Fokus WPNCL Pada Rencana Menuju PBB

Share Story

Port Numbay, Tabloid WANIKoalisi Pembebasan Nasional untuk West Papua (WPNCL) mengatakan, aspirasi dekolonisasi difokuskan pada tindakan menuju Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN).

WPNCL adalah salah satu dari beberapa anggota Persatuan Gerakan Pembebasan untuk West Papua yang tergabung dalam (ULMWP), yang mendorong negosiasi yang difasilitasi secara
internasional dengan Indonesia mengenai status politik West Papua.

Berbagai
masyarakat sipil Papua, Gereja dan Pemimpin Adat beberapa waktu yang lalu bertemu dengan
presiden Indonesia Joko Widodo bulan lalu, tentang perlu adanya dialog
mengenai masalah West Papua.

Namun, Hak Penentuan Nasib Sendiri tidak diharapkan untuk menjadi agenda dialog, di mana Gerakan Pembebasan tidak dilibatkan.


Baca juga: (Andy Ayamiseba : Dewan Komite ULMWP Dengan Tegas Menolak Agenda Dialog Jakarta-Papua)


Ketua WPNCL, Andy Ayamiseba mengatakan bahwa, Gerakan tersebut menolak dialog
langsung dengan Jakarta, karena menganggap Indonesia merupakan penjajah
ilegal di West Papua.

Andy Ayamiseba.

TRANSCRIPT PERCAKAPAN:


Andy Ayamiseba: Jadi jika kita berdialog dengan penghuni ilegal, itu berarti
kita mengakui kedaulatan Indonesia atas West Papua, yang berselisi saat ini.
Jadi kami menolak tawaran dialog dengan Jakarta. Kami akan mengikuti roadmap kami untuk melepaskan isu tersebut
dan (menuju penentuan nasib sendiri Papua) kembali ke komite dekolonisasi PBB (UN).



Johnny Blades: Apakah itu tentang proses dimana West Papua dimasukkan ke dalam Indonesia ini?

Andy Ayamiseba: Ya, itu benar, Karena kita adalah corong aspirasi rakyat West Papua. Jadi kita harus berdiri pada apa yang telah diinstruksikan oleh rakyat untuk kita lakukan. Kita tidak bisa berdialog dengan Jakarta yang mencoba membuat kita percaya itu jalan yang benar. Kami menentang pemberantasan ilegal West Papua ke Indonesia. Itulah yang kita menantang saat ini. Kami memiliki peta jalan pada saat ini, di mana segala sesuatunya harus kembali ke tempat asalnya. Sebelumnya, kami terdaftar di komite dekolonisasi, dan melalui proses ilegal, entah bagaimana kami dipindahkan ke Indonesia. Jadi kita menantangnya sekarang. Kami juga menantangnya melalui cara hukum – tidak hanya secara politis, tapi juga melalui cara legal.

Johnny Blades: Dimana, Apakah ini di ICJ (Pengadilan Internasional)?, atau Dimana jalan hukumnya?

Andy Ayamiseba: Di situlah Pengacara Internasional untuk West Papua (masuk).

Johnny Blades:  Apakah ada kasus hukum?

Andy Ayamiseba: Ya, akan ada kasus hukum, kita harus membenarkannya kepada PBB, jadi
kita bisa bertindak atas dasar pendapat hukum yang diberikan oleh
Pengadilan Internasional.


Johnny Blades:  Apa yang Anda rasakan tentang suasana hati saat ini di masyarakat
internasional tentang West Papua, apakah menurut Anda ini telah berubah
selama ini?



Andy Ayamiseba: Ya.. saya pikir kita mendapatkan momentumnya, sementara Indonesia sudah mencapai langit-langit. Mereka tidak bisa melangkah lebih jauh dari tempat mereka sekarang. Kami mendapatkan momentum. Kami telah mengangkat isu ini di seluruh dunia, jadi kami hanya menunggu prosesnya yang sedang berjalan. Saya
percaya bahwa Koalisi negara-negara Pasifik untuk West Papua akan
menjelaskan bahwa (isu) di PBB pada pertemuan mendatang ini (Sidang Majelis Umum PBB dimulai minggu ini).

Baca berikut ini:

  1. Sidang Majelis Umum PBB ke-72 Telah Dimulai
  2. Dialog Jakarta-Papua Agenda Menghancurkan ULMWP Dan Dukungan Internasional
  3. Dialog Jakarta-Papua untuk Apa?

Posted by: Admin
Copyright ©Radio NZ | Tabloid WANI “sumber”
Hubungi kami di E-Mail: tabloid.wani@gmail.com

Tags

Share Article

2 Comments

  1. Setiap element perjuangan Papua Merdeka dari tiga faksi besar (WPNCL, NRFPB dan PNWP) telah bersatu dalam United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), dan agenda dari setiap mereka sudah diakomodir di dalamnya, sehingga fokus dukung kita harus tertuju pada ULMWP dan mendorong agendanya, terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Related Posts

This is articles having same tags as the current post.