1

Estimasi Penduduk Orang Asli Papua (OAP) dan Non Papua

Gambar Estimasi Penduduk Orang Asli Papua (OAP) dan Non Papua. Ist: Doc WANI
"Baca baik-baik dan SEBARKAN"
Tabloid-WANI, OPINI -- Setiap kapal putih masuk Papua bagian utara memuntahkan 2.000 an pendatang dari Jawa, Bali, Sulawesi, Sumatera, Kalimantan, Ambon, Maluku. Tiga (3X) kali seminggu kapal yang masuk berarti 6000 an. Kalau pesawat udara rata-rata 300 an penumpang pendatang sekali mendarat, dikali 10 (bahkan lebih) pendaratan berarti 3000 sehari, dan 21.000 seminggu. Artinya, dalam seminggi saja, migrasi penduduk luar ke Papua berkisar 27.000 (21.000+6000). Itu estimasi kasar, belum termasuk yang datang dengan kapal veri atau yang lewat laut selatan.

Coba lihat ini lagi:

Angka kematian orang Papua, di Wilayah adat Tabi saja berkisar 10 orang perhari (terbunuh atau mati karena peyakit), dikali tujuh wilayah adat berarti 70 orang sehari, seminggu 490 atau rata-rata 500 orang Papua mati. Angka kelahiran justru lambat, juga karena m angka kematian ibu dan anak yang paling tinggi di Papua.
Legitimasi publik di Papua ada di tangan orang pendatang saat ini. Artinya setelah "otsus pincang" berakhir 2025, jabatan publik (Gubernur, Bupati, Camat atau DPRD/DPRP) akan diambil alih para pendatang. Artinya, riwayat orang Papua yang hari ini malas tahu dengan perjuangan Papua Merdeka, dan tunduk jadi budak penjajah akan berakhir dengan cerita nostalgia semu. Artinya, apa pun usaha kita menjadi pelayan kolonial, sama sekali tidak berguna bagi masa depan Papua dan orang Papua kalau hari ini tidak pikir, apalagi berkontribusi bagi perjuangan Papua Merdeka.

Artinya, keselamatan orang Papua saat ini bukan berada pada seberapa banyak kekayaan yang harus dikumpulkan, atau seberapa tinggi pengetahuan yang dicari. Keselamatan orang Papua berada pada keputusan orang Papua untuk sadar, bersatu dan berjuang untuk Papua Merdeka, yakni berdaulat sebagai sebuah bangsa dan negara. Bukan nanti, karena kalau nanti kita sudah habis.

Orang Asli Papua sedang PUNAH #Kawan
Apakah kita harus membiarkan hal ini terus terjadi hinga tahun 2020 yang diprediksi jumlah manusia pribumi Papua (OAP) akan menurun hingga 20% di tanah sendiri, Papua itu. Atau, apakah kita harus terus sekolah untuk mempersiapkan SDM guna megelolah SDA kita di Papua ???.
Jika kita terus membiarkan hal ini terjadi, maka habislah sudah Orang Papua, dan sejarah akan mencatat bahwa orang kulit Hitam berambut Keriting pernah tinggal di Papua. #bahaya

Ayo, kita mendahulukan perjuangan Penentuan Nasib sendiri bagi kita Orang Asli Papua (OAP) menju kemerdekaan, sebelum terlambat !!!
Waktunya sekarang! Bergerak Bersatu dan Lawan!

"SEBARKAN"



Copyright ©facebook.com/victor.yeimo


Tanggapan anda, Silahkan beri KOMENTAR di bawa postingan ini...!!!

Post a Comment

  1. Pemerintah Provinsi Papua harus membuat satu regulasi PERDA untuk mencegah lajunya arus transmigrasi ke Papua..yang kedua buat PERDA tentang hak atas tanah,,baik secara komunal maupun individu...bila perlu tanah jangan lagi dijual.
    itu dari saya..terima kasih atas postingan ini...salam anak Malaynesia,,hitam kulit keriting rambut.

    ReplyDelete

Silahkan beri KOMENTAR anda...!!! dibawa sini... :p

 
Top