0
PMNews mencatat berbagai perkembangan, terutama cekcok, beda pendapat, konflik sampai kepada verbal violence yang terjadi di media masa belakangan ini sudah dengan jelas menunjukkan NKRI telah menggunakan ke-tidak-tahu-an orang PAPUA, dan keterbelakangan berpikir orang PAPUAsehingga mereka telah berhasil memancing emosi dan reaksi dari antara orang PAPUA sendiri, berpikir seolah-olah kata-kata yang keluar itu dari para tokoh dan organisasi yang memperjuangkan PAPUA Merdeka. ... (Baca ini: Mari Bergumul: ULMWP, OPM, OPM Asli dan Pemilihan Ketua ULMWP)

Orang PAPUA perlu catat, kalau kita pintar, masuk dalam kategori pemain, maka kita kaan tahu sejak kapan nama-nama profil Sosial Media itu muncul? Sejak kapan nama manusia-manusia yang menggunkana marga orang PAPUA itu muncul di dunia ini? Sejak kapan mereka bicara PAPUAMerdeka? Sejak kapan mereka mewakili TPN OPM, TPN PB, TPN/OPM, TRWP, ULMWP, dan sebagainya?

Orang PAPUA yang begitu lugu dan baru tahu dunia modern, tertipu lagi kesekian kalinya dengan postingan dan profil Facebook mengatas-namakan orang PAPUA dan memancing emosi ke sana-ke mari, menyebarkan isu dan topik-topik tidak mendidik, tetapi memecah-belah, atas nama kebenaran, atas nama OPM, atas nama PAPUA Merdeka, atas nama damain, atas nama ini dan itu.

Mereka telah berhasil membuat kita orang PAPUA terpecah-pecah, sama seperti perpecahana yang telah mereka berhasil ciptakan waktu orang tua kami bergerilya di hutan New Guinea. Kini di hutan dunia maya, mereka sudah sukses.

(Baca ini: Dr. Socratez S.Yoman: "Saya Tidak Percaya 100% Pembunuhan Warga Sipil pada 25 Juni 2018 di Kabupaten Nduga itu Dilakukan OPM")

Bagi mereka yang tidak terbawa emosi, tidak memaki-maki, tidak menggunakan kata-kata violence dalam percakapan media sosial, mereka itulah manusia PAPUA sejati, yang berjuang untuk PAPUAMerdeka.

Kalau saja ada orang PAPUA yang berani memaki dan mengancam orang PAPUA lain, pejuang PAPUA Merdeka lain, tokoh PAPUA Merdeka lain, atas nama PAPUA Merdeka, aaka apakah layak disebut orang PAPUA? Apakah layak disebut pejuang PAPUA Merdeka? Apakah layak disebut OAP?

Kita juga harus petakan, apa dasar pemikiran dan apa alasan ucapan-ucapan dan perpecahan itu terjadi? Apakah dasar perjuangan yang salah? Atau urusan pribadi? Atau urusan makan-minum? Atau urusan keluarga yang merambat ke urusan PAPUA Merdeka? Ini semua juga kita sebagtai sesama orang PAPUA harus pahami, sehingga kita tidak saling bersembunyi mengatas-namakan dan mengeksploitasi PAPUA Merdeka untuk kepentingan pribadi/ keluarga sendiri. Ini sudah pernah merusak perjuangan kita dan telah dipulihkan dengan pendirian ULMWP, yang telah lama diririntis oleh dua tokoh Senior OPM. Dr. OPM John OTTO ONDAWAME dan OPM Senir ANDY AYAMISEBA.
  1. Sandiwara Papua Merdeka: Di Kamar Tamu Bicara Papua Merdeka, Di Kamar Tidur Bicara I Love You Indonesia
  2. Sandiwara Papua Merdeka: Di Luar Bicara Papua Merdeka, Di Dalam Bicara Indonesia I Love You!
Caci-maki dimedia sosial menunjukkan kita tidak dewasa berpolitik, kita tidak sopan kepada diri sendiri, kita tidak punya harga diri, peradaban kita masih jauh dari yang kita sangka.

Saling mencurigai dan saling mengecap sebagai agen NKRI juga menunjukkan kita masih belum dewasa menilai dan memberi label kepada sesama kita orang PAPUA sendiri.

Sesungguhnya dan sebenarnya, baik para gerilyawan di Rimba New Guinea, pejuang di luar negeri, mereka yang ada di jabatan pemerintah kolonial NKRI, mulai dari Gubernur sampai Kepala Desa, mereka yang tergabung dalam barisan hijau, barisan merah-putih, barisan kelapa, barisan Papeda, barisan Koteka, barisan Nuri, barisan Kasuari, yang muncul membela Indonesia atau yang menuntut PAPUA Merdeka, semuanya, semuanya adalah orang PAPUA, berhak untuk hidup dan mati di Tanah leluhur kita bersama, Tanah PAPUA.

Baca juga, berikut ini :
  1. Mathias Wenda: Satukan Kekuatan Dana, Waktu, Tenaga dan Lihat ke Depan, Jangan Lama-Lama Lihat ke Belakang
  2. 10 Alasan Orang Papua Sendiri tidak Jelas dalam Sikapnya, Padahal Banyak Orang Indonesia Mendukung Papua Merdeka
Oleh karena itu, kalau kita berbicara PAPUA Merdeka, lawan kita bukanlah barisan-barisan merah, putih, hijau, kasuari, buri dan sederusnya, tetapi kita sedang melawan "tipu-daya", pembunuhan, eksploitasi, penjajahan, bukan melawan satu suku, tidak melawan satu konsep pemikiran, tidak menentang satu oknum atau organisasi orang PAPUA. Semuanya TIDAK!

Janganlah tertipu! Janganlah terlena! Dari kapanpun, sampai kapan-pun, merek dan cap apapun, kita semua orang PAPUA, kita punya tanah leluhur Bumi Cenderawasih.

Si perusak dan perampok, pencuri dan pembunuh selalu mencaci-maki orang PAPUA, meremehkan harga diri orang PAPUA, memanggil orang PAPUA dengan kata-kata tidak bermartabat, dan mengancam orang PAPUA untuk saling membunuh.

Siapakah dia? Kalau bukan NKRI itu sendiri? Siapa yang bodoh di sini?

Waspada! Agen BIN Sudah Bergerilya di Media Sosial atas nama PAPUA Merdeka.


Baca ini baik...!! Pejuang yang berjuang "UNTUK" dan pejuang yang berjuang "MELAWAN", berikut ini :
...Selengkapnya baca disini: “Fighting For” Tidak Sama dengan “Fighting Against”: Bagaimana dengan ULMWP?

Posted by: Admin
Copyright ©PMNews - Papua Post "sumber"
Hubungi kami di E-Mail: [email protected]

Post a Comment

 
Top