0
Ketua FKUB dan Toma Nduga:  KKB Jangan Ganggu dan Melukai Warga
Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar saat melakukan pertemuan dengan Ketua FKUB Provinsi Papua Pdt. Lipiyus Biniluk dan Tokoh Masyarakat Nduga Samuel Tabuni, Kamis (12/7).
Jayapura -- Pasca insicden ditembaknya pesawat di Bandara Kenyem, Kabupaten Nduga dan tewasnya warga Sipil akibat ulah dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada tanggal 22 Juni dan 25 Juni tahun 2018, Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar meminta kepada KKB untuk tidak lagi menganggu keamanan dan ketentaraman masyarakat yang ada di Kabupaten Nduga.

“Hentikan kekerasan untuk menghindari jatuhnya korban, terkait dengan hal-hal lain kami siap berdialog dengan kelompok ini namun dengan syarat tidak menggunakan kekerasan sebagaimana sudah ada korban jiwa dari masyarakat dan ada 2 pilot yang ditembak kelompok ini,” ucap Rafli Amar yang ditemui di Mapolda Papua, Kamis (12/7) kemarin.

Terkait dengan situasi di Kenyam Kabupaten Nduga Rafli Amar mengaku kondusif untuk saat ini, aktivitas berjalan seperti biasa namun belum ada aktivitas penerbangan di daerah tersebut.

“Situasi terakhir kondusif, memang kemarin sempat ada langkah-langkah pengejaran terhadap kelompok ini ke Kampung Angguru pasca tertembaknya anggota polisi yang kemudian dievakuasi ke Jakarta melalui Timika,” jelasnya.

(Baca ini: Mama Yosepha: "Indonesia Mesti Bertanya, Mengapa Mereka itu Berjuang?")

Terkait dengan keberadaan petugas di Nduga kata Rafli Amar dalam konteks tidak mengiginkan peristiwa-peristiwa kekerasan yang dilakukan Kelompok ini kembali terjadi. Dan sesuai dengan tugas pokok fungsi dan peranan kepolisian yang diatur dalam UU No 2 Tahun 2002 dalam pasal 13 terkait dengan tupoksi kepolisian antara lain adalah menegakan hukum.

Lanjut Rafli Amar, apalagi dengan adanya pelanggaran hukum yang terjadi yang dikategorikan sebagai pelanggaran hukum yang serius dimana 3 warga sipil meninggal dunia dan 1 anak kecil yang terkana luka senjata tajam.

“Keberadaan Polisi di sana dalam upaya memberikan perlindungan pada masyarakat, kami mengiginkan agar peristiwa 22 Juni dan 25 Juni tidak terulang kembali. Dan untuk mempertanggung jawabkan apa yang dilakukan maka kelompok ini harus menyerahkan diri, dalam upaya memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban kekerasan kelompok tersebut,” papar Rafli Amar.

Rafli Amar meminta kepada warga yang ada di Kabupaten Nduga untuk sama-sama menjaga situasi yang aman dan damai, dan Pemerintah Daerah memiliki kewajiban terhadap warga negara yang ada di Nduga terutama dalam konteks memberikan rasa aman dan memajukan tingkat kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

“Kita berharap Bupati dan Kepala Daerah bahu-membahu memberikan pelayanan yang baik dan yang maksimal kepada masyarakat sehingga masyarakat hidup rukun, tentram dan damai,” terangnya.

Terkait jumlah personil yang ada di Kenyam, Rafli Amar menyebutkan sebanyak 100 personil yang diperkuat dengan pergeseran dari Mimika ke Kabupaten Nduga. Dimana Personil tersebut untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat yang ada di Kenyam guna mengantisipasi serangan dari KKB. Karena secara fakta aktivitas penerbangan di Kenyam terganggu dan beberapa masyarakat yang berdagang menjadi korban.

(Baca juga: Siaran Pers : Pernyataan Sikap Aliansi Mahasiswa Papua Terkait Operasi Militer di Nduga-Papua)

Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua Pdt. Lipiyus Biniluk meminta kepada Kapolda Papua agar aparat keamanan yang ada di Kampung Angguru ditarik ke Kenyam dan tidak ada lagi pengejaran namun Polisi lebih mengutamakan komunikasi dialog. Sebab, senjata tak bakal menyelesaikan masalah.

“Persoalan yang terjadi di Kabupaten Nduga tentu ada sebab dan akibat,” tegasnya.

Dikatakan, jika kelompok ini mempertahankan ideologinya maka satu-satunya jalan adalah melakukan dialog agar tidak menimbulkan korban jiwa dari masyarakat yang tak berdosa.

“Kelompok ini jangan mengorbankan masyarakat, jangan ganggu masyarakat, jika mereka menganggu masyarakat otomatis polisi akan bertindak,” ungkapnya.


Copyright ©CePos "sumber"
Hubungi kami di E-Mail: [email protected]

Post a Comment

 
Top