0
Pergantian Nama Jembatan Holtekamp Dapat Sorotan
Foto: Legislator Papua yang membidangi Pemerintahan, Politik, Hukum dan HAM, Emus Gwijangge.
Emus : Stop Bawa Nama-Nama dari Luar Papua
Jaypura -- Pergantian nama jebatan Holtekamp mendapat soroton dari Legislator Papua yang membidangi Pemerintahan, Politik, Hukum dan HAM, Emus Gwijangge.

Pasalnya, pergantian yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura secara sepihak dikhawatirkan akan menimbulkan pro dan kontra.

Untuk itu Emus meminta, harus duduk bersama dan membicarakan terlebih dahulu bersama stakeholder di kabupaten/kota hingga Provinsi dengan melibatkan para tokoh adat setempat.

"Saya tidak setuju kalau nama jembatan Holtekamp diganti Soekarnopura. Stop bawa nama-nama dari luar Papua," kata Emus saat di komfirmasi melalui via teleponnya, Jumat (23/3/18).

Bahkan tandas Emus, mestinya ada berbagai tahapan yang harus dilakukan. Pemprov Papua, DPR Papua, dan DPRD Kota Jayapura harus dilibatkan.

"Tidak bisa Pemkot Jayapura mengusulkan secara sepihak ke kementerian, " tandas Emus.

Menurutnya, sah-sah saja Pemkot Jayapura mengusulkan pergantian nama, tapi harus dibicarakan hal ini dulu dengan mengundang stakeholder yang ada di kabupaten/kota hingga provinsi.

...Baca ini: 95% Rakyat West Papua Mau Merdeka

Dikatakan, walaupun ini hanya jembatan, tapi perlu diingat bahwa, pembangunannya bersumber dari tiga anggaran yakni APBN, APBD Provinsi Papua, dan APBD Kota Jayapura.

"Jembatan ini ada di Port Numbay, kenapa tidak pakai nama Port Numbay saja, atau BTM karena Benhur Tomi Mano (BTM) anak asli Port Numbay pertama yang menjabat wali Kota Jayapura," usulnya.

Namun ia juga menyarankan, nama lain untuk digunakan. Seperti nama misionaris, penginjil gereja yang berjasa untuk orang Papua atau tokoh-tokoh Papua, khususnya Port Numbay.
"Ingat Papua ini punya Undang-Undang Otonomi Khusus, leg spesialis," tekan Emus


Copyright ©Pasific Pos "sumber"
Hubungi kami di E-Mail: [email protected]

Post a Comment

 
Top