1
Buchtar Tabuni: Saya Berjuang untuk Mendirikan Negara West Papua Tanpa Meniru Sistem Politik Negara-Negara Kapitalis, Imperialis dan Sosialis (ala barat)
Foto: Buchtar Tabuni (sebelah kanan). Ia sedang memimpin Sidang Parlemen Nasional West Papua (Nieuw Guinea Raad) di West Papua.
Port Numbay, Tabloid WANI -- Beberapa waktu yang lalu, wacana sindiran maupun tuduhan oleh oknum aktivis/pejuang Papua Merdeka telah terjadi terhadap Ketua Parlemen Nasional West Papua (PNWP) Tn. Buchtar Tabuni.

Kelompok ini mereka membangun wacana dan menuduh Buchtar mendorong untuk mendirikan Negara West Papua menjadi Negara "Kesukuan, Primitif, Sukuis, Adatis, Papuais dan sindiran lainnya", namun Buchtar tidak begitu serius meresponnya, karena wacana gosip dan tuduhan itu tidak benar, yang hanya dapat merugikan berjalannya perjuangn Papua Merdeka.

Buchtar Tabuni melalui akun halaman Facebook resminya menegaskan, dirinya dalam Parlemen Nasional West Papua (PNWP) (Nieuw Guinea Raad) sama sekali tidak mendorong untuk mendirikan negara "kesukuan".

"Maaf, saya tidak berjuang untuk mendirikan Negara "kesukuan". Saya berjuang untuk mendirikan negara West Papua" tegas Buchtar menaggapi tuduhan itu (2/06/2017).

Buchtar Tabuni menulis, Ia tidak berjuang meniru system politik negara-negara lain, apalagi meniru system negara-negara Kapitalis, Imperialis dan Sosialis (ala barat), itu sama sekali 'tidak!.

"Saya tidak berjuang untuk meniru sistem politik negara Kapitalis, Imperialis dan Sosialis (ala barat)" tegasnya.

Menurut Buchtar, dalam perjuangannya, Ia lebih menghormati system politik masyarakat adat dari semua suku yang ada di Papua agar dapat berdiri sesuai dengan masing-masing systemnya masyarakat setempat demi menyelamatkan Manusia beserta seluruh Komunitas Makhluk hidup di Papua dari segalah macam ancaman global bagi West Papua.

"Saya berjuang untuk bangsa Papua harus berdiri atas sistem politik masyarakat adat Papua dari setiap suku itu sendiri. Pemerintahan adat Papua dari setiap suku itu sendiri, Jika benar-benar kita mau selamatkan manusia dan segala makhluk yang ada di Papua dari ancaman internal dan eksternal" papar Tabuni.

Dengan demikian, maka kecil kemungkinan terjadi adanya ancaman Kapitalisme, Imperialisme di West Papua. Karena setiap suku akan berlindung dibawah systemnya masyarakat adat setempat.

"Kalau sudah begini, matilah kau Kapitalis, matilah kau Imperialis, karena ko su (sudah) tidak ada jalan menjadi binatang rakus di Papua" tegas Buchtar Tabuni.

Ia menambahkan, sosialisme di Papua tidak akan muncul sebagai solusi untuk menentang dua binatang (Kapitalis dan Imperialis) yang saya maksud diatas, #Bravo nasionalisme Papuan.
_________________
Baca juga postingan yang berkaitan, berikut ini:
  1. Empat Strategi Ini yang Sedang Digunakan oleh Kolonial Indonesia untuk Menghancurkan Nasionalisme Papua
  2. Buchtar Tabuni: "Kepala Suku Bukan Kapitalis, Imperialis dan Borjuis"

Posted by: Irikngga
Copyright ©National Parliament of West Papua | Buhctar Tabuni | Tabloid WANI "sumber"
Hubungi kami di E-Mail: tabloid.wani@gmail.com

Post a comment

  1. Siap komandan kami mendirikan negara west papua tanpa niru meniru
    Dgn kemampuan sendri kami orang papua

    ReplyDelete

 
Top
banner