0
Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Timotius Murib.
Jayapura -- Masa Otonomi Khusus yang akan berakhir pada tahun 2025 atau tersisa 7 tahun lalu dianggap sudah harus dipikirkan ke depan. Apa yang sudah dicapai dan apa yang masih harus disiapkan sementara waktu juga terbatas.

Terkait ini Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Timotius Murib mencatat bahwa sebelum Otsus berakhir harus ada yang dibicarakan.

“Orang Papua harus duduk bicara, apa yang mau atau akan dibuat setelah Otsus berakhir.

Kalau kami tetap mendorong agar perhatian pemerintah pusat tetap seperti ini hingga Papua bisa benar-benar mandiri, keluar dari berbagai persoalan,” kata Timotius kepada Cenderawasih Pos Minggu (18/11) kemarin.

Ia menyatakan harus ada konsep atau model baru dalam perlakuan untuk Papua. Ketua MRP juga menyebut yang paling dibutuhkan masyarakat Papua adalah kehidupan dan bukan pembangunan.

(Baca ini: Komisi I DPR Papua : “Biarkan Rakyat Papua Tentukan Sendiri Nasib Otsus)

Ini lantaran hidup masyarakat khususnya OAP sedang terancam. Mulai dari masuknya investor yang membeli banyak lahan hingga berdampak pada hilangnya hutan yang menjadi dusun OAP.

“Harus duduk dan memikirkan, yang dibutuhkan adalah kehidupan, itu yang utama,” beber Timotius. Konsep atau model yang dimaksud bisa berkaitan tentang visi pendidikan, ekonomi, kesehatan dan semua harus ditentukan oleh OAP.

“OAP yang akan menentukan diri sendiri bukan ditentukan orang lain apalagi jika itu berkaitan dengan program nasional. Biarkan kami yang tentukan pendekatan seperti apa yang berkearifan lokal, bukan semua berpatok pada program nasional,” katanya.

(Baca juga: Presiden Jokowi Didesak Sampaikan Secara Terbuka Kelanjutan Otsus Papua)


Copyright ©Cepos "sumber"
Hubungi kami di E-Mail: [email protected]

Post a Comment

Silahkan beri KOMENTAR anda...!!! dibawa sini... :p

 
Top