1
Pemimpin Oposisi Menyerukan Kepada Fiji untuk Mengakhiri "Pengkhianatan" terhadap West Papua
Pemimpin Oposisi Fiji Ro Teimumu Kepa (tengah) berfoto dengan bendera Bintang Kejora pada Hari Adat Dunia. Awal bulan ini ... Fiji telah "menikam West Papua dari belakang", katanya.
Suva -- Pemimpin Oposisi Fiji Ro Teimumu Kepa telah meminta agar pemerintah Fiji untuk "menghentikan pengkhianatannya" terhadap rakyat West Papua.

Dia mengatakan pemerintah harus sangat mendukung masuknya wilayah itu dalam Daftar Dekolonisasi PBB dalam pengajuan resolusi di Majelis Umum PBB tahun depan.

"Vanuatu telah mengambil keputusan yang berani untuk mencari kebebasan bagi orang Papua melalui PBB," ujar Ro Teimumu dalam sebuah pernyataan kepada media, seperti yang dilansir Asia Pacific Report.

Vanuatu akan mendorong dukungan dari Forum Kepulauan Pasifik (PIF) pada pertemuan di Nauru minggu depan.

(Baca ini: Laura Lini: Vanuatu akan Melobi Dukungan dari Semua Negara Anggota PIF, termasuk Australia, PNG, dan Fiji)

Sikap resmi Fiji atas wilayah tersebut telah mempertimbangkan masa depan provinsi kembar Melanesia di Papua dan Papua Barat sebagai masalah internal bagi pemerintah Indonesia.

Indonesia menginvasi bekas koloni Belanda pada tahun 1962 dan menetapkan aturan oleh "Act of Free Choice" yang kontroversial yang disetujui PBB pada tahun 1969 yang telah banyak dikritik sebagai proses yang cacat dan dicapai dengan paksaan.

Orang Papua Barat terus berjuang untuk penentuan nasib sendiri sejak saat itu.

“Saya menyerukan kepada Fiji dan pemerintah daerah lainnya untuk menunjukkan solidaritas dengan penyebab ini. Sudah waktunya untuk berdiri dan dihitung, ”kata Ro Teimumu.

‘Saudara Melanesia Benar’

“Saya berterima kasih dan salut kepada Perdana Menteri Charlot Salwai dari Vanuatu karena menunjukkan kepemimpinan yang nyata, dan untuk menjadi saudara saudari kami Melanesia bagi West Papua. Penolakan Partai Liberal Demokrat Sosial atu yang disingkat (SODELPA) di Fiji berada di belakangnya dalam misinya.

"Pemerintah yang dipimpin SODELPA akan menempatkan bobotnya di belakang West Papua."

Ro Teimumu mengatakan pemerintah Fiji dan Perdana Menterinya Voreqe Bainimarama adalah pendukung vokal untuk persatuan Melanesia.

"Meskipun demikian mereka telah menikam penduduk asli Melanesia di West Papua dari belakang dengan menolak untuk mendukung pencarian mereka untuk dibebaskan dari kontrol kolonial tanah air mereka oleh Indonesia," katanya.

“Perilaku mereka terhadap orang Papua yang tertindas itu memalukan".

“Berani-beraninya Perdana Menteri berbicara begitu bersemangat tentang persaudaraan Melanesia ketika dia dan pemerintahnya telah sepenuhnya menjual keluarga West Papua mereka ke Indonesia? -- Baca ini: Blok Oposisi: Lebih baik MSG Ganti Nama Saja Menjadi Forum Ekonomi Melanesia (MEF)

‘Takut untuk menantang’

“Yang benar adalah bahwa mereka takut untuk menantang klaim palsu Indonesia atas kedaulatan atas West Papua. Mereka harus memiliki keberanian untuk mengikuti contoh seperti yang dilakukan Vanuatu.

“Perjuangan orang Papua dikenal di sini, di seluruh wilayah dan di seluruh dunia - keheningan kita dan tetangga kita memekakkan telinga.

“Selama lebih dari 50 tahun, penduduk asli West Papua telah berjuang untuk menentukan nasib sendiri.

“Ini tidak bermoral bagi kawasan dan komunitas internasional untuk melihat ke arah lain dan menolak kebebasan orang Papua untuk memutuskan nasib sendiri".

“Hanya sedikit yang dapat kami lakukan untuk membalikkan kegagalan masa lalu kami untuk mendukung rakyat West Papua; namun kita dapat melakukan sesuatu sekarang dan di masa depan untuk menebus kesalahan masa lalu kita. ”

Fiji akan mengadakan pemilihan tahun ini - tetapi tanggal belum ditetapkan - dan diperkirakan, terkait West Papua akan menjadi permasalahan.

Baca juga:
  1. Pemimpin Oposisi Ro Teimumu: Fiji Mendukung West Papua
  2. Pemimpin Oposisi Fiji Ro Teimumu Turun Jalan Dukung West Papua
  3. Pemimpin Oposisi Fiji Mengecam PBB atas Petisi West Papua
  4. Pernyataan Sikap Pimpinam Oposisi Fiji Ro Teimumu Kepa untuk West Papua

Posted by: Admin
Copyright ©Asia Pacific Report "sumber"
Hubungi kami di E-Mail: [email protected]

Post a Comment

  1. Ideologi Bangsa Papua bukan menggunakan BK tetapi sesungguhnya telah tersembunyi di balik Bangsa Papua Sendiri, Mari Saudara/i datang dan duduk bersama untuk memutuskan yang terbaik bagi Bangsa Papua di Tanah New Guinea, Karena yang menentuhkan Bangsa ini bukan Bangsa lain di luar sana, tetapi sebelumnya kita satukan satu Ideologi Bangsa dan bangusn Nasionalisme Papua di Tanah New Guinea ini. Ada satu Kutipan Injil ini perlu di pahami : Akulah Jalan, Kebenaran dan Hidup, Barang siapa melalui Aku dia akan Selamat, tetapi Barang siapa Tidak melalui Aku maka dia tidak akan selamat" Semoga.

    ReplyDelete

 
Top