Mahasiswa Papua di Bandung, Temukan Spanduk “Rakyat Pasundan Anti Gerakan Papua Merdeka”

Share Story

Mahasiswa Papua di Bandung, Temukan Spanduk “Rakyat Pasundan Anti Gerakan Papua Merdeka”
Spanduk yang terpampang dengan tertuliskan “RAKYAT PASUNDAN ANTI GERAKAN PAPUA MERDEKA” Di depan kampus Unisba Bandung. Foto: Jaimi
Bandung, Tabloid-WANI — Mahasiswa Papua yang mengeyam pendidikan di Bandung – Jawa Barat, telah menemukan berbagai spanduk yang terpampang di depan hampir seluruh kampus dan tempat-tempat umum yang tertulis dalam spanduk “Rakyat Pasundan Anti Gerakan Papua Merdeka” dan ada juga “Tolak Gerakan Papua Merdeka Di Tanah Pasundan dan Nusantara” Bandung, Minggu (07/08/16). 
Mahasiswa Papua bukan baru kali ini, mengalami untuk mengstigmakan kepada mereka (Mahasiswa Papua) di Bandung. Namun, hal serupa tersebut terjadi pada tahun 2014 lalu depan lampu merah di jalan parayangan yang tidak jauh dari kampus penerbangan Nurtanio. Tulisan yang sama terpampang.
Lepas dari itu, hari Selasa tanggal 02 Agustus 2016 kemarin, para Reaksionel Organisasi Masyarakat Sipil (ORMAS) yang diberi namanya adalah “Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia” (PMPRI) melakukan aksi didepan Gedung Merdeka Asia-Afrika. Aksi para reaksionel Ormas ini berketabrakan dengan aksi “Solidaritas Rakyat Untuk Demokrasi (SORAK).

Oleh karenanya, terpaksa kami yang tergabung dalam “Solidaritas Rakyat Untuk Demokrasi” melakukan aksi di depan gedung Pikiran rakyat, (tidak jauh dari gedung Asia-Afrika) setelah 2 jam lewat dari jam aksi unjuk rasa yang telah di edarkan oleh koordinator lapangan SORAK. Ini hanya sebuah statment atau taktik untuk membungkam ruang demokrasi di seluruh Nusantara terutama di Papua,” Kata Yoga, yang juga adalah koorlap aksi SORAK.
Ada delapan tuntutan dalam aksi para Ormas yang diberi namanya adalah “Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia “PMPRI” pada 02 Agustus adalah sebagai berikut:
  • Pertama, Rakyat dan wilayah Provinsi Jawa Barat adalah bagian dari NKRI menolak keras segala bentuk aktivitas yang mengarah pada tindakan makar dan separatis yang menginginkan terjadinya desintegrasi bangsa dan menanggu stabilitas keamanan serta kedaulatan NKR
  • Kedua, Pancasila adalah RUH, UUD 1945 adalah jiwa, NKRI adalah raga seluruh rakyat Indonesia.
  • Ketiga, Pertahankan keutuhan dan kedaulatan NKRI dari sabang sampai merauke.
  • Keempat, Waspadai kepentingan Negara-Negara asing yang memporakporandakan kedaulatan NKRI.
  • Kelima, Basmi dan Bubarkan Organisasi Papua merdeka atau pergerakan separatis lainnya beserta organisasi-organisasi pendukung yang merongrong kondusifitas dan keutuhan NKRI.
  • Keenam, Mendukung TNI dan POLRI melakukan tindakan prefentif dan represif pada gerakan perorangan ataupun kelompok yang terindikasi dan mengarah pada tindakan yang berpotensi menjadi penyebab disintegrasi bangsa
  • Ketujuh, Tindak tegas Negara-Negara asing yang men-support kegiatan separatisme di Indonesia.
  • Kedelapan, Rakyat Indonesia yang tergabung dalam LSM PMPR Indonesia berkomitmen untuk turut berpartisipasi aktif dalam mempertahankan kedaulatan negara kesatuan republik indonesia dengan semangat sumpah pemuda.
Delapan poin diatas adalah Tuntutan aksi oleh PMPRI, yang dimintai selebaran saat sebelum dilakukan aksi oleh Wartawan media ini.
Setelah menghubungi kepada (W-K) terkait situasi saat ini di bandung, W-K adalah aktivis kemanusiaan, Ia menjelaskan “Kapolda Jawa Barat menginstruksikan untuk seluruh Universitas yang ada di Bandung agar mendata Mahasiswa/i asal Papua dan kirimkan ke Kapolda ”Kami menilai hal Ini adalah salah suatu menstigmakan mahasiswa/i Papua agar Mahasiswa/i menjadi trauma dalam aktivitas belajar maupun aktivitas luar kampus.

Dalam hal ini, Kapolda Jawa Barat segera bertanggung jawab dan memberikan jaminan hidup kepada mahasiswa/i Papua di tanah Pasundan.
Apakah Kapolda Jawa Barat adalah dinas kependudukan/ staktistik di Bandung sehingga mendata mahasiswa/i Papua di Bandung ? Tanyanya W-K.
Lanjut W-K, Para reaksionel Ormas yang diberi nama ”Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia” (PMPRI) STOP mengatas namakan Rakyat Pasundan, Karena segenapnya rakyat pasundan tak perna mau melarang kami untuk bicara papua Merdeka mereka malahan mendukung kami untuk menuntut; Hak menentukan nasib sendiri sebagai solusi dari segala-galanya di west Papua. Kata WK. Moyai Kedee.

Posted by: Admin
Copyright ©Tabloid-WANI


Tanggapan anda, Silahkan beri KOMENTAR di bawa postingan ini…!!!

Tags

Share Article

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Related Posts

This is articles having same tags as the current post.