Laporan Resmi KNPB: 7 Orang Jadi Korban Peringati 54 Tahun Perjanjian New York Agreement 3 Dapat Tembak dan 4 Disika Polisi

Share Story

Laporan Resmi KNPB : 7 Orang Jadi Korban Peringati 54 Tahun Perjanjian New York Agreement 3 Dapat Tembak dan 4 Disika Polisi
Ribuan rakyat Papua saat memperingati perjanjian New York Agreement 15 Agustus 1962, yang melegitimasi pelaksanaan Pepera 1969 yang cacat hukum dan moral 15/08/2016. Foto: Victor: Yeimo

Laporan Sekretaris Umum KNPB

Ones Suhuniap.
Kepada Tabloid WANI 

Jayapura, Tabloid-WANI — Aksi demo damai rakyat Papua meperingati 54 tahun perjanjian New york Agreement 15 Agustus 1962 yang dimediasi oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB) untuk dilakukan di beberapa kota di Papua termasuk kota Jayapura.

Demo damai yang dipimpin oleh kordinator Umum Sam Lokon dalam komando KNPB ini diblokade oleh aparat kepolisian daerah Papua melalui kapolres masing-masing.

Khusus kota Jayapura masa menduduki di tiga tempat yang berbeda dan membacakan pernyatan sikap rakyat Papua terhadap mosi tidak percaya rakyat papua oleh media Nasional KNPB.

Dalam aksi demo KNPB hari ini 15 Polisi melakukan penghadangan dan pemblokadena hingga panagkapan serta penembakan hingga pemyiksaan terhadap rakyat Papua dan aktivis KNPB.

Polisi melakukan pemblokadean terhadapmasa aksi dengan alasan polisi tidak mengizjinkan KNPB demo karena tidak memiliki izin dari kepolisian, pada hal sesuai dengan undang-udang KNPB sudah memberitahukan surat pemberitahuan recana demo damai di kantor DPRP dalam rangka memperigati hari perjanjian New York Agreement 1962 secara damai.

Akibat pemblokadean tersebut aktivitas lalulitas di jalan alternatif perumans III tembus walikota jayapura macet, pertokohan di daerah Perumnas III waena dan abepura memilih tutup, dan sopir-sopir angkutan kota serta tukang oyek tidak melakukan aktifitas seperti biasanya.

Selain itu aksi dami KNPB tersebut juga diwarnai dengan penembakan dan penyiksaan kebrutalan kepolisian terhadap aktivis KNPB dan Rakyat Papua.

Laporan Resmi KNPB : 7 Orang Jadi Korban Peringati 54 Tahun Perjanjian New York Agreement 3 Dapat Tembak dan 4 Disika Polisi
Niverina Kibak kena tembakan peluruh dari Polisi di kepala 15/08/2016.

Nama yang disiksa polisi dan yang dapat tembak dengan peluruh karet antara lain:

  1. Elmin Kemon (27) tertembak pada bagian dada didepan asrama mimika waena jam 10:00 siang ini.
  2. Niverina kibak Kena tembak peluruh di kepala, yang sedang jualan pinag .
  3. Yunius Murib kena peluru di paha.
  4. Berina Magay kena pukul di dpelipis mata dengan popor senjata.
  5. Wnus Siep umur 27 tahun, dapat tembak di dada sebela kiri peluru karet di depan asrama Timika.
  6.  Saugas Goo, 24 tahun disiksa polisi.
  7.  Tinus Nelambo (23) disiksa aparat tni polri di Perumnas dua waena, West Papua pukul 8:30 saat memimpin demo damai tolak perjanjian New York Agreement 1962. Banyak dipukul dan disiksa.
Berikut video kesaksian korban:
***

Untuk mengamankan aksi demo KNPB 15 Agustus aparat kepolisian menurunkan aparat kepolisian dari polresta Jayapura kota, angota Birimob Polda Papua dan kepolisian dari Polda Papua dibekap oleh Anggota TNI AD dan SATPOL PP serta intelejen dari berbagai kesatuan baik organuk maupun non ornaik.

