0
Tokoh Gereja Papua Ampuni Pembakar Alkitab
Foto Ilustrasi:Ketua Umum Badan Pelayan Pusat Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua, Socratez Sofyan Yoman (kiri) saat melantik panitia kongres ke-XVIII PGBP, di lapangan terbuka, Makki, Lany Jaya, beberapa waktu lalu. (Foto: Socratez Sofyan Yoman)
Jayapura -- Jayapura sempat ricuh oleh insiden yang diduga merupakan pembakaran Alkitab oleh oknum tentara pada Kamis, (25/05) kemarin. Insiden itu telah menyebabkan tiga warga sipil mengalami luka yang diduga akibat terkena peluru nyasar aparat keamanan ketika melepaskan tembakan peringatan untuk membubarkan massa. Kapolres Kota Jayapura, AKBP Tober Sirait dan ajudannya juga dirawat di rumah sakit, karena sempat menjadi korban kemarahan massa.

Namun, sebagian besar umat Kristen Papua tidak turut terpancing. Walaupun peristiwa itu dianggap melukai perasaan umat dan merupakan salah satu bentuk penistaan agama, pembakaran Alkitab dipandang bukan alasan untuk melakukan pembalasan.

"Orang Kristen tidak menyembah Alkitab tetapi percaya dan menyembah Tuhan Yesus yang disampaikan melalui Alkitab itu," kata Socratez Yoman, Ketua Badan Pelayanan Pusat Gereja-gereja Baptis di Papua, kepada satuharapan.com lewat pesan singkat.

"Alkitab itu tidak perlu dibela. Kita diajarkan isi Alkitab untuk mengasihi dan mengampuni. Yesus berkata: Ampunilah mereka sebab tidak tahu apa yang mereka perbuat," tutur Socratez.

Dia menambahkan Alkitab dibakar tidak akan membuat kuasa Tuhan turut runtuh. "Kita hidup bukan untuk membela-bela Kitab Suci atau Alkitab. Kita diminta dan diajarkan melalui Alkitab untuk mengasihi musuh dan memperjuangkan keadilan dan menegakkan kebenaran demi perdamaian," lanjut dia.

Itu sebabnya ia meminta agar umat tidak reaktif dan sensitif atas insiden pembakaran Alkitab.

"Pada saat Yesus dicaci maki, diludahi, ditinju, diejek, sampai disalibkan, kaki dipaku, tangan dipaku, kepala dimakotai duri dan lambung ditikam, Yesus tetap memilih diam dan pancarkan kasih, pengampunan."


Menurut Socratez, bagi umat Kristen Papua, kasih tetap menjadi panglima untuk kebaikan semua, tanpa memandang agama dan latar belakang.

Hal yang sama disampaikan oleh Ketua Sinode Kingmi Tanah Papua, Pendeta Benny Giay. Ia mengatakan masyarakat Papua tidak terprovokasi dengan peristiwa tersebut. Menurutnya masyarakat Papua harus lebih cerdas dalam menyikapi situasi ini.

“Masyarakat Papua jangan terprovokasi. Alkitab itu untuk dipahami, dimengerti dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Benny.



Copyright ©Satu Harapan "sumber"
Hubungi kami di E-Mail: t[email protected]

Post a Comment

 
Top