Buchtar Tabuni: Kolonial di Papua Tidak Hanya Kulit Putih Berambut Lurus
Ketua Parlemen Nasional West Papua (PNWP) Buchtar Tabuni.
Port Numbay, Tabloid WANI -- Ketua Parlemen West Papua (PNWP), Buchtar Tabuni mengatakan, orang Melanesia di West New Guinea (Papua) menjadi korban pembunuhan oleh militer Kolonial Indonesia TNI dan Polri karena ada Koloni Lokal yang sedang memperpanjang sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Papua.

Menurut Buchtar, yang dimaksud dengan Koloni Lokal adalah seperti Gubernur Papua dan Papua Barat, Bupati Wali Kota se-Tanah Papua, anggota DPR Provinsi Papua dan Papua Barat, DPR di Daerah maupun para Anggota MPR Provinsi Papua dan Papua Barat. Kolonial lokal tidak hanya itu, namun bagi orang asli Papua yang sedang berkampanye untuk maju jadi Gubernur, Buapti, Walikota, DPR dan MPR mereka juga termasuk dalam kategori "Kolonial atau Penjajah".

Hal ini dapat diakatakan karena, mereka ini yang sedang mempertahankan dan memperpanjang sistem NKRI di seluruh wilayah West New Guinea (Papua).

Baca ini: Tanggapan Dewan Komite ULMWP Buchtar Tabuni, atas Tuntutan Pemprov Papua Kepada Jakarta untuk Berdialog dengan ULMWP

Ketua Parlemen Nasional West Papua ini mengandaikan Ia mendapat kuasa sepenuhnya dari Tuhan Allah untuk seleksi manusia di akhir zaman. Sesuai daftar pada buku kehidupan, Tabuni mengadili pemerintah pusat dan orang Papua yang pernah menjadi pejabat NKRI.

"Saya minta buku daftar kehidupan kepada malaikat di surga dan mengadili semua orang asli Papua yang pernah menjadi pejabat NKRI di Papua, setelah itu saya adili pemerintah pusat, TNI dan polisi yang pernah bertugas di Papua dan membunuh orang Papua" paparnya melalui halaman akun Facebook resminya @BUCHTAR TABUNI (23/05/2017).

Ia menanyakan, sebagai manusia yang sama, dimanakah hati nurani para Kolonial Lokal ini ?.

Menurut Buchtar yang merupakan DPO oleh kolonial Indonesia ini mengatakan, seandainya Ia menjadi hakim pada saat akhir zaman, tidak ada perbedaan pengampunan dan jaminan bagi mereka. Baik mereka yang mantan aktivis Papua Merdeka maupun yang bukan aktivis Papua Merdeka.

Bagi mereka kolonial lokal pejabat Republik Indonesia, selamat berfoya-foya, tutupnya.

Berikut adalah postingan yang dilansir pada akun halaman facebook resminya.
Buchtar Tabuni: OAP yang Menjabat di NKRI adalah Kolonial


Posted by: Irikngga
Copyright ©Tabloid WANI "sumber"
Hubungi kami di E-Mail: [email protected]
 
Top