Kejahatan di Papua Menjadi Keprihatinan Gubernur

Share Story

Kejahatan di Papua Menjadi Keprihatinan Gubernur
Gubernur Papua Lukas Enembe saat menerima cinderamata – Foto: Alex.

Jayapura — Kejahatan yang masih sering terjadi di Papua menjadi keprihatinan Gubernur Lukas Enembe. Ia mengaku tingkat kejahatan berupa kekerasan dalam rumah tangga, narkoba, HIV/AIDS, miras, pembunuhan, masih sering terjadi.

“Ini harus diakukan agar orang Papua memiliki rasa takut kepada Tuhan dan menjauhkan diri dari tindak kejahatan, sebab saat ini banyak orang asli Papua yang mati karena minuman keras,” ujar Enembe saat menghadiri ibadah syukuran dan peresmian gedung Gereja Pekabaran Injil Jalan Suci, Cabang Kota Jayapura, Rabu (13/12/2017).

Pada kesempatan itu, Enembe meminta para hamba Tuhan dan pimpinan gereja di Tanah Papua, meningkatkan pelayanan dan pembinaan umat, khususnya orang asli Papua.

Menurut dia selama empat tahun lebih dirinya memimpin Papua bersama Klemen Tinal, telah menetapkan kebijakan dan menganggarkan dana yang bersumber dari alokasi dana Otsus membantu lembaga keagamaan, guna menunjang pelayanan dan pembinaan bagi umat Tuhan.

“Untuk itu, pembinaan umat harus dilakukan sejak dini guna menekan tingginya angka kejahatan di Papua,” kata Enembe menjelaskan.

Pada tahun 2013, ia menetapkan peraturan daerah khusus nomor 15 tahun 2013 tentang Pemberantasan Minuman Keras di Papua. Ia berharap hamba Tuhan dan pimpinan gereka dapat mensosialisasikan dilingkungan daerah pelayanan masing-masing. (*)

Copyright ©Tabloid JUBI “sumber”
Hubungi kami di E-Mail: tabloid.wani@gmail.com

Tags

Share Article

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Related Posts

This is articles having same tags as the current post.