulatan Indonesia tidak bisa diusik. Gangguan terhadap kedaulatan Indonesia akan disikapi secara tegas.

“Indonesia tidak akan mundur satu inci pun dalam mempertahankan kedaulatan. Indonesia tidak akan mundur satu inhi pun,” tegas Retno.

Menlu mengungkapkan bahwa kekerasan yang dilakukan kelompok separatisme terhadap sipil di Nduga pada Desember lalu adalah aksi yang harus ditindak dan dikutuk.

Indonesia tidak akan menyurutkan komitmen dalam menyejahterakan masyarakat Papua meski mendapat gangguan semacam itu.

Kendati terdapat negara Melanesia yang justru mendukung gerakan separatisme di Papua, Retno menjelaskan bahwa diplomasi Indonesia sudah diarahkan ke negara-negara di Pasifik Selatan.

“Diplomasi Indonesia sangat aktif dalam 4 tahun ini di Pasifik Selatan. Berbagai kerja sama dikembangkan, termasuk kerja sama pembangunan; pembangunan kapasitas; kerja sama maritim, perubahan iklim, dan penanggulangan bencana,” katanya menjelaskan komitmen Indonesia dalam menjalin hubungan dengan negara Melanesia.

Selama kepemimpinan Joko Widodo, Indonesia telah menerima kunjungan dari kunjungan kenegaraan dari kepala negara kawasan Pasifik, seperti Nauru, Palau, Federasi Mikronesia, dan Kepulauan Solomon.

Terbaru, gencatan senjata kembali terjadi di Kabupaten Puncak Rabu (9/1/2019) pagi sekitar pukul 08:55 WIT antara anggota TNI dan kelompok separatis Papua.

Satu anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dilaporkan tewas dalam aksi baku tembak tersebut.


Copyright ©Harian Papua "sumber"
Hubungi kami di E-Mail 📧: [email protected]
 
Top
close