Sama seperti aksi dukungan ULMWP sebelumnya aparat kabungan TNI AD, Polisi dan brimob serta intelejen ini terlebih dahulu pukul 06.00 WPB melakukan apel dan pembagian tugas di Perumnas III waena belakang sekertariat bem Uncen.

Untuk diketahui bahwa aksi yang sama dilakukan di berbagi kota di papua, aksi dilakukan dengan berbagai bentuk kegiatan, ibadah, panggung politik, mimbar bebas serta aksi turun jalan dan aksi di tempat.

Wilayah-wilayah yang lakukan kegitan dalam rangka hari perjanjian New york antara lain; Jayapura, Timika, Sorong, Biak, Fak-Fak Kaimana dan beberapa kota wilayah kerja KNPB di Papua.

Laporan Resmi KNPB : 7 Orang Jadi Korban Peringati 54 Tahun Perjanjian New York Agreement 3 Dapat Tembak dan 4 Disika Polisi
Masa aksi KNPB wilayah Sorong Raya 15/08/2016.

Laporan Resmi KNPB : 7 Orang Jadi Korban Peringati 54 Tahun Perjanjian New York Agreement 3 Dapat Tembak dan 4 Disika Polisi
Masa aksi KNPB wilayah Ha Anim, Merauke 15/08/2016.

Berikut adalah Sejumlah Kronologi di Sejumlah Titik Masa Aksi di Jayapura 15 Agustus 2016

Sesuai dengan kesepakatan sebelumya masa aksi berkerak dari setiap sektor menuju ke titik kumpul masa aksi pada pukul 08.00 WPB.

Aksi demo kali ini beberapa titik kumpul atau konsentrasi masa dipusatkan dengan menunjuk korlap masing-masing titik, konsentrasi masa pertama Perumnas III Waena, Expo, Linggaran Abepura, Taman Imbi dan Halte Yapis serta Sentani. Pada pukul 08.00 masa aksi bergerak dari sektor dan dari rumah masing menuju titik kumpul masing.


Kornologi Sektor Koteka Peruman III DALAM

Masa aksi dari sektor koteka Perumnas III dalam bergerak keluar di jalan menuju Abepura. Masa yang dikordinir Abet Yeimo dan Saugas Goo dengan kekuatan masa 100 an orang locmarh menuju Abe, pada pukul 09 .00 WPB. Kemudian pada pukul 09.30 WPB masa tiba di jalan SPG tepatnya di depan Universitas terbuka Waena, dan dalam waktu yang sama aparat kepolisian menggunakan 3 dalmas tiba di tempat dan menghadang masa aksi.

Korlap melakukan negosiasi degan aparat supaya kepolisian bukan jalan untuk masa aksi lewat namun hal tersebut tidak dindakan oleh aparat kepolisian dan terus memblokade masa aksi. Akhirnya korlap mengintruksikan masa aksi duduk. Kemudian aparat memaksakan masa membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing namun masa juga tidak mau karena kami hanya melakukan demo damai tegas korlap kepada aparat. Negosiasi yang dibangun tidak menemukan solusi dan aparat kepolisian langsung menagkap 100an masa ayang dari sektor koteka tersebut.

Setelah semua masa aksi ditangkap naikan di dalmas lalu menuju ke Perumnas bertujuan ke polres jayapura, Kemuadian masa yang ditangkap di depan Universitas Terbuka pada pukul 10.00 WPB diturunkan di Perumnas III waena.

Berikut video Penghadangan:

***

Aparat kepolisian menghadang masa aksi di jalan SPG menggunakan tiga buah mobil dalmas, satu buah mobil box , satu buah mobil tahanan dengan kekuatan personil sekitar 50 an dengan peralatan lengkap.

Masa aksi yang dihadang di jalan SPG tersebut semuanya ditangkap, tidak satu pun masa aksi yang lolos sebab sebelum ditangkap Korlap mengarahkan duduk di badan, lalu aparat kepolisian menedang dan memukul masa aksi untuk naikan dalam dalmas. Pada saat melakukan penagkapan tersebut beberapa orang masa aksi disiksa oleh kepolisian, ada yang dapat pukul di kepala ada yang ceki leher ada yang dpukul hingga kepala memar.

