0
Aksi demontrasi sekelompok orang yang mengaku dirinya "Mahasiswa Papua" yang kemudian dihadang oleh Pecalang Bali.
Bali -- Aksi lucu sekelompok orang yang menyebut dirinya sebagai perwakilan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) yang hendak melakukan aksi demo terkait penolakan pertemuan IMF-World Bank di Denpasar, Bali, langsung dihadang oleh pecalang (satuan pengamanan desa adat) dan perguruan Sandhi Murti.

Sekitar 50 orang yang terbagi antara pria dan wanita yang mengaku dirinya sebagai “mahasiswa” itu membawa sejumlah atribut penolakan terhadap pertemuan IMF-World Bank dan juga sejumlah poster yang meminta agar pemerintah memberikan solusi demokratis terhadap masyarat Papua Barat untuk menentukan nasibnya sendiri.

(Baca ini: Dubes Vanuatu untuk PBB ajak Rakyat Papua Bersatu)

Sayang, aksi mereka tidak berlangsung lama karena perwakilan pecalang (satuan pengamanan desa adat) dan perguruan Sandhi Murti datang untuk menolak adanya aksi-aksi nakal yang menetang pemerintah Indonesia tersebut.

Sempat terjadi cekcok lantaran mahasiswa memaksa untuk tetap menggelar aksi. Setelah situasi tak kondusif, massa memilih membubarkan diri untuk menghindari kericuhan. Mereka lalu kembali ke titik semula berkumpul di parkir timur Lapangan Renon.

(Lihat ini: ULMWP Tunjuk Pelobi Khusus untuk PBB)


Copyright ©Harian Papua "sumber"
Hubungi kami di E-Mail: [email protected]

Post a Comment

Silahkan beri KOMENTAR anda...!!! dibawa sini... :p

 
Top