Pelayanan Publik di Dogiyai Macet

Share Story

Pelayanan Publik di Dogiyai Macet
Masyarakat adat Kabupaten Dogiyai. Gambar: (ist).
Paniai — Hingga triwulan pertama tahun ini tak ada pelayanan publik dan pembinaan masyarakat di Kabupaten Dogiyai.
Kepala Dinas Perindagkop Kabupaten Dogiyai, Andrias Gobay mengatakan, penyelenggaraan pemerintahan berakhir per 31 Maret 2017. Namun di kabupaten itu belum melakukan apa-apa.
Pihaknya yang menangani perdagangan dan perindustrian justru diam di tempat. Padahal, tahun sebelumnya program-program langsung bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Kami belum bisa buat apa-apa berhubung pelantikan dan pengukuhan, serta pembagian DPA tahun anggaran 2017 dikacaukan oleh okum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang memaksa kehendaknya,” katanya kepada Jubi di Paniai, Jumat (31/3/2017).
Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas kondisi tersebut. “Saya memohon dimaafkan. Kami berharap pihak kepolisian membantu plt. bupati agar roda pemerintahan berjalan lancar dan normal kembali,” katanya.
Ia juga mengharapkan kepada gubernur dan wakil gubernur ikut memantau hal tersebut agar proses pelayanan pemerintahan dan pembinaan kemasyarakatan berjalan normal.
Terpisah, Kepala Distrik Tigi Barat, Deiyai, Fransiskus Bobii mengaku, roda pemerintahan di kabupaten ini memang macet. Kepala-kepala Organisasi Perangkat Daerah ( OPD) tidak berada di tempat tugas untuk melayani masyarakat Deiyai.
“Para kepala OPD mengakui 17 OPD tidak berjalan karena DPA belum diserahkan kepada para kepala OPD,” ujarnya. 
Sementara, Bupati Deiyai, Dance Takimai mengakui keterlambatan tersebut lantaran menanti seleksi ASN enam OPD. “Kami masih menunggu seleksi enam OPD,” kata Dance. (*)
Copyright ©Tabloid JUBIHubungi kami di E-Mail: tabloid.wani@gmail.com

Tags

Share Article

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Related Posts

This is articles having same tags as the current post.