Kemudian pada pukul 10.00 WPB terjadi penembakan terhadap dua (2) orang perempuan dan tiga (3) laki-laki di sekitar Perumnas II dan sekitarnya. Dalam insiden itu ada dua ibu yang kena tembakan dan 3 laki–laki kena peluru aparat. Pada saat kejadian itu korban melapor kepada KNPB atas peristiwa penembakan tersebut . setelah mendengar laporan itu KNPB menemui korban penembakan, saat KNPB menemui korban mereka mengatakan bahwa mereka ditembak oleh polisi.

Sebuah video detik-detik Penangkapan dan Pemukulan terhadapa masa aksi di Waena
 ***

Jadi peristiwa penembakan dan pembakaran disekitar waena terjadi masa aksi KNPB sudah ditangkap dan diarahkan ke daerah perumnas III oleh aparat kepolisian, hal jelas bahwa yang melakukan pembakaran itu dilakukan bukan dari masa KNPB dan hal itu terjadukan saat aparat kepolisian menghadang dan menagkap masa aksi tetapi, setelah peristiawa Pemblokadean dan penagkapan terlebih dahulu kira-30-40 menit kemudian terjadi penembakan dan Pembakaran.

Artinya yang melakukan pemabkaran itu bukan masa KNPB tetapi pihak tertentu untuk mengadudomba KNPB atatu untuk kriminalisasi demo damai KNPB. Kemungkian lain terjadinya pembakaran tersebut mungkin karena akibat dari aparat kepolisian menembak ibu-ibu dan tiga (3) laki-laki dapat tembak serta ada dapat pukul oleh polisi sehingga bisa saja terjadi pembakaran, terjadi itu mungkin karena sebab akibat.

Kemudian secara logika manusia yang melakukan pembakaran itu dari KNPB belum tentu aksi duduki di perumnas III dan lampu merah abepura tidak mungkin berjalan damai, pasti aparat mebubarkan paksa dan menagkap aktivis KNPB.
Nama yang disiksa polisi dan yang dapat tembak dengan peluruh karet antara lain:

  1. Elmin Kemon (27) tertembak pada bagian dada didepan asrama mimika waena jam 10:00 siang ini.
  2. Niverina kibak Kena tembak peluruh di kepala, yang sedang jualan pinag .
  3. Yunius Murib kena peluru di paha.
  4. Berina Magay kena pukul di dpelipis mata dengan popor senjata.
  5. Wanus Siep umur 27 tahun, dapat tembak di dada sebela kiri peluru karet di depan asrama Timika.
  6.  Saugas Goo, 24 tahun disiksa polisi.
  7.  Tinus Nelambo (23) disiksa aparat tni polri di perumnas dua waena,
    West Papua pukul 8:30 saat memimpin demo damai tolak perjanjian New York Agreement 1962. Banyak dipukul dan disiksa.
Berikut video kesaksian korban:
***

Masa Aksi Titik Kumpil Somel

Pada pukul 10.30 WPB masa aksi di titik kumpul Somel Perumnas III yang dipimpin oleh Jubir Nasional Bazoka Logo jalan kaki menuju ke Abepura secara aman dan dami, karena KNPB pastikan bahwa Aksi demo dilakukan secara damai dan bermartabat. KNPB memastikan bahwa yang melakukan pembakaran itu pihak tertentu untuk memancing situasi dan bertujuan mengkriminalisasi sehingga KNPB secara damai melitas di perumnas II menuju Abe dan aparat kepolisian mengawal masa aksi.

Kemudian pada pukul masa aksi bersama tiba di depan asrama Timika aparat kepolisian menghadang masa. Pada saat penghadangan itu aparat kepolisian yang berada disekitar perumas II berteriak nama Bazoka Logo, mereka mengatakan “Bazoka ko harus bertanggung jawab atas pembakaran ini” kata polisi kepada bazoka bersama masa, lebih lanjut mengatakan bahwa “KNPB bertanggung jawab atas pembakaran ini” kata polisi.

