0
Akses jalan terputus tertutup longsor, stok makanan semakin menipis
Port Moresby -- Ratusan ribu warga Papua Nugini membutuhkan bantuan. Kondisi itu terjadi setelah Provinsi Enga di negara tetangga Indonesia itu diguncang gempa hebat, akhir Februari lalu. Gempa berkekuatan 7,5 Skala Richter membuat longsor di beberapa wilayah dan akses jalan terputus.

Gempa itu menghancurkan sekitar rumah untuk 7.000 orang. Selain itu 147 ribu orang kekurangan makanan, air dan sanitasi.

1. Longsor terjadi di beberapa daerah dan menutup akses jalan. Sehingga kendaraan roda empat dan truk yang membawa bantuan tidak bisa melintas

Diwartakan BBC dan Reuters, tanah longsor akhirnya menutup akses jalan. Sehingga pengiriman bantuan ke beberapa tempat terdampak gempa sulit dilakukan. Direktur Palang Merah Internasional Papua Nugini, Udaya Regmi mengatakan, akses jalan saat ini belum bisa dilintasi truk dan kendaraan roda empat.

Karena itulah, bantuan sangat lambat sampai ke lokasi pengungsian warga dan akhirnya stok makanan berkurang.

Pemerintah Papua Nugini telah mengumumkan keadaan darurat di wilayah terdampak gempak sejak pekan lalu. Namun potensi bencana selanjutnya masih belum bisa diketahui. Sampai para petugas dan pihak berwenang dapat menyelesaikan investigasi serta peninjauan.

2. Kondisi jalan amblas dan ikut longsor

Sebuah laporan Progam Pangan Dunia untuk PBB menyatakan kemungkinan ada 465 ribu orang terdampak gempa. 143 ribu di antaranya membutuhkan bantuan kemanusiaan dan 64 ribu orang dilanda kekhawatiran kekurangan makan.

Direktur Program CARE International di PNG, Anna Bryan, mengatakan data yang menyebutkan untuk saat ini kesehatan dan kebersihan masyarakat menjadi perhatian penting. Bryan mengatakan sungai yang terimbun longsor membuat genangan air yang tercemar oleh lumpur dan bakteri. Sehingga menimbulkan ancaman penyakit.

Karena akses darat tidak bisa ditempuh, bantuan telah coba disalurkan lewat udara menggunakan pesawat terbang. Namun belum diketahui apakah penyaluran bantaun itu berhasil dan menjangkau semua orang yang membutuhkan.

3. Bukan hanya takut kehabisan makanan, warga semakin panik karena gempa susulan terjadi sejak Sabtu (3/3/2018)

Selain ketakuan kekurangan makanan, warga semakin panik setelah adanya gempa susulan (3/3/2018). Pasalnya gempa hampir terjadi setiap dua jam sekali. Seorang perawat di Rumah Sakit Umum, Mendi, mengatakan pada Minggu (4/3/2018), gempa susulan perlahan menurun.

Selain pemerintah, perusahaan energi, ExxonMobil telah menyumbangkan 1 Juta USD untuk aksi kemanusiaan. Sementara Perusahaan Minyak Santo akan menyumbangkan 200 ribu USD untuk membantu agen di Papua Nugini sebagai bantuan bencana, dan sumbangan 1 Juta USD yang telah diberikan pada Rumah Sakit Provinsi Hela.
_______________
Baca berita terkait berikut ini:
  1. ULMWP Minta, agar Rakyat West Papua untuk Memberikan Belasungkawa Terhadap Warga PNG yang Terkena Dampak Bencana Gempa
  2. Pasca-Gempa 7,5 SR, Papua Nugini Terbitkan Status Darurat
  3. ULMWP Turut Berbelasungkawa atas Bencana yang Dialami Masyarakat Melanesia di Papua Nugini 

Copyright ©IDTimes "sumber"
Hubungi kami di E-Mail: [email protected]

Post a Comment

 
Top
close