Otoritas Indonesia Sita Puluhan Awetan Burung Cenderawasih

Share Story

Otoritas Indonesia Sita Puluhan Awetan Burung Cenderawasih
Petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan menyita bulu burung Kasuari dan burung Cendrawasih Kuning Kecil (Paradise Minor) yang sudah diawetkan (Offsetan) di Kantor BBKSDA Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Rabu (12/10). Satwa langka dan dilindungi tersebut disita dari seorang pengantar atas nama Paisal, warga Makassar. Sebanyak 83 ikat bulu burung Kasuari dan 64 ekor Paradise Minor yang telah diawetkan dan akan dijadikan sebagai hiasan yang akan dikirim ke Jayapura melalui pengiriman jalur udara.
Makasar — “Otoritas Indonesia, Rabu (12/10), menyita puluhan burung cenderawasih yang diawetkan dari seorang kurir yang tidak mengetahui bahwa unggas tersebut merupakan spesies yang dilindungi,” kata pejabat.
“Kurir tersebut, mendatangi lembaga konservasi pemerintah di Provinsi Sulawesi Selatan untuk meminta izin mengirimkan ke-64 burung cenderawasih dan lebih dari 80 bundel bulu kasuari dengan angkutan udara,” kata Kepala Balai Besar Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sulsel Ir Dody Wahyu Karyanto, MM
Perusahaan kargo tersebut meminta kurir itu untuk mendapatkan surat resmi yang mengizinkannya untuk mengirim burung yang diawetkan dan bulu tersebut ke Provinsi Papua.
“Setelah kami memeriksa, ternyata satwa liar ini adalah spesies yang dilindungi. Kami segera menyita (barang-barang itu) dan menahan sang kurir untuk menginterogasinya,” kata Karyanto.
“Dia membantu pihak berwenang saat mereka mencoba melacak pemilik buruk yang dilindungi tersebut, yang dapat menghadapi penuntutan karena melanggar undang-undang terkait satwa liar,” kata Karyanto.
Ada banyak spesies burung cenderawasih yang beberapa di antaranya ditemukan di Papua.
Indonesia memiliki jumlah spesies burung tertinggi di Asia, kata pakar satwa liar. Sebagian besar burung tersebut ditangkap dan diperdagangkan setiap tahun dengan diselundupkan untuk dijual sebagai hewan peliharaan atau simbol status.

Copyright ©Satu Harapan

Tags

Share Article

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Related Posts

This is articles having same tags as the current post.