Genosida sedang Terjadi di Papua, Akses PBB dan Media Asing Dibatasi

Share Story

Genosida sedang Terjadi di Papua, Akses PBB dan Media Asing Dibatasi
Ilustrasi genosida manusia pribumi di Papua. Gmbar: Thepetitionsite
Tabloid-Wani, PETISI — Pernahkah anda mendengar tentang genosida di Papua, Indonesia? Banyak yang tidak pernah mendengar dari Papua, dan sedikit yang
tahu tentang apa yang sebenarnya
sedang terjadi di sana – dan itulah yang di inginkan oleh pemerintah
Indonesia kemudian biarkannya untuk terus terjadi serta melindungi rahasia (upaya pemusnahan) manusia pribumi Papua.
Sejak
diarahkan semua angkatan bersenjata lengkap memasuki wilayah Papua dan
beroperasi lebih dari lima puluh tahun (50 tahun), pemerintah Indonesia
telah melakukan pemadaman semua akses Media.
Akses
bagi wartawan asing yang ingin melaporkan situasi yang terjadi di Papua
telah dibatasi. Mereka yang telah memasuki Papua visa turis’nya telah
dideportasi, ditangkap dan bahkan dipenjarakan.


Wartawan lokal memiliki nasib lebih buruk. Mereka diancam, diintimidasi, dipukuli, dan menghilang atau dibunuh. Jelas Pemerintah Indonesia tidak ingin ada yang tahu apa yang mereka lakukan di Papua.

Lebih dari 500.000 warga sipil telah tewas dalam genosida terhadap penduduk pribumi. Ribuan lainnya telah diperkosa, disiksa, dipenjara atau “hilang jejak” setelah ditahan. Seluruh desa telah dihancurkan, seluruh generasi dihapuskan. Hak dasar manusia seperti kebebasan berbicara dan berekspresi ditolak dan Papua hidup dalam keadaan tertekan.

Lihat juga:

  1. Polisi Indonesia Menginterogasi Wartawan Tabloiod Jubi
  2. Bersama Indonesia, Orang Asli Papua Sedang Manuju KEPUNAHAN
Larangan
wartawan asing dan organisasi kemanusiaan
dunia sangat dilarangkan untuk mengetahui
kekejaman yang sedang dilakukan terhadap penduduk pribumi.
Lembaga
kemanusiaan internasional dan organisasi non-pemerintah telah ditekan
untuk menutup kantor lapangan mereka dan meninggalkan Papua.
Akses untuk pengamat hak asasi manusia PBB telah ditutup selama delapan tahun. Dan akses bagi wartawan, lembaga kemanusiaan dan pengamat hak asasi manusia (HAM) sering ditekan untuk tidak mengangkat semua isu yang ditutupi oleh pemerintah Indonesia di seluruh wilayah Papua.


Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada tahun 2014 dalam kampanyenya mengatakan Pemerintah Indonesia sama sekali tidak menyembunyikan sesuatu di Papua dan berjanji akan mempermudah akses bagi wartawan asing, agen kemanusian, serta organisasi HAM. Namun sampai saat ini, Presiden Jokowi belum memenuhi janji tersebut. 

Baca juga terkait lainnya di bawa ini:

  1. Video Amatir Penangkapan Mahasiswa Papua “Obi Kogoya” di Yogyakarta
  2. Mahasiswa Papua Darurat Demokrasi, Mobil PMI Berisi Logistik ditahan Polisi
  3. Polisi Menangkap Sejumlah Anggota KNPB di Merauke, Timika dan Nabire
  4. Aksi Mahasiswa Papua di Malang Mendapat Penolakan dari Ormas
  5. 13 Aktivis KNPB Wamena Ditangkap oleh TNI-POLRI
  6. Video Pernyataan Vanuatu dan Solomon Islands tentang Situasi di Papua dalam Debat Umum Dewan HAM PBB
  7. Jayapura police arrest 1004 Papuan activists 
  8. Jayapura police arrest 1004 Papuan activists, says KNPB
  9. Over 1000 detained in Papua for protesting
  10. 32 Mahasiswa Papua Ditahan oleh Polresta Malang Saat Melakukan Aksi Demo Damai
  11. Ratusan Aparat Keamanan Diterjunkan untuk Amankan Demo KNPB
  12. Video: Kejamnya TNI Terhadap Warga Sipil di Puncak Jaya, Papua
  13. Puluhan Anggota KNPB ditangkap Menjelang Demo Mendukung ULMWP
  14. Dozens arrested in Papua ahead of fresh demos
  15. Indonesian forces arrest 15 Papuan activists in Kaimana, wreck office

Copyright ©Thepetitionsite


Tanggapan anda, Silahkan beri KOMENTAR di bawa postingan ini…!!!

Tags

Share Article

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Related Posts

This is articles having same tags as the current post.