0
Nasib Damri Belum Jelas, Dikhawatirkan Pasar Mama-mama Terkena Imbas
Lokasi Perum Damri yang kini dibangun pasar mama-mama Papua.
Jayapura -- Anggota Komisi IV DPR Papua, komisi bidang infrastruktur, Lazarus Siep, SIP, MSi mengingatkan Pemerintah Provinsi Papua dan kementerian terkait segera mencari solusi lokasi untuk Perum Damri yang baru, lantaran kini lahan Perum Damri di Jalan Ahmad Yani, Kota Jayapura dipakai untuk pembangunan pasar permanen pedagang asli Papua. 

Ia mengatakan, hingga kini belum ada kejelasan dimana Perum Damri akan dibangun. Pembangunan yang direncanakan di lahan yang disiapkan pemerintah di Jalan Baru, Kotaraja, Kota Jayapura belum dilakukan. 

"Selain itu kalau tak salah, lahan di Jalan Baru itu masih bersengketa dengan pemilik ulayat. Damri sudah memberikan lahannya untuk pembangunan pasar mama-mama, kini mereka perlu mendapat kejelasan untuk lahan dan pembangunan kantor mereka," kata Lazarus Siep, Jumat (18/11/2016).
Menurutnya, pihak terkait perlu segera mencarikan solusi untuk Damri. Apalagi armada transportasi itu merupakan perusahaan dibawa BUMN. Ia khawatir, jika tak segera ada kepastian lokasi Perum Damri, akan berdampak pada lahan Damri yang dipakai sebagai lokasi pembangunan pasar mama-mama Papua kedepan.

"Saya khawatir itu. Jangan sampai lokasi Damri yang kini dipakai membangun pasar mama-mama Papua bermasalah kedepannya. Kalau itu terjadi, tentu mama-mama yang akan dirugikan," ucapnya. 

Katanya, ia akan membawa masalah lahan Damri itu dalam rapat internal komisi nantinya. Komisinya akan berupaya membahas hal tersebut. Jika dalam waktu dekat sudah tak ada waktu karena jelang sidang APBD Induk 2017, mungkin akan bahas diawal tahun. 

"Kalau memungkinkan, kami akan panggil pihak Damri dan pihak terkait lainnya membicarakan ini untuk mencari solusi. Kami akan seriusi ini," katanya. 
Hal yang sama dikatakan anggota Komisi IV DPR Papua lainnya, Thomas Sondegau. Ia mengatakan, selain khawatir akan berdampak pada pasar mama-mama Papua kedepan, politisi Partai Demokrat itu juga khawatir ketidak pastian lahan dan kantor untuk Damri, perpengaruh pada pelayanan kepada publik.

"Damri inikan angkutan untuk publik. Perusahaan ini dibawah BUMN. Damri sudah legowo memberikan lahannya, kini mereka juga harus diperhatikan dan dicarikan solusi," kata Thomas. (*)



Copyright ©Tabloid JUBI

Post a Comment

Silahkan beri KOMENTAR anda...!!! dibawa sini... :p

 
Top