0
Mahasiswa Mamberamo Tengah di Soloh, Jawa Tengah mengangkut alat tidur dan pakaian untuk dititip sementara waktu di kos teman, (6/12). Dok. IKB-PMMTP.
Surakarta -- Mahasiswa Papua asal Kabupaten Mamberamo Tengah (Mamteng), kota studi Solo diusir oleh tuan kontrak dari Asrama yang di huninya pada hari Kamis, (6/12/2018), Jawa Tengah.

Dalam keterangan yang diterima media, mereka diusir oleh tuan kontrak, lantaran sejak masa waktunya habis pada 1 Oktober 2018, dalam kurung waktu dua bulan lebih (Oktober-November) tidak dibayar, akhirnya tuan kontrak meminta untuk mahasiswa meninggalkan asrama, dan saat ini mereka masing-masing sedang numpang di kos-kosan teman mahasiswa lain.

Mahasiswa asal Mamteng di Solo tidak hanya putra, namun kasus yang sama juga menimpa asrama kontrakan putri (mahasiswi mamteng) di Solo.

Melalui sambungan telepon, pengurus Ikatan Pelajar Mahasiswa dan Mahasiswa Mamberamo Tengah (IKB-PMMTP) koordinator Solo, Semarang dan Salatiga Agus Aud mengatakan, semenjak masa waktunya habis (1/10), selama dua bulan lebih mereka berupaya berkomunikasi dengan pemerintah daerah Kabupaten Mamberamo Tengah, namun itu tidak diindahkan.

"Sekarang ini kita sudah di luar asrama, karena Pemda terlambat dua bulan realisasikan dana pemondokan, jadi kita tadi diusir oleh pemilik rumah. Kita di Solo sini ada dua kontrakan putra dengan putri, dua-duanya masa waktu sudah habis lama [dua bulan lebih], jadi kita ada numpang," ujar Aud, kamis (6/12).

Lanjut Agus mengatakan, tanpa adanya kepastian tentang tempat tinggal mereka, mahasiswa Mamteng di Solo merasa aktvitas perkuliahannya pun terganggu, sehingga mereka meminta kepada Pemda Mamteng untuk segerah menaganinya.

"Kalau tempat tinggal kita saja sudah begini, jelas perkuliahan dan lain-lain juga akan terganggu, jadi kami sangat berharap kepada Pemda untuk segerah, secepatnya membantu kami dalam waktu dekat," kata Ketua IKB-PMMTP.
Menurut keterangan, Mahasiswa Mamteng di kota studi lain telah mendapat perhatian dari Pemda Mateng sejak dua bulan lalu, namun untuk kota studi Solo atau pun juga Semarang [Jawa Tengah], sampai Bulan Desember belum ada perhatian.

"Semua kota studi sudah dapat, namun hanya di kota studi Solo dan teman-teman di Semarang juga belum sama sekali," tegasnya.

Disamping kondisi yang dihadapi Mahasiswa Mamteng di Solo, dirinya selaku pengurus juga merasa kecewa dengan keterlambatan Pemda yang terkesan pilih kasih terhadap Mahasiswa Mamteng di Jawa Tengah.

Posted by: Admin
Copyright ©Taloid WANI  "sumber"
Hubungi kami di E-Mail 📧: [email protected]

Post a Comment

Silahkan beri KOMENTAR anda...!!! dibawa sini... :p

 
Top