0
Aktivis West Papua di PNG terhadap O'Neill dan MSG
Fred Mambrasar.
Port Moresby -- Tanggung jawab untuk mengabulkan West Papua menjadi status keanggotaan penuh sekarang berada di tangan Perdana Mentri PNG yang kini telah menjadi ketua MSG baru, yakni Peter O'Neill.

Hari ini (14/2), aktivis Free West Papua Campaign di Papua Nugini meminta O'Neill untuk membuat sebuah catatan sebagai Perdana Menteri PNG secara resmi menangani masalah West Papua dan memberi mereka (ULMWP) keanggotaan penuh.

"Kami berterima kasih kepada Perdana Menteri Peter O'Neill karena telah mengundang pemimpin Persatuan Gerakan Pembebasan West Papua (ULMWP), Benny Wenda, ke pertemuan MSG, dan memberinya akses ke negara tersebut," kata Philip Kepan, Sekretaris Jenderal Koalisi LSM PNG.

"Namun, kami kecewa karena pertemuan penting ini tidak mendapat publisitas yang cukup.

"Bagi kami, semuanya dilakukan dalam kerahasiaan, dan kami merasa bahwa hak akses public kami untuk telah dirampas."

...Baca: Keanggotaan Penuh ULMWP di MSG 

Kepan berbicara kepada media hari ini diapit oleh Pemimpin Free West Papua Campaign di PNG, Fred Mambrasa, dan Steven Andambo, pemimpin LSM Millennium Good Governance Inc.

Andambo mengatakan: "West Papua adalah kasus khusus; Ini terjadi kembali 40 tahun, sejak 1961 dan sejak itu lebih dari 500 ribu orang telah terbunuh, diperkosa, dibunuh.

"Kami melihat kemajuan ketika West Papua diberi status Pengamat pada tahun 2016. Kini, Wenda telah diizinkan masuk ke PNG untuk MSG.

"Perdana Menteri PNG diminta oleh mantan Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, untuk membantunya menangani kasus West Papua.

...Simak ini: PM Papua Nugini, Peter O'Neil Menyambut Baik Kehadiran Delegasi ULMWP di Port Moresby 

"Perdana Menteri O'Neill sekarang memiliki kekuatan untuk mempengaruhi langkah selanjutnya menuju kemerdekaan West Papua," kata Mambrasa.


Posted by: Admin
Copyright ©Loop PNG "sumber"
Hubungi kami di E-Mail: [email protected]

Post a Comment

 
Top
close