0
Tak Ada Guru, Lulusan SMP pun Mengajar di Manokwari Selatan
Ilustrasi para guru saat HUT PGRI beberapa waktu lalu - Dok. Jubi
Ransiki – Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), Papua Barat mengalami kekurangan tenaga guru, baik guru Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun Sekolah Menengah Atas (SMA).

Akibatnya lulusan SMP pun bisa mengajar untuk mengisi kekosongan ini.

Hal tersebut diakui penjaga salah satu sekolah di Ransiki, ibu kota Kabupaten Mansel, Rosmin.

Rosmin mengatakan dirinya juga terpaksa mengajar meski hanya lulusan SMP.

“Itulah yang terjadi sehingga kendati baru berusia seumur jagung Mansel pasti akan bangkit,” kata Rosmin.

Bupati Mansel, Markus Waran mengatakan terdapat 75 guru SD, 6 guru SMP dan 4 guru SMA yang mengabdi di kabupaten yang dipimpinnya ini.


Maka dari itu, pihaknya mempekerjakan guru kontrak dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan (STKIP) Manokwari.

Para guru kontrak tersebut berasal dari Mansel, sehingga mereka kelak kembali mengabdi ke daerah ini jika sudah menyelesaikan studinya.

“Mereka ini lulusan SMA asal Mansel sehingga. Kita karyakan mereka supaya setelah lulus dari universitas mereka sudah dapat kembali mengabdi,” kata Markus kepada Jubi di Ransiki, Kamis (3/11/2016).

Ia bahkan mengakui kabupaten ini menjadi “gudang guru” pada zaman zending (misi Protestan). Namun setelah peralihan kepada pemerintah terjadi kekurangan guru.

Ia enggan menyebutkan alasan kekurangan guru tersebut. Namun menurut dia hal itu tidak hanya terjadi di Mansel, tetapi juga di semua daerah di tanah Papua. (*)


Copyright ©Tabloid JUBI

Post a Comment

Silahkan beri KOMENTAR anda...!!! dibawa sini... :p

 
Top