0
Gubernur Ibu Kota PNG, Powes Parkop Ingin Masalah West Papua Ditangani Secara Terbuka di Panggung Internasional
Kampanye Papua Merdeka oleh Powes Parkop pada peresmian kantor Free West Papua - PNG.
Port Moresby -- Gubernur Ibu Kota Papua New Guinea Port Moresby, Powes Parkop telah meminta Menteri Luar Negeri dan Perdagangan, Rimbink Pato untuk tidak menghindar dari membahasan masalah West Papua di panggung internasional.

"Penting bahwa kita berbicara tentang masalah West Papua dengan Pemerintah Indonesia di forum internasional," katanya.

“Kami harus mengatasinya secara terbuka dan matang. Dan saya ingin melihat diskusi terbuka dan matang itu terjadi. ”

Parkop menanggapi pernyataan Pato di Parlemen kemarin. “Kita seharusnya memiliki hubungan yang kuat dengan Indonesia karena mereka adalah tetangga terdekat kita,” kata Parkop.

“Kita harus mengintegrasikan ekonomi kita. Kita harus memiliki hubungan per-orangan yang lebih dekat".

Bagaimanapun kami adalah dua negara yang berbagi perbatasan tanah.

“Tapi kami tidak memiliki hubungan itu. Dan itu karena ada titik sakit (masalah West Papua) dan kita harus mengatasi titik sakit itu. Dan saya ingin berterima kasih kepada Perdana Menteri PNG, Peter O’Neill karena mencoba yang terbaik untuk mengatasi titik sakit itu. ”, kata Powes.

(Lihat ini: PM PNG Dorong Masalah Papua Dibawa ke Komite Dekolonisasi PBB)

Dia mengatakan, kepemimpinan Indonesia di bawah mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terbuka.

“Tapi sekarang Presiden Joko Widodo. Kami tidak yakin kepemimpinannya dalam masalah West Papua".

Dia mengatakan dia selalu mendukung apa yang orang Papua perjuangkan.

"Saya memiliki poin kuat tentang itu," kata Parkop.

“Ini telah menjadi bagian dari hidup saya dan saya ingin kami mengembangkannya ke titik di mana ia memiliki hasil yang baik bagi Indonesia dan kami. Baik untuk rakyat West Papua.”
_______________
Saksikan video Powes Parkop pada peresmian kantro Free West Papua Campaign - PNG di Papua New Guinea.

Posted by: Admin
Copyright ©National PNG "sumber"
Hubungi kami di E-Mail: [email protected]

Post a Comment

 
Top
close