Selain itu mereka memaksakan ciptakakan konflik, dan berusaha menagkap Jubir KNPB namun masa tidak terpancing dan keamanan KNPB mengawasi Jubir, setelah itu membangun negosiasi kapolres sehingga masa kembali melanjutkan perjalanan ke Expo. Pada pukul jam 13.00 WPB masa aksi tiba di lampu merah Abepura.

Titik Kumpul Gapura Uncen, Perumnas III dan Sekitarnya

Masa aksi dari asrama Uncen, masa aksi dari kali Kamwolker sebelah dan sekertariat KNPB kampung Vietnam dan sekitarnya bergerak keluar dari asrama pada pukul 09.58 WPB menuju gapura Uncen pada pukul 09.15 WPB. Masa aksi berjumlah 335 orang ini tiba di jalan naik kampus Uncen. Setelah masa aksi tiba di gapura aparat kepolisian memblokade masa aksi dengan kekuatan penuh.

Laporan Resmi KNPB : 7 Orang Jadi Korban Peringati 54 Tahun Perjanjian New York Agreement 3 Dapat Tembak dan 4 Disika Polisi
Masa aksi dari Perumnas II dan Waenan sedang di blokade oleh Polisi 15/08/2016.

Pada pukul 09.20 sampai dengan pukul 11.00 WPB masa akasi diblokade oleh kepolisian, aparat kepolisian melarang demo KNPB dan berusaha membubarkan masa. Kemudian pengurus KNPB membangun negosiasi dengan kepolisian untuk melajutkan aksi ke DPRP namun aparat tetap menolak . Kurang lebih 20 menit membangun negosiasi, aparat izjinkan dengan kepolisian kemudian aparat mengijinkan masa ke putaran taksi saja dan tidak lanjutkan perjalanan.

Pada pukul 12 .00 WPB Ketiga masa tiba di putaran Perumnas III aparat kembali memblokade masa, lalu negosiasi dibangun kembali, masa meminta kepolisian buka jalan supaya masa menuju ke bergabung dengan masa aksi yang dari Expo dan Abe sedang berkumpul di lampu merah depan pos abepura. Namun aparat tetap menolak permintaan masa aksi dan tetap blokade jalan, akibat pemblokadean tersebut mengakibatkan lalulitas macet, para sopir tidak narik mobil dan tokoh di sekitar perumanas III memilih tutup. Hal ini terjadi akibat aparat kepolisian memblokade jalan utam yang juga jalan alternatif tembus walikota. Dari pantauan kami masa yang duduki perumnas III sekitar 600 orang.

Pada pukul 12:10 masa aksi yang dipimpin oleh Mecky Yeimo dan Doni Itlay ini memilih diam dan duduki perumnas III lalu melanjutkan orasi-orasi politik. Aparat kepolisian meblokade Masa aksi dengan kekuatan, tiga belas (13) Mobil Dalmas, tiga (3) Mobil Barak Kuda, dua (2) Mobil Box tiga (3) Mobil Tahanan, satu (1) Mobil Patroli, lima (5) Motor Patroli, 232 orang anggota Polisi, 100 orang anggota Brimob dan 10 orang anggota TNI AD, serta ratusan militer non organik

Setelah orasi-orasi politik selesai Pada pukul 13.30 WPB, pengurus KNPB pusat menyampaikan orasi politik sekaligus membacakan statement Politik bangsa Papua Barat. Dalam pembacaan statement politik tersebut ada beberapa poin menjadi tuntutan adalah :

  1. Mendesak PBB segera meninjauh kembali perjanjian New York Agreement 15 Agustus 1962, yang melegitimasi pelaksanaan Pepera 1969 yang cacat hukum dan moral.
    • Kami bangsa Papua Barat tidak pernah dilibatkan sebagai subyek Perjanjian New York tersebut dan megabaikan hak
    • Kami Bangsa Papua menyatakan bahwa Perjanjian New York Agreement 1962 tidak sah dan menolak dengan tegas karena Indonesia tidak konsisten Melaksanakan Hak penentuan Nasib sendiri (Self Determination) secara demokratis.
  2. Mendesak kepada PBB dan Indonesia segera memberikan hak penetuan nasib sendiri atau referendum ulang bagi rakyat Papua Barat, karena pepera 1969 tidak dilakukan sesuai dengan perjanjian New York Agreement 1962 yang mangatur tentang penentuan nasib sendiri satu orang satu Suara (One man One Vote).
  3. Mendesak kepada PBB dan Amnesti Internasional segera Intervensi kemanusiaan dan Perlindugan terhadap hak penentuan Nasib Sendiri (Self Detrmination) di West Papua sesuai dengan resolusi Majelis Umum PBB 1514 dan 1541 (XV) dan berdasarkan deklarasi Westminster ( WESTMINSTER DEKLARASI INTERNATIONAL SUPERVISED VOTE FOR WEST PAPUA)

