Samuel Tabuni, Pemimpin Papua Harus Mengeluarkan Press Releasse ATas Hasil Pertemuan Dengan Presiden Joko Widodo

Share Story

Foto: Samuel Tabuni, Direktur PLI

Tabloid-Wani.com, Jakarta, 17 Agustus 2017, terkait dengan adanya toko Papua pertemuan khusus dengan Presiden RI, Ir.Joko Widodo di Istana Negara pada 17 Agustus 2017, maka Ia (Samuel) mengusul agar Pemimpin Papua yang bertemu dengan President Jokowi sebaiknya ada Press Release ke Media agar semua Warga Papua tahu dan ikuti apa saja yang dibahas terkait perkembangan Pembangunan di Tanah Papua.
Menurut Samuel Tabuni, Berikut ini persoalan-persoalan yang melilit Papua dan masa depannya di Indonesia:
1. Persoalan Pembangunan yg belum merata di semua daerah di Papua terutama pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Masalah Freeport yg menjadi penyebab awalnya komplikasi penyakit pembangunan di Papua, masalah korupsi yg marak di Papua, masalah aparatur birokrasi dan pelayanannya yg masih belum maksimal tangan pelayanan nya sampe ke pelosok dan pedalaman Papua, masalah pengawasan pemberdayaan dan pembangunan kampung yg dananya rawan dialihkan utk kepentingan politik pilkada. Masalah carut marut nya kehidupan demokrasi di Papua yg jg rawan penyalahgunaan kewenangan dan korupsi baik oleh para calon petahana, penyelenggara, pengawasan dan jajarannya. Begitu pula masalah (beer, bibir dan bor) yg jd penyebab maraknya penyebaran penyakit HIV/AIDS di Tanah Papua.

2. Kemudian diperburuk lagi dengan masalah Pelanggaran HAM yg belum usai terselesaikan dengan sungguh-sungguh diatas Tanah Papua.
3. Belum lagi adanya keinginan utk meneruskan Dialogue Jakarta-Papua semakin kencang di Tanah Papua. Tetapi belum jelas guidancenya. Bahkan banyak juga keinginan sebagian orang masih terus mendorong utk referendum ulang karena masalah politik masa lalu terkait PEPERA yg dianggap masih kabur.
4. Keadaan -keadaan di atas diperparah pula dengan implementasi UU OTSUS yang tiap tahun dievaluasi bahkan jelang berakhirnya masa anggaran Otsus pada 2026 tetapi situasi kondisi politik masih belum menunjukkan progress yg baik dari sisi pembangunan sistem kinerja aparatur dan penyusunan kebijakan yg benar-benar pro rakyat.
Semua gambaran di atas begitu kompleks dan belum sepenuhnya menjawab kebutuhan dasar terutama Orang Asli Papua (OAP) di usia RI yg hari ini memasuki 72 Tahun dan usia integrasi Papua yang sudah 48 Tahun ini.
Pertanyaan nya, siapa yang akan memfasilitasi dan menyelesaian semua Agenda diatas kalau semua pemimpin di Papua tidak bersatu dalam Jiwa dan Roh?
Setidaknya di usia usia yg sangat dewasa di atas, kita perlu semakin kuat bersatu dalam kebersamaan rasa solidaritas yang tinggi untuk membangun Papua menjadi lebih baik. Persatuan itulah kunci menata masa depan Papua menjadi lebih baik.
Saya tidak ingin kita terus berada dalam suatu proses yang hanya ingin asal bicara dan asal ketemu tapi pikiran kita tidak menyatu. Mari semua pemimpin kita di Papua, mari menjiwai semua persoalan di Tanah Papua dengan penuh arif dan bijaksana serta memiliki kekompakan sbg wujud tanggungjawab terhadap semua persoalan di Tanah Papua. Karena ini beban moril kita bersama terhadap semua persoalan di Tanah Papua.
Sedih dan kecewa melihat situasi ini seakan masyarakat Papua dikampung2 dan pesisir Pantai berjuang sendiri-sendiri.
Para Kepala Suku dan Ondoafi, Ondofolo di 7 Wilayah Adat berjuang sendiri-sendiri.
Para Pimpinan Agama di Tanah Papua berjuang sendiri-sendiri.
Para Politisi Gubernur, Bupati/Walikota dan DPR di Tanah Papua berjuang sendiri-sendiri.
Para tokoh Akademisi & tokoh intelektual di Tanah Papua berjuang sendiri-sendiri.
Para Pemuda dan Mahasiswa semua kota study baik dalam Negeri maupun di Luar Negeri berjuang sendiri-sendiri.
Lucunya, kita semua berjuang melawan penyakit yang sama dan sedang mencari dokter yang sama dan sama-sama menuju kerumah sakit yang sama.
Coba bangkitkan semangat yg dulu pernah ada dalam kekuatan Tim 100 untuk kembali digelorakan di atas Tanah Papua sebagi kontrol yang positif utk mengingatkan tanggung jawab semua pihak terutama pemerintah dalam rangka membangun Papua dgn hati. Itu pesan President Habibie saat merespon dgn hati keinginan rakyat Papua: “Saudara -Saudaraku Pulang dan Renungkanlah”. Singkat tetapi sangat dalam maknanya.
Happy Independence Day!
“Dirgahayu Republik Indonesia ke 72th”

“Negara yg Merdeka adalah Negara yg Melindungi Kelangsungan Hidup Setiap Warga Negara nya”
Samuel Tabuni
Papua Language-Institute

Posted by: Otis Tabuni
Copyright © Facebook Sprit of Nduga
Hubungi kami di E-Mail: tabloid.wani@gmail.com

Tags

Share Article

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Related Posts

This is articles having same tags as the current post.