Dunia ini Tak Bershabat!

Share Story

Dunia ini Tak Bershabat!
Gambar: Ist.

TAPI KAULAH YANG HARUS BERSAHABAT DENGAN DIA!

Hidup di dunia ini berarti berenang di benua persoalan-persoalan. Dan persoalan-persoalan itu tidak akan pernah habis. Dan kalaupun habis, dia tidak akan pernah berlalu. Karena kita ada di dunia.

Dunia ini juga tidak pernah punya jawaban-jawaban untuk Anda dan saya. Yang dia punya hanyalah pertanyaan-pertanyaan. Dan sialnya, kita yang dilahirkan ke dunia inilah yang disuruh menjawabnya.

Karena itu, adalah tugas manusia, yaitu Anda dan saya, untuk memecahkan persoalan-persoalan itu, dan menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.

Tetapi jangan pernah bermimpi sedikitpun, bahwa dengan menyelesaikan satu persoalan, dan dengan menjawab satu pertanyaan, maka persoalan dan pertanyaan itu tuntas. Jangan dulu !

Karena pemecahan Anda, dan jawaban Anda akan, harus, pasti, secara otomatis justeru melahirkan persoalan dan pertanyaan baru. Begitu dan seterusnya.

Dasar kita hidup di bola bumi yang tidak punya ujung dan pangkalnya.

Benar, hidup di dunia ini berarti hidup di tengah-tengah, di dalam, di atas, di bawah, dan sebagai persoalan-persoalan dan pertanyaan-pertanyaan, dan bukan sebaliknya. Jangan sampai kita salah di sini !

Tetapi kita manusia, kita tidak menyerah sebatas itu. Kita punya akal, pikiran, dan perasaan. Senjata kita lengkap untuk menghadapi dan bertahan atas persoalan-persoalan dan pertanyaan-pertanyaan itu.

Moga-moga, tiga kunci praktek kolonialisme (imperialisme) dan empat muslihat penjajah serta satu alat pendukung muslihat penjajah ini membantu kita membuka mata hati dan berjuang terus untuk tetap survive dan selanjutnya terus maju ; Tetapi jangan salah, bukan menang!

Menjadikan persoalan-persoalan dan pertanyaan-pertanyaan itu bukan sebagai rintangan, melainkan sebagai batu loncatan untuk terus maju ;

Membela HAM, Demokrasi, dan supremasi hukum, yaitu kebenaran mutlak, keadilan abadi dan kasih sejati bagi tanah air bangsa Melanesia, kalau bukan untuk planet bumi kita. Paling tidak begitu ![1]

[1] Ungkapan suara hati, Penghibur bagi Pejuang Kemerdekaan dan Kebebasan Bangsa-Bangsa.

By. S. KAROBA – atas insiprasi pagi ini, 20 Mei 2002, tepat 00:00 AM, HUT Kemerdekaan Bangsa Melanesia di Timor Lorosa’e, dari Kota Gudeg & Kota Studi Java. Hidup bangsa Melaneseia! Hidup Tomor Lorosa’e! Huree Demokrasi! Kemenangan buat HAM! Tegaklah Supremasi Hukum! Miss You: State Terrorism and State Crime Against Humanity!!!
___________________________


Baca berikut ini: 

  1. Apa itu Demokrasi Kesukuan?
  2. Demokrasi Kesukuan dalam Era Sejarah Manusia

Posted by: Admin
Copyright ©Papua Press | PMNews | Tabloid WANI “sumber”
Hubungi kami di E-Mail: tabloid.wani@gmail.com

Tags

Share Article

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Related Posts

This is articles having same tags as the current post.