0
Pegubin Rusuh, Warga dan Polisi Terluka, Legislator: OAP Stop Saling Bunuh
Suasana saat terjadi bentrok antarwarga di Pegunungan Bintang.
Oksibil -- Kerusuhan antara dua kelompok warga terjadi di Oksibil, ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin) Papua, Selasa (02/10) pagi.

Kerusahan yang diduga melibatkan dua kubu yakni kelompok pendukung Bupati Pegubin, Costan Oktemka dan pihak yang mendesak bupati turun dari jabatannya, mengakibatkan lima warga sipil dan dua polisi terkena panah, lima rumah warga serta rumah toko (ruko) yang ada disekitar lokasi bentrokan, terbakar.

Legislator Papua dari daerah pemilihan Pegunungan Bintang, Yalimo dan Yahukimo, Natan Pahabol mengatakan, apa yang terjadi di wilayah itu karena kegagalan pemerintah. Masyarakat yang merasa tak puas dengan pelayanan dalam sistem pemerintahan akhirnya mulai bereaksi.

Untuk itu, Pemprov Papua, aparat keamanan dan pemerintah Kabupaten Pegubin harus segera duduk bersama mencari penyelesaian masalah tersebut, agar tak terus terjadi perselisihan antarwarga.

Meski begitu ia mengingatkan warga Pegunungan Bintang, terutama orang asli Papua (OAP) agar tidak menggunakan kekerasan sebagai jalan menyelesaikan masalah.

Katanya, masih banyak cara-cara yang lebih baik, bijaksana dan tidak harus menyebabkan jatuhnya korban, luka, korban jiwa maupun kerugian meteri.

“Kenapa sekarang sesama orang asli Papua harus saling melukai,” kata Natan via teleponnya, Selasa malam (02/10).

Ia mengatakan, kini jumlah orang asli Papua tinggal sedikit. Selama ini berbagai pihak, terutama dari kalangan orang asli Papua selalu protes saat OAP yang dibunuh. Namun yang terjadi kini, sesama anak asli Papua terlibat bentrok dan saling melukai.

“Orang asli Papua stop saling melukai, saling bunuh. Jika ada masalah selesaikan dengan cara yang lebih baik, tanpa harus ada korban,” ujarnya.

Sementara Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol A.M. Kamal mengatakan, lima warga sipil yang terluka dalam kejadian itu berasal dari kedua kubu yang bertikai.

Dua anggota polisi yang terluka yakni AKP Amon, Kasat Lantas Polres Pegunungan Bintang terkena panah di bagian paha dan Bridir Polisi Dolfis (Brimob), luka pada bagian mata kanan.

“Kini para korban masih dirawat rumah sakit. Anggota polisi terluka saat melakukan pengamanan,” kata Kombes Pol A.M. Kamal.

Menurutnya, meski situasi di wilayah itu telah kondusif, namun personil Polri dan TNI masih berjaga mengantisipasi kemungkinan adanya bentrok susulan.


Copyright ©Metro Merauke "sumber"
Hubungi kami di E-Mail: [email protected]

Post a Comment

Silahkan beri KOMENTAR anda...!!! dibawa sini... :p

 
Top