Setelah membacakan statement politik korlap titik Mecky Yeimo mengarahkan masa membubarkan diri secara tertib dan aman.


Kornologi Titik Kumpul Expo

Masa aksi dari titik kumpul Expo berkerak pada pukul -08. 30 WPB kemudian masa aksi dari buber sekitar museum expo dan masa dari mega waena dan perumnas I sekitarnya kumpul di sektor Expo. Kemudian pada pukul 09 .00 WPB masa keluar dari anjugan Expo ambil ali jalan utama Sentani Abe, setelah masa mengambil ali badan jalan pada 09:15 masa bergerak menuju Abepura untuk bergabung dengan masa aksi di linggaran abepura.

Laporan Resmi KNPB : 7 Orang Jadi Korban Peringati 54 Tahun Perjanjian New York Agreement 3 Dapat Tembak dan 4 Disika Polisi
Masa aksi dari titik kumpul Expo 15/08/2016.

Dalam pengawalan aparat kepolisian masa yang dipimpin kordinator titik dan jederal lapangan Chobabe Wanimbo bersama 300 an masa menuju Abe pada pukul 10:15 Masa tiba di depan kantor pos Abepura. Kemudian masa dari Tanah Hitam, Abe Pante yang sedang duduki linggaran sejak pukul 08:00 WPB bergabung di kantor pos Abepura.

Setelah masa aksi dari Abepura linggaran dan dari Expo padang bulan dan sekitarnya bergerak menuju kantor DPRP Jayapura kota, kemudian masa dengan kekuatan 800 an ini tiba di antara mako brimob dan ramajana kepolisian memblokade masa aksi pada pukul 12.00 WPB.

Aparat kepolisian menghadang masa aksi dengan kekuatan penuh dengan peralatan lengkap, diantaranya sepuluh (10) Mobil dalmas, tiga (3) Mobil Barak Kuda, tiga (3) Patroli degan kekutan ratusan  personil kepolisian dan brimob.

Kemudian korlap dan bersama jendral lapangan Chobabe Wanimbo, juga Dolia Uburuangge melakukan negosiasi dengan pihak kepolisian namun mereka tidak mengijinkan masa menuju DPRP, sehingga masa duduki depan mako brimob kota raja Jayapua.

Kemudian pada pukul 13.30 masa aksi yang dipimpin oleh Jubir Nasional KNPB Bazoka Logo dan koordinator lapangan Sam Lokon megarahkan masa kembali dari mako brimob. Hal ini dilakukan atas komunikasi yang dibangun antara kepolisian dan kordinator umum dan Jubir KNPB dalam kapasitanya sebagai pengurus KNPB pusa sebagai penaggung jawab aksi.

Pada pukul 14.40 Masa yang diblokade di mako Brimob dan Masa aksi dibawah komando korlap Umum berkumpul di lampu merah Abepura.

Kemudian masa kelombang terkhir dari sekitar Perumnas II dari Kamwolker atas serta Somel dan sekitanya pada pulul 15.00 WPB di lampu merah dan duduki tempat tersebut. Saat masa menduduki lamu merah Abepura kepolisian melalui kapolres Jayapura berusaha membubarkan memaksa masa aksi secara paksa, namun atas negosiasi yang dibagun dengan Jubir KNPB dan kapolres Jayapura bahwa, tujuan demo dami KNPB adalah bertujuan ke kantor DPRP namun polisi tidak mengizjinkan sehingga kami duduki di linggaran atas persetujuan polisi tegas Bazoka kepada kapolres, akhirnya kapolres mengizinkan masa duduki di lampu merah abe. Setelah masa berkumpul mulai melakukan orasi-orasi politik dari perwakilan organisasi gerakan maupun perwakilan mahasiswa, semua orasi politik selesai dilanjutkan dengan pembacaan statement politik.

