0
OAP di Bunuh, Kekayaan Alam OAP jadi Nilai Tawar
Foto : Demonstrasi Papua Merdeka di New Zealand, Kemarin (19/03/2018).
OPINI -- Papua merupakan daerah yang terluas melebihi dua kali lipat pulau Jawa dan memiliki beragam potensi yang bernilai ekonomis mulai dari hasil tambang, emas, minyak bumi, gas, hasil hutan, hasil laut dan beragam sektor pariwisata dan merupakan tempat yang strategis bagi proses pedagangan dunia dan menjadi tempat strategi bagi Indonesia dari segi politik dalam hal ancaman dari luar.

Dengan adanya berbagai potensi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi berbagai negara untuk memperebutkan Papua dan atau berinvertasi di tanah Papua.

Presiden republik Indonesia Joko Widodo telah berkunjung ke New Zealand, senin kemarin dan melakukan berbagai macam pertemuan dengan pemerintah New Zealan namun, dalam pertemuan ini Indonesia lebih melakukan pendekatan ekonomi dan pembahasan isu Papua dan berbagai pertemuan lainnya.

Namun ada hal-hal yang aneh dan menarik yang terjadi yang akan diulas secara singkat terkait perjalanan Presiden Indonesia dalam kunjungan kenegaraan ke New Zealand.

Jokowi di Sambut Dengan Demo Papua Merdeka

Dalam kunjungan kenegaraan kali ini lagi-lagi presiden Indonesia di sambut dengan demo terkait dukungan terhadap kemerdekaan bangsa Papua oleh masyarakat New Zealand yang pro kemerdekaan bangsa Papua.

Demostrasi Papua merdeka yang di lakukan sebagaimana banyak di publis di berbagai media sosial salah satunya seperti, facebook bahwasannya saat penyambutan kedatangan presiden Jokowi beserta rombongannya selain disambut dengan nyayian lagu-lagu nasional Indonesia dan umbul-umbul bernuansa Merah-Putih terlihat dalam video singkat tersebut bahwa adalah sekitar ratusan masyarakat New Zaeland membentangkan bendera nasional bangsa Papua Bintang Fajar atau Bintang Kejora bendera nasional Papua New Guinea beserta teriakan suara PAPUA MERDEKA.. !!

(Klik disini untuk melihat videonya : Video Jokowi di sambut Bintang Kejora)

Berdasarkan peristiwa ini dapat di simpulkan bahwa :
Persoalan Papua bukan persoalan individu/Personal, persoalan rakyat Papua atau persoalan nasional Indonesia melainkan persoalan yang sudah menjadi persoalan masyarakat internasional.
Sekalipun dalam aganda kenegaraan resmi namun, negara New Zeland Memberikan sebuah pelajaran yang berarti kepada Indonesia yang dikenal dengan negara demokrasi terbesar ketiga di dunia saat ini tentang nilai demokrasi itu sendiri.
Dengan peristiwa diatas mengingat kepada presiden Indonesia Jokowi bahwa, ada persoalan yang belum diselesaikan sehingga harus diselesaikan yakni persoalan hak penetuan nasib sendiri atau bangsa Papua.

Pertemuan Jokowi dan Pemerintah New Zealand

Dalam kunjungan bilateral atau kunjungan antar negara yang dilakukan oleh presiden Jokowi tentu banyak hal yang di lakukan dan di bicarakan bersama pemerintah New Zealand sebagai mana berita yang dimuat dalam media online satuharapan.com edisi senin, 19 maret 2018 bahwa, Indonesia bicara terkait ekonomi dan persoalan Papua termasuk hal berkumpul, berserikat dan berpendapat.

namun ada beberapa hal menarik yang terjadi disini yang menimbulkan berbagai pertanyaan seperti, yang pertama, para wartawan disuruh keluar meninggal ruangan di saat presiden Jokowi hendak berpidato.
Pertemuan bilateral ini merupakan salah satu agenda Jokowi hari ini setelah tiba di Selandia Baru kemarin (18/03). Tidak seperti lazimnya kunjungan pemimpin negara lain, seusai pertemuan bilateral tidak ada konferensi pers. Wartawan juga diminta meninggalkan ruangan saat Jokowi memulai pidato pembukaan pada pertemuan itu. (Satuharapan.com)
yang kedua, Perubahan agenda pembicaraan yang setelah sebelumnya dalam jumpa pers di katakan bahwa, akan lebih membahas terkat persoalan kebebasan berkumbul, berserikat dan berpendapat dan kebebasan pers asing di Papua namun, berubah lebih pada ekonomi dan perdagangan.

Ardern memulai pertemuannya dengan Jokowi dengan memusatkan perhatian pada potensi ekonomi atau lebih banyak perdagangan, namun sebelum pertemuan itu, kepada wartawan ia mengatakan akan mengangkat isu HAM. (Satuharapan.com)

dan yang ketiga, tidak diberlakukan konferensi pers dalam pertemuan bilateral ini.
Tentang tidak adanya konferensi pers, Ardern mengatakan sebagian penyebabnya adalah karena faktor logistik tapi juga diputuskan setelah konsultasi kedua belah pihak.(Satuharapan.com)
Dengan ini dapat disimpulkan bahwa :
  1. Negara Indonesia menunjukan sikapnya yang sebenarnya adalah anti demokrasi.
  2. Terlihat ada upaya untuk menghindari berbagai pertanyaan terkait persoalan-persoalan di Papua yang selama ini ditutup-tutupi oleh negara. namun, semakin membuka lebar ketidakpercayaan dunia internasional terhadap negara Indonesia terkait persoalan demokrasi khususnya di Papua.

Pertemuan Jokowi dan Bersama Mahasiswa dan Dosen

Selain presiden bersama dengan rombongan melakukan agenda resmi dalam pertemuan bilateral, mareka juga melakukan pertemuan atau diskusi bersama dengan para mahasiswa dan dosen asal Papua disana. Ada beberapa persoalan yang mereka diskusikan disana diantaranya, yang pertama, Jokowi di puji dan diapresiasi oleh dosen dan mahasiswa di sana atas pembangunan.
Lebih jauh, Marvey Ayomi, menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah yang fokus pada pembangunan di Papua. (Satuharapan.com)
Kedua, Jokowi menyampaikan beberapa proyek pembangunan diantaranya jalan, jembatan airport, pelabuhan, dan lain sebagainya.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden menjelaskan bahwa saat ini pemerintah tengah membangun infrastruktur di Papua. “Membangun jalan, jembatan, airport, pelabuhan supaya daerah yang terisolasi terbuka,” ucap Presiden. (Satuharapan.com)
Dengan ini dapat disimpulkan bahwa :
  1. Jika, dihubungkan dengan pembahasan yang sudah diulas terkait dukungan rakyat New Zealand terhadap perjuangan bangsa Papua di atas sangat berbanding terbaik sebab, yang memiliki persoalan adalah Orang Asli Papua dan yang mau merdeka adalah Orang Asli Papua.
  2. Mahasiswa dan para dosen yang menempuh pendidikan secara sadar dan tidak sadar digiring dengan isu pembangunan tanpa melihat dan atau mengkritisi dari persoalan objektif yang menimpah rakyat Papua.

    Dengan ini muncul sebuah pertanyaan Pembangunan yang dibicarakan untuk siapa (?) sedangkan, rakyatnya terus dibunuh dengan berbagai macam cara (?), Siapa yang menginginkan pembangunan dan infrastruktur (?) Demi kepentingan siapa pembangunan dan infrastruktur (?) bukankah demi kepentingan para investor kapitalis global untuk menyentuh sendi-sendi potensi kekayaan alam Papua yang berlimpah (?)

Kesimpulan Umum

Dengan ini dapat disimpulkan sebagai berikut :
  1. Menjadi peringatan bagi Indonesia bahwa persoalan Papua adalah salah persoalan yang telah mendunia.
  2. Indonesia telah dalam posisi tertekan dan ketakutan terkait isu Papua hingga, terus berupaya menggiring isu dengan pendekatan ekonomi dan perdagangan.
  3. Indonesia yang dikenal negara demokrasi ketiga telah menunjukan dirinya yang anti demokrasi.
  4. Potensi ekonomis di Papua menjadi nilai tawar di atas penderitaan dan air mata darah OAP.
  5. Segalah program pemerintah terutama yang di peruntukan oleh orang Papua khususnya generasi mudah adalah upaya untuk mengalihkan fokus perhatian untuk tidak melihat dan menyuarakan persoalan objektif di Papua dan selain itu dipergunakan sebagai bahan kampanye untuk mempertahankan Papua dalam bingkai NKRI dan terus melakukan upaya kolonialisasi dan mengeruk habis potensi kekayaan OAP.

Saran

Dengan tulisan singkat ini kiranya dapat menjadi acuan bagi kita sekalian untuk mengenal diri dan terus jeli melihat berbagai dinamika yang menimpa tanah ini dan terus bersuara secara kritis.

Penutup

Tulisan ini merupakan opini pribadi yang kiranya dapat bermanfaat bagi kita bersama. dan yang perlu diketahui oleh kita bersama sebagai orang asli Papua bahwa, Tidak Ada Kehidupan Bersama NKRI (kutip Dr. Benny Giyai_ Tokoh Gereja Papua), Indonesia itu penipu dan pembohong yang sudah memang secara kultural.(Kutip, Ibrahim Peyon_ Antropolog Papua).

Berita lengkap yang di muat oleh satuharapan.com terkat perjalanan Jokowi ke New Zealand yang menjadi referensi :

Lihat juga : Demo Papua Merdeka Menyambut Jokowi, Pigai: Ini Akibat Kesalahan Sendiri
________________________________
Di tulis Oleh : Okama Huwi (Penulis adalah Masyarakat Papua, di Baliem)


Copyright ©Majalah Balim "sumber"
Hubungi kami di E-Mail: [email protected]om

Post a Comment

 
Top