Sejak Diusir Dari Asrama, Pemda Mamteng Belum Merespon Nasib Mahasiswa Mamteng di Solo
Mahasiswa Papua asal Kabupaten Mamberamo Tengah (Mamteng), kota studi Solo diusir oleh tuan kontrak dari Asrama yang di huninya pada hari Kamis, (6/12/2018), Jawa Tengah.
Nasib Mahasiswa Mamteng di Solo Sedang Terlantar..."
Surakarta -- Seminggu sejak diusir dari Asrama oleh tuan kontrak pada Kamis (6/12), hingga saat ini Mahasiswa asal Kabupaten Mamberamo Tengah di kota Studi Solo masih mempertanyakan realisasi dana pemondokan dari Pemerintah Daerah.

Pengurus Ikatan Pelajar Mahasiswa dan Mahasiswa Mamberamo Tengah (IKB-PMMTP) koordinator Solo, Semarang dan Salatiga Agus Aud mengatakan, dirinya bersama mahasiswa Mamteng di Solo sedang mengalami kewalahan dan aktvitas perkuliahannya pun turut terganggu akibat lambatnya respon dari Pemda Mamteng.

"kondisi sekarang yang kami hadapi, mahasiswa Mamteng di Solo di sini sekarang sedang kesulitan, karena tanggapan dari Pemda untuk pemondokan belum ada, dan tempat tinggal kita sudah tidak ada lagi. Jadi sekarang ini aktifitas kampus untuk kuliah juga sudah ikut tergangga," kata Agus kepada Media ini, Rabu (15/12/2018).

Kunci asrama yang dihuni sebelumnya sudah dikembalikan kepada tuan kontrak sejak diusir, dan saat ini mahasiswa Mamteng sudah tidak di asrama lagi.

"Selama ini kami tinggal di kontrakan, tapi dana pemondokan dari Pemda tidak direalisasi dan sudah sangat terlambat, jadi sekarang ini kita ada numpang di asrama Kabupaten lain dan ada juga yang lain ada numpang di kos-kosan," ujar Agus.

Menurut keterangan, realisasi dana pemondokan bagi mahasiswa Mateng di kota studi lain telah terjadi beberapa bulan lalu, namun untuk kota studi Solo, hingga Desember ini belum mendapat perhatian.
Sejak Diusir Dari Asrama, Pemda Mamteng Belum Merespon Nasib Mahasiswa Mamteng di Solo
Mahasiswa Mamberamo Tengah di Soloh, Jawa Tengah mengangkut alat tidur dan pakaian untuk dititip sementara waktu di kos teman, (6/12). Dok. IKB-PMMTP.
Lanjutnya, mahasiswa Mamteng meminta untuk pemerintah daerah, dalam hal ini kepada Bupati Kabupaten Mamberamo Tengah, R. Ham Pagawak, SH, MSi untuk dapat sesegerah mungkin untuk memperhatikan nasib mahasiswa Mamteng di kota studi Solo.

"Kami meminta kepada Dinas Pendidikan bersama pihak bendaharaan Mamteng, khususnya lagi kepada Bapak Bupati untuk dapat memperhatikan kami mahasiswa Mamteng disini," tegasnya.

Menurut keterangan dari Pengurus IKB-PMMTP, mahasiswa sempat berkomunikasi dengan Pemda, namun hingga saat ini, belum ada tindak lanjut. Komunikasi terakhir pengurus Ikatan dengan Pemda pada tanggal (11/12).

"kita sempat komunikasi hari Selasa, dan mereka bilang kita akan segerah turun, tapi sampe sekaran tidak ada!," tegas Mahasiswa.

Dalam sebuah gambar screenshot yang di kirim kepada media pada lampiran rilis menunjukan, mereka juga telah mengirim pesan Whatsapp kepada Bupati Mamteng Ham Pagawak, SH, MSi melalui nomor WAnya, dan dua tanda centang biru menunjukan Bupati telah melihat pesan yang dikirim Mahasiswa, namun belum dijawab.

(Lihat ini: Dana Pemondokan Tak Direalisasikan, Mahasiswa Mamteng di Solo Diusir dari Asrama)

Tidak hanya di Solo, pengurus IKB-PMMTP itu mengatakan, mahasiswa asal Mateng di kota studi Semarang dan Salatiga juga, belum pernah ada perhatian dari Pemerintah Daerah Kabupaten Mamberamo Tengah. Dalam struktur organisasi, Solo, Semarang dan Salatiga ada dalam satu payung IKB-PMMTP.

"Dana pendidikan tahun ini di kemanakan?. Pemda dinas terkait punya tanggung jawab untuk perhatikan kita semua. Kita semua sama!, ada teman-teman lain juga di Semarang dan Salatiga Pemda tidak pernah lihat. Pemda jangan saling membeda-bedakan kita," tegas koordinator Ikatan Mahasiswa Mamteng.

Mahasiswa Mamteng pun mengatakan, jika Pemda masih tidak tanggapi, mereka akan mengambil sikap yang berbedah.

Harap mereka, kondisi kritis ini Pemda Mamteng dapat sesegerah mungkin (dalam waktu dekat) untuk memperahtikan nasib mahasiswa.


Posted by: Admin
Copyright ©Tabloid WANI "sumber"
Hubungi kami di E-Mail 📧: [email protected]
 
Top