Masa yang menduduki lampu sekitar 1000 an masa yang dipimpin oleh kordinator umum Sam Lokon, dibantu koral titik dalam komando KNPB, kemudian pada pukul 16.00 WPB setelah usai orasi politik diberikan kesempatan kepada KNPB membacakan statement politik yang dibacakan oleh Hosea Yeimo mewakili KNPB.

Dalam pembacaan statement politik yang menjadi tuntutan adalah:

  1. Mendesak PBB segera meninjauh kembali perjanjian New York Agreement 15 Agustus 1962, yang melegitimasi pelaksanaan Pepera 1969 yang cacat hukum dan moral.
    • Kami bangsa Papua Barat tidak pernah dilibatkan sebagai subyek Perjanjian New York tersebut dan megabaikan hak
    • Kami Bangsa Papua menyatakan bahwa Perjanjian New York Agreement 1962 tidak sah dan menolak dengan tegas karena Indonesia tidak konsisten Melaksanakan Hak penentuan Nasib sendiri (Self Determination) secara demokratis.
  2. Mendesak
    kepada PBB dan Indonesia segera memberikan hak penetuan nasib sendiri
    atau referendum ulang bagi rakyat Papua Barat, karena pepera 1969 tidak
    dilakukan sesuai dengan perjanjian New York Agreement 1962 yang mangatur tentang penentuan nasib sendiri satu orang satu Suara (One man One Vote).
  3. Mendesak kepada PBB dan Amnesti Internasional segera Intervensi kemanusiaan dan Perlindugan terhadap hak penentuan Nasib Sendiri (Self Detrmination) di West Papua sesuai dengan resolusi Majelis Umum PBB 1514 dan 1541 (XV) dan berdasarkan deklarasi Westminster ( WESTMINSTER DEKLARASI INTERNATIONAL SUPERVISED VOTE FOR WEST PAPUA)
Laporan Resmi KNPB : 7 Orang Jadi Korban Peringati 54 Tahun Perjanjian New York Agreement 3 Dapat Tembak dan 4 Disika Polisi
DPRP Laurenzus Kadepa saat turun langsung bertemu dengan masa aksi KNPB di Jayapura, Papua 15/08/2016.

Saat sedang membacakan statement politik, anggota DPRP Laurenzus Kadepa tiba di lampu merah Abe tempat masa aksi KNPB duduki, kemudian diberikan kesempatan kepada DPRP untuk menyatakan sikapnya di depan rakyat. Setelah pernyataan DPRP yang disampaikan Laurnzus Kadepa melakukan doa penutup dan Pada pukul 16.30 masa diarahkan untuk membubarkan diri secara tertib dan aman.

Kornologi Titik Kumpul Halte Yapis

Masa aksi jantung kota Jayapura, Bajangkara, Yapis , Angkasa serta Dok Sembilan dan sekitarnya mengambil titik kumpul di halte Yapis dipimpin oleh ketua KNPB Numbay Calvin Wenda didampingi Wakil ketua Yimmy Broway diblokade oleh aparat kepolisian di halte Yapis.

Masa aksi dari yapis dan Bajangkara terlebih dahulu sekitar pukul 08:00 WPB berkumpul di kompleks yapis dok lima atas, kamudian pada pukul 09.00 WPB masa aksi mengambil ali halte Yapis dan malakukan orasi-orasi politik sambil mengumpulkan masa. Pada pukul 9:30, masa dari tutul dan dari Bayangkara bergabung di halte Yapis. Kemudian masa aksi dari sektor angkasa mulai bergerak pada 10:55 WPB menuju halte Yapis.

Masa bergerak dari sektor angkasa tiba di Yapis dan bergabung pada pukul 11:58 WPB. Aparat kepolisian dari polsek dok delapan Jayapura menghadