0
Forkopmade se-Jaba Temui  Pemda Deiyai di Jakarta “Sama Rata, Sama Rasa”
Ilustrasi.
Jakarta, Tabloid-WANI -- Perwakilan dari Forum komunikasi pelajar dan mahasiswa Deiyai sejawa dan bali menemui tim pendataan dari dinas Pendidikan dan Pengajaran kab. Deiyai, di Jakarta selama dua hari, sabtu dan minggu (19-20 /11) Hotel Permai, Jalan Mangga Besar Raya di Jakarta.

Perwakilan dari mahasiswa deiyai se-jawa dan bali tumpangi di Jakarta untuk menemui tim pendataan dinas pendidikan dan pengajaran kabupaten deiyai selama dua hari. Mereka temui karena pihaknya koordinasi dengan ketua Forkopmade untuk menemuinya.

Tim pendataan yang datang di jakarta untuk meminta data mahasiswa adalah Kepala bidang pendidikan Menengah dan Perguruan Tinggi, Noktovia Pekei dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Komisi C yang membidangi Pendidikan/Kesehatan, Markus Mote.

Mahasiswa asal deiyai berfikir bahwa sebelumnya mereka laporkan ke pihak penghubung Jakarta-Papua untuk memfasilitasi agar datangkan Pemda Deiyai di Jakarta sehingga pemerintah daerah datang membawa dana Tugas Akhir dan Pemondohkan/Kontrakan. Namun, kenyataan tidak seperti yang di pikirkan oleh Mahasiswa Deiyai.

Di utarakan Ketua Forkopmade Derius Pekei, dalam pertemuannya bahwa kami mahasiswa deiyai sedikit kecewa atas tindakan dinas Pendidikan dan pengajaran kab. Deiyai. bukan saatnya untuk dinas utuskan tim pendataan untuk jalani mendata mahasiswa tetapi seharusnya dinas merealisasi dana. 

karena ada dana atas dasar data mahasiswa. Sehingga kami menyeruhkan dan mendesak kepada dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten deiyai bahwa untuk tahun ini. “ Sama Rata,sama Rasa” mentok 300 juta setiap kota studi sejawa dan bali.

Jika permintahan kami ini tidak di indahkan maka kami akan tndak lanjuti yang lebih rumit lagi dalam hal ini kami siap akan memalang kantor penghubung Jakarta-Papua atau lapor ke Komisi Penegak Korupsi “KPK” di Pusat atas dugaan korupsi karena Data, Fakta, dan Sumber kami sudah lengkap. Kata Pekei.

Sementara itu, Kepala bidang menengah dan Pergurruan Tinggi, Noktovia Pekei menyatakan kami hanya jalankan pendataan sesuai Surat Keputusan dari kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten deiyai. Karena waktu mepet dan beberapa minggu lagi buku mau tutup sehingga saya berharap supaya mahasiswa kumpul data, Katanya.

Dana Tugas Akhir dan Pemondohkan/kontrakan masih ada dan itu nyata bantuan pengirangan biaya namun untuk direalisasikan dana tersebut adalah sesuai dengan Data yang sudah dikumpulkan oleh mahasiswa Deiyai itu senidiri sehingga berharap mengumpulkan Data. Kami menyadari bahwa kesalahan besar ada pada Pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan.

Markus Mote, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Komisi C yang membidangi Pendidikan menyatakan bahwa kami baru ikuti dinamika pembagian dana di pulau sejawa dan bali. Persoalan dalam realisasikan dana tersebut kami baru alami. Dan sudah jelas bahwa fungsi dan kerja DPRD adalah Legislasi, berkaitan dengan pembentukan peraturan daerah Anggaran, Kewenangan dalam hal anggaran daerah (APBD) Pengawasan, Kewenangan mengontrol pelaksanaan perda dan peraturan lainnya serta kebijakan pemerintah daerah, Jelas Mote.

Dinas Pendidikan dan Pengajaran kabupaten Deiyai kaget dan bergerak setelah ada aksi dari mahasiswa Deiyai di Penghubung, Tahun ini 300 juta setiap kota studi sejawa dan bali, itu mentok dan kesepatan mahasiswa deiyai Sejawa bali. 

Jikalau permintahan kami tidak di respon positif maka, opsi terakhir memalang kantor penghubung dan Lapor KPK atas dugaan korupsi. Kami tunggu sampai tanggal 29/11. tanggal 30 mahasiswa akan tumpangi di jakarta untuk tindak lanjuti, tutur Gabby Ukago atas kesepatan mahasiswa deiyai sejawa dan bali.



Posted by: Mateus Tekege

Copyright ©Tabloid WANI

Post a Comment

Silahkan beri KOMENTAR anda...!!! dibawa sini... :p

 
Top