Buchtar Tabuni: “Yang Menolak Agenda ULMWP, Itu Karena Dia Punya Kepentingan”

Share Story

The United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) - Persatuan Gerakan Pembebasan Nasional West Papua - Tabloid WANI
Ilustrasi: The United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) atau Persatuan Gerakan Pembebasan Nasional West Papua. Gambar: Doc. WANI.
Port Numbay, Tabloid WANI — “Siapapun anda, secara individu maupun organisasi yang menolak agenda politik dan agenda organisasi The United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) , berarti anda sekalian punya kepentingan lain di ULMWP, sehingga anda sekalian merasa terganggu atas semua agenda ULMWP”.

Hal ini diungkapan oleh Ketua Parlemen Nasional West Papua (PNWP) Buchtar Tabuni melalui postingan di halaman akun Facebook resminnya @BUCHTAR TABUNI, tertanggal (5/5/2017), tepatnya pada pukul 10:47 WIT.
Lanjut Ketua Parlemen Nasional West Papua ini mengajak kepada seluruh rakyat West Papua untuk turut terlibat dalam mendukung Internationally Supervised Vote for West Papua dengan cara memberikan tanda tangan pada petisi manual yang sedang dijalankan oleh panitia bersama Komite Nasional Papua Barat (KNPB) selaku media nasional West Papua di seluruh Papua.
“Pastikan dalam dua bulan kedepan, semua Orang Asli Papua (OAP) telah memberikan hak suaranya lewat petisi manual” paparnya di dinding Facebooknya.

Berikut ini screenshot postingan Ketua Parlemen Nasional West Papua, Buchtar Tabuni di akun halaman Facebooknya.

Baca juga berikut ini:
  1. Petisi “Internationally Supervised Vote for West Papua”
  2. Dua Agenda Dewan Komite ULMWP Tahun 2017
  3. Ketua PNWP, Buchtar Tabuni: 3 Agenda Persatuan Nasionalisme Bangsa Papua yang Sudah dan Harus Terjadi

Posted by: Irikngga
Copyright ©Tabloid WANI “sumber”
Hubungi kami di E-Mail: tabloid.wani@gmail.com

Tags

Share Article

2 Comments

  1. KRONOLOGI PAPUA PADA TAHUN 1960 – 1969 .KETIKA HAK-HAK POLITIK BANGSA PAPUA DIBERAKUS OLEH KOLONIAL.GENERASIHKU BULAN JUNI INI DAN TANGGAL-TANGGALBERSEJARAH YAITU DIBAWAH INI.Tanggal 4 Juni 1969. Di Biak, pejabat PBB menyaksikan proses seleksi pertama tambahan anggota Dewan Pepera.Tanggal 6 Juni 1969. Batas waktu yang diberikan oleh Indonesia sebagai akhir proses seleksi Dewan Pepera.Tanggal 7 Juni 1969. Kepala-kepala Kampung dan Kepala-kepala Suku daerah Enarotali kembali dari hutan ke kampung-kampungmasing-masing.Tanggal 13 Juni 1969. Ortiz Sanz menulis kepada Sudjarwo dan meminta agar dilakukan pemilihan ulang di daerah-daerah di mana tidak ada kehadiran pejabatPBB pada saat seleksi pertama anggota Dewan Pepera dilakukan.Tanggal 14 Juni 1969. Ortiz Sanz menulis kepada Rolz Bennett bahwa ia telah mendesak para pejabat Indonesia untuk memperoleh jaminan dari Belanda bahwa Belanda tidak akan mempersoalkan hasil tindakan penentuan nasib sendiri. Ia juga mengemukakan bahwa ia telah menawarkan untuk memperlihatkan kepada Sudjarwo`pada tataran pribadi’ bagian-bagian dari rencana laporannya kepada Majelis Umum PBB yang`mungkin kontroversial’.Tanggal 18 Juni 1969. Adam Malik mengklaim bahwa sesuai dengan persetujuan perbaasan antara Indonesia dan Australia, Australia wajib mengembalikan setiap orang Irian Barat yang menyeberang ke wilayah Australia.Tanggal 23 Juni 1969. Indonesia mengirimkan jadual tentang 9 (sembilan) kegiatan pelaksanaan ulang pemilihan anggota Dewanke Ortiz Sanz. Dalam kenyataaannya, PBB hanya menyaksikan pemilihan 6 (enam) kegiatan pelaksanaan ulang. Secara keseluruhan, PBB menyaksikan seleksi 195 orang dari total 1022 wakil masyarakat yang pada akhirnya terlibat dalam Tindakan Penentuan Nasib Sendiri.Tanggal 27 Juni 1969. Dewan Perwakilan Wilayah Papua dan New Guinea menyetujui resolusi yang berisi `keprihatinan yang mendalam’ terhadap rencana musyawarah Indonesia dan persetujuan yang diberikan PBB bagi rencana itu, dan bukannya sistem `satu orang satu suara.Tanggal 28 Juni 1969. Dewan Perwakilan Wilayah Papua dan New Guinea menetapkansuatu resolusi yang mengeritik Indonesia dan PBB yang mengabaikan hak-hak politik dan hak-hak manusia orang-orang Papua.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Related Posts

This is articles having same tags as the current post.