0
Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Yahukimo (IPMY) dalam sebuah kesempatan di Makassar, Sulawesi Selatan (29/08).
Makassar, Tabloid WANI -- Selama kurang lebih dalam kurung waktu tiga (3) tahun Asrama Kontrakan yang dihuni oleh Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Yahukimo (IPMY) kota studi Makassar, Sulawesi Selatan belum dibayar tuntas, (IPMY) terancan diusir dari kontrakannya.

Hal tersebut dilaporkan oleh Ketua Koordinator IPMY, Wilil S. Pahabol kepada www.tabloid-wani.com melalui keterangan tertulis, Rabu (29/08/2018).

Menurut Wilil, pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Yahukimo belum tuntas membayar kontrakan tersebut dari tahun 2016 s/d 2018, sehingga tuan kontrakan mengancam para penghuni (Mahasiswa Yahukimo).

"Semenjak dari tahun 2016 sampai 2018 ini, Pemerintah Daerah (Pemda) masih belum bayar tuntas, dengan jumlah biaya sebesar Rp. 200.000,- (Dua ratus juta rupiah), maka pihak pemilik kontrakan ada ancaman kepada kita mahasiswa/i Yahukimo di kota studi Makassar," tulis Ketua Koordinator.
Lanjut Wilil mengatakan, dirinya selaku Ketua Koordinator mahasiswa Yahukimo kota studi Makassar memimta agar, pemerintah daerah untuk segerah memperhatikan nasib mahasiswa ini.

"Saya selaku ketua dengan penuh rendah hati, datang meminta bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Yahukimo bahwa, pemerintah tolong merespon kita punya keluhan ini," tegas Wilil. 

"Kalau kita dapat usir dari pemilik rumah, kita mau kemana?," tanya Ketua dalam keteranganya.

Ia mengatakan, dalam setiap tahun, jumlah mahasiswa Yahukimo di Makassar terus meningkat, hingga kini total jumlah mereka sekitar 229 orang, sehingga tidak memungkinkan lagi untuk menampung mahasiswa/i dalam jumlah yang banyak itu dalam satu kontrakan.

"Pemerintah bisa mengerti baik-baik bahwa, volume mahasiswa/i Yahukimo yang menuntut ilmu di kota studi Makassar semakin lama semakin meningkat, sampai dengan 229 mahasiswa. Maka sekian banyak jumlah mahasiswa ini semua tampung dalam satu kontrakan ini sangatlah tidak cukup," kata Ketua Koordinator.


Koontrakan mahasiswa Yahukimo di Makassar ini, jumlah kamarnya pun terbatas hanya 9 kamar, sehingga para mahasiswa Yahukimo lainnya sedang numpang di kontrakan milik mahasiswa Kabupaten lain.

"Apalagi kontrakan yang sekarang ini bentuk kost-kostan dan jumlah kamarnya hanya 9 kamar. Akhirnya juga terpaksa mahasiswa/i Yahukimo untuk sementara numpang tinggal dengan kontrakan kabupaten lain," tulisnya.

Dalam keterangan tertulis itu, Wilil selaku Ketua Koordinator mengatakan, kontrakan bagi Mahasiswa ini merupakan bagian dari aset milik pemerintah Yahukimo, sehingga dalam kondisi mahasiswa dengan jumlah yang banyak ini, tak dapat menampung mereka dalam satu kontrakan saja, sehingga perlu ada penambahan satu unit kontrakan lagi.

Dia menambahkan, keberadaan mahasiswa Yahukimo di kota Makassar kurang nyaman, sehingga meminta Kepada Pemda, agar hal ini segerah diperatikan.

(Baca ini: Korupsi Dana Asrama, Mahasiswa Jayawijaya Tegaskan akan Laporkan ke Pihak Berwajib)


Posted by: Admin
Copyright ©Tabloid WANI "sumber"
Hubungi kami di E-Mail: [email protected]

Post a Comment

 
Top