Bangsa Papua Harus Tetap Konsisten pada Rel Perjuangan Papua Merdeka hingga Self Determination

Share Story

Pertemuan International Parliamentarians for West Papua (IPWP) di London (3/5/2016) yang menghasilkan Deklarasi Westminter. Deklarasi itu ditandatangani oleh 95 anggota IPWP di Gedung Parlemen London, isinya mendesak adanya pengawasan internasional untuk penentuan nasib sendiri bagi bangsa Papua.



Oleh: Pyan T. Pagawak


Tabloid-WANI — Posisi saat ini kami Bangsa West Papua
sangat jelas Bahwa, dari seluruh lapisan komponen Bangsa Papua kami brada di
medan perang perjuangan politik kami Bangsa Papua sehingga, sangat
tidak mungkin bagi kami untuk lari dari kenyataan perang politik
kami ini.

Kebenaran sejarah Sang Bintang Kejora punya kami, Bangsa Papua !!!. Suka tidak suka, senang tidak senang, mau atau tidak mau, dalam proses
pengawalan agenda Politik cuci kami yaitu ”Papua Merdeka”, saat ini kami tidak
bisa bersikap ”munafik”.


Tadak dapat di pungkiri bahwa, isu pergerakan
perjuangan politik kami rakyat bangsa Papua hampir setengah abat lebih
ini tengah mendunia, namun kami rakyat bangsa Papua tidak bisa bangga dengan hal itu, karena kenyataan hari ini kami bukan berada dalam
negara kami West Papua !!!.



Saat ini kami masih berada pada medan perjuangan politik kami, dan secara garis besar, kami
di perhadapkan dengan dua induk pokok masalah besar yaitu…

  • Pertama, Kita rakyat bangsa Papua di perhadapkan dengan Proses GENOSIDA Secara Sistematis,
  • Kedua, Kami di jajah oleh Kolonialisme
    Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan menggunakan sistem pemerintahannya atas kami bangsa Papua di wilayah Sorong sampai Merauke.

Dari dua pokok masalah secara garis besar yang kami sebutkan diatas, tidak mengurangi rasa hormat kami
seperti yang kita cium dan kita ketahui bersama, tentu Kolonialisme Indonesia punya
berbagai macam jenis Kapitalismenya dalam sistem Pemerintahan dan Militerisme sebagai temboknya.

Pemerintah Indonesia juga mempunya
tuan yaitu, para Imperialis. Dan ini bukan menjadi masalah utama dalam
perlawanan perjuangan akan politik kami Bangsa Papua terhadap
musuh, tetapi yang menjadi permasalahan dalam pergerakan perjuangan politik kami
Rakyat Bangsa Papua saat ini adalah ”Proses GENOSIDA terhadap Bangsa Papua yang sedang terjadi saat ini diatas tanah air kami sendiri (Papua).

Lihat ini: (Genosida sedang Terjadi di Papua, Akses PBB dan Media Asing Dibatasi)

Maka untuk mengakhiri proses GENOSIDA yang sedang terjadi dan semua
tangisan cucuran dara serta air mata ini, KIAT TIDAK bisa SANTAI atau menaru harapan apapun kepada siapapun. Dan pergerakan perjuangan kita saat ini sudah benar, dengan
isue kita ”Hak Menetukan Nasib Sendiri atau (Self Determinations) sebagai solusi
demokratis dengan berdasarkan hak-hak demokratik kita sebagai bangsa Papua. Dan tujuannya akan merujuk pada ”Reverendum” yang Legal sesuai dengan mekanisme dunia Internasional yang suda di akui dan berlaku dalam piagam Perseringkatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sehingga, dalam
pergerakan perjuangan politik kita Bangsa Papua untuk menuju ke titik
akhir, mulai saat ini, disetiap langkah dalam pergerakan perjuangan, kita melibatkan para Roh pendahulu bangsa
Papua yang gugur dalam medan perjuangan politik Papua Merdeka.

Kemudian yang berikut, saat ini juga kita
sama-sama harus buang cara berpikir yang dangkal ! Lalu satukan pikiran pada tujuan, yaitu kita lepas dari NKRI dan fokus pada kerja
dalam perkembangan dengan posisi dan kapasitas kita. Baik itu secara individu,
kelompok atau organisa dengan fokus tujuannya tetap satu, yaitu “MEMISAHAKAN DIRI dari NKRI / Indonesia !!


Kita rakyat bangsa Papua, sebagai umat
manusia yang paling mulia seperti bangsa-bangsa lain di dunia ini, tentu kita
menghargai dan menghormati kepada dunia internasional, terutama kepada tujuh (7) negara dari kawasan Pasifik yang telah 
memperkenalkan wadah (ULMWP) kepada dunia sebagai badan Representatif bangsa Papua dan mengangkat isu Pelanggaran HAM serta Hak Penentuan Nasib Sendiri (Self Determinations) bagi West Papua dalam Sidang Majelis Umum PBB di New York Amerika Serikat belum lama ini. Dan hasil dari pada itu, akhirnya saat isu West Papua menjadi berita terseksi di dunia Internasional seperti yang kita saksikan dan ikuti dalam pemberitaan di media, bahwa sorotan berbagai kalangan dari beberapa negara dengan lantang dan berani bermunculan untuk soroti Indonesia tentang Pelangaran HAM berat di Papua dan isu Self Determinations yang merupakan keinginan para leluhur dan seluruh bangsa Papua.

Nonton ini: (Full Video, Masalah Papua di PBB)

Rakyat bangsa Papua patut beri apresiasi atas kemajuan perkembangan
politik kita serta menghargai dan menghormatinya, karena hal ini merupakan suatu kemajuan yang luar biasa, karna itu semua adalah dampak dari pergerakan di dalam. Jadi kita harus tetap fokus
pada kemajuan itu dan terus sama-sama kita mendorong supaya ke tingkat yang
lebih jauh lagi untuk (Mengkhiri) !!!

Biarpun dengan situasi ini kita perlu  bangga, senang, ketawa dan mungkin kita merasa hebat, hura-huru
dan semacamnya. Tetapi ingat, kita tetap harus konsisten !!! Dalam situasi ini juga
kami tidak bisa bersantai atau bersikap berharap dan menunggu. Tidak bisa seperti itu !!! Kami tidak bisa berharap dengan bergantun kepada siapaun dan pada apapun. Sekali lagi ingat ! kita belum
mengakhiri perjuangan politik kita. Kita harus sadar bahwa, musuh’pun sedang beserta
kita dalam 1×24 jam setiap saat, dimana pun kami berada dalam perjuangan.



Baca ini: (Pandangan dan Penempatan dalam Dinamika Politik Papua Merdeka)

Sekarang waktunya untuk kita bangsa Papua yang
masih hidup, harus terus bergerak dalam memperjuangkan hak politik kita guna memperkencang arus gerak agar tujuan kita cepat tercapai. 
Kalau pergerakan kita melambat, maka tentunya sebelum target kita belum tercapai akan terkandas di tengah jalan dan selanjutnya akan terlihat kabur, dan pastinya siapapun bagi bangsa Papua tidak ingin hal itu terjadi.

Saat ini tidak ada
lagi yang tersembunyi diantara kita sesama orang Papua dari Sorong sampai Merauke, kita adalah Rakyat Bangsa Papua dengan territory negara kita
saat ini adalah West Papua. Dan juga kami perlu ingat kembali bahwa, pandangan dan sebutan pemerintah Negara Kesatuan Republik
Indonesia terhadap kita bangsa Papua adalah masih
dianggap primitif, bodoh, belum bisa
apa-apa, disebut monyet atau kera, diberi cap-cap konyol seperti, Gerakan Pengaco Keamanan (GPK), Orang Tak di Kenal (OTK), Oknum Tidak Bertanggungjawab (OTB), TPN/OPM di identikkan dengan separatis, makar, teroris dan
cap’-cap konyol yang tidak logis lainnya. Jadi hal-hal konyal ini ditujukan kepada
kita semua bangsa Papua. Yang dimaksud disini adalah kita sesama orang Papua dari Sorong
sampai Merauke yang saat ini masih hidup dan bernafas, enta itu apapun kapasitas
kami saat, biarpun, Gubernur, Bupati, DPR, Dokter, Mantri, Guru TNI/POLRI, Suster, Ibu Guru, PNS, Mahasiswa, Pelajar, Bapak / Ibu semua cap-cap konyol itu
ditujukan kepada kita Orang Asli Papua (OAP) oleh pemerintah Indonesia melalui
pengetahuan ajaran sistem pemerintahan kolonialismenya, dan itu berlaku untuk
kita orang Papua, maka kalau kami di bunuh seperti binatang di atas tanah kita sendiri itu masuk akal, karena kita dianggap sebagai binatang buruan yang harus dubunuh
untuk dimusnakan.

Baca ini: (Tindakan Represif Berbasis Diskriminasi dan Rasis Terhadap Mahasiswa Papua di Yogyakarta)



Jadi saat ini juga, apapun kapasitas kami
hari ini selama bersama Kolonial Indonesia semua kita Orang Asli Papua atau (Bangsa Papua). Kita sesungguhnya adalah MAKAR, SEPARATIS TPN-PB / OPM ULMWP
kita juga sama di identikan MONYET, TERORIS, PENGACO, PRIMITF. Hal-hal konyol
ini disebutkan dan diberikan kepada kita rakyat bangsa Papua, oleh
pemerintah Kolonial Indonesia dan tuannya Imperialisme, s
ehingga kita harus tetap fokus pada Rel
perjuangan politik Bangsa Papua, yaitu menuju Hak Penentuan Nasib Sendiri sebagai solusi demokratis untuk bagi bangsa Papua.


Pandangan dan Penempatan dalam Dinamika Politik Papua Merdeka
Pyan T. Pagawak

Tentang penulis

Penulis adalah Mahasiswa Papua di Bandung.





Posted by: ERIK

Copyright ©Tabloid WANI

Tags

Share Article

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Related Posts

This is articles having same tags as the current post.