0
Pabrik Tahu Usaha Orang Asli Papua Pertama di Lanny Jaya Diresmikan
Sekda ketika memotong tahu hasil produksi pabrik tahu Yalipok Mandiri. Foto: Ist
Tiom -- Kelompok Usaha Yalipok Mandiri menjadi kelompok usaha Orang Asli Papua (OAP) pertama yang berhasil mendirikan pabrik tahu di Kabupaten Lanny Jaya, Kampung Yalipok, Distrik Pirime. Pabrik tersebut diresmikan langsung oleh Sekda Kabupaten Lanny Jaya, Christian Sohiliat, Kamis (24/11/2016).

Kelompok usaha tahu yang dikelola oleh Tius Wenda ini adalah salah satu program yang didukung pemerintah kabupaten dalam menciptakan 1000 pengusaha asli Lanny Jaya.

“Ini merupakan contoh besar bagi semua masyarakat Kabupaten Lanny Jaya. Pemerintah punya target dapat 1000 pengusaha asli Lanny Jaya, dan hari ini kita dapat satu pengusaha luar biasa yang bikin sesuatu yang lain. Peternakan babi atau kelinci, bikin roti, bikin noken dan kerajinan anyam-anyaman itu biasa, tapi bikin tahu ini luar biasa. Ini kan sesuatu yang bukan kita punya kebiasaan,” tegasnya saat meresmikan usaha tersebut.

Tius Wenda yang merupakan Ketua Kelompok Yalipok Mandiri mengatakan produksi tahu dilakukan 2 kali dalam 1 minggu. Sekali produksi membutuhkan 25 kilo gram kedelai dan menghasilkan sekitar 300 potong tahu yang dijual Rp 4.000 per potongnya.

“Jadi sekali produksi kami memperoleh pemasukan sekitar Rp 1,5 juta. Pendapatan itu yang kami gunakan kembali untuk membeli bahan baku dan menggaji karyawan,” jelasnya.

Dia menambahkan selama ini kedelai yang digunakan masih kedelai impor, dengan harga per karungnya sekitar Rp. 450 ribu.

“(kedepan) Kami akan berusaha untuk bekerjasama dengan para petani di Lanny Jaya, sehingga bahan baku yang kami gunakan adalah kedelai lokal,” ungkapnya.

Di kesempatan itu Sekda Sohilait menegaskan adanya pabrik tahu tersebut telah membuka lapangan pekerjaan, menolong masyarakat khususnya yang ada di kampung Yalipok Distrik Pirime. Selain itu juga bisa menjadi contoh untuk daerah-daerah lain.

“Ini usaha yang luar biasa. Masyarakat yang selama ini bekerja sebagai petani bisa tanam kedelai sehingga digunakan untuk produksi tahu, termasuk juga kayu bakar untuk mendukung beroperasinya pabrik tahu.
Pemda akan memberikan bantuan,” ujarnya.

Dia berpesan agar menjaga kualitas produk tahu, sehingga produksi yang dihasilkan disukai masyarakat. Selain itu Sekda juga menekankan pentingnya memperhatikan pasar agar produksi yang dihasilkan pasti terjual.

Demikian juga ketersediaan bahan baku harus diperhatikan, lanjutnya, sehingga produksi bisa berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.(*)



Copyright ©Tabloid JUBIHubungi kami di E-Mail: [email protected]

Post a Comment

Silahkan beri KOMENTAR anda...!!! dibawa sini... :p

 
Top