0
Gubernur Papua Lukas Enembe saat diwawancara wartawan usai rapat bersama Forkopimda Papua di Gedung Negara, Dok V Atas, Kota Jayapura, Jumat, 28 Desember 2018.
Jayapura – Gubernur Papua Lukas Enembe bersama TNI-Polri dan sejumlah pimpinan daerah yang tergabung dalam forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) di Provinsi Papua, menggelar rapat bersama membahas masalah di Kabupaten Nduga. Rapat bersama Forkopimda ini dilaksanakan di Gedung Negara, Dok V Atas, Kota Jayapura, Papua, Jumat, 28 Desember 2018.

(Baca ini: Kodam Cenderawasih Tidak Akan Menarik Pasukan dari Nduga Membiarkan KKSB Berkeliaran)

Usai rapat bersama Forkopimda Provinsi Papua, Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan, rapat kali ini pihaknya membahas tentang peristiwa di Nduga dan bagaimana menghadapi jika terjadi peristiwa seperti ini, serta apa yang harus dilakukan.

“Rapat ini merupakan sikap dari pemeritah daerah Provinsi Papua terhadap peristiwa-peristiwa seperti ini, apa yang harus dilakukan dan polemik seperti ini harus dibicarakan,” katanya usai rapat bersama Forkopimda Provinsi Papua kepada sejumlah wartawan, Jumat, 28 Desember 2018.

Lukas juga menyampaikan terimakasih kepada TNI-Polri yang sudah melaksanakan tugas, terutama pasca peristiwa tewasnya 17 pekerja proyek pembangunan Jalan Trans Papua yang dibantai pelaku kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga awal Desember 2018 lalu.

“Saudara-saudara kita disana masih ada, saya minta mereka (pelaku KKB) dikejar sampai dapat, yang penting tidak menganggu masyarakat kita. Saya juga minta agar tidak ada lagi korban saat melakukan pengejaran, terutama rakyat sipil,” jelas Lukas.

Lukas juga meminta bupati setempat (Kabupaten Nduga) harus bertanggungjawab terhadap peristiwa tersebut. “Saya minta kepala daerahnya jaga situasi baik-baik, jaga rakyat. Peristiwa seperti ini tanggungjawab bupati, jangan lepas tangan karena dampaknya ke rakyat,” ujarnya.

(Baca juga: Kemdagri Kecam Gubernur Papua soal Tarik TNI-Polri dari Nduga)

Saat ditanya wartawan mengenai keberadaan Bupati Nduga yang tak ada di tempat tugasnya di Kabupaten Nduga, Lukas mengatakan, saat ini dirinya tak mengetahui keberadaannya dan tidak meminta ijin kepadanya untuk meninggalkan tempat tugasnya.

“Saya tak mengetahui ada di mana dan dia tak minta ijin ke saya. Meski begitu saya minta pelaku harus ditangkap dan pembangunan Jalan Trans Papua tetap jalan, karena Presiden Jokowi punya kepedulian terhadap Papua,” tutur Lukas.

Sekadar diketahui, kasus Nduga mencuat akibat ada 28 pekerja proyek pembangunan Jalan Trans Papua dari PT Istaka Karya yang menjadi korban pembantaian KKB diduga pimpinan Egianus Kogeya di Kabupaten Nduga, awal Desember 2018 lalu. Dari 28 warga sipil itu, ada 17 pekerja tewas, tujuh pekerja selamat dan empat pekerja masih dicari keberadaannya.

(Simak ini: Gubernur Papua: Tidak Masalah Saya Diberhentikan oleh Negara karena Rakyat Papua)

Pasca kasus ini, pihak keamanan gabungan TNI-Polri mengevakuasi para korban dan pengejaran kepada KKB, diketahui tiga orang warga sipil setempat ditemukan tewas. “Ketiganya tewas dalam aksi penyerangan di Pos TNI Distrik Mbua, 3 Desember 2018 lalu,” kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Polisi A. M. Kamal, Kamis, 20 Desember 2018.


Copyright ©Kabar Papua "sumber"
Hubungi kami di E-Mail 📧: [email protected]

Post a Comment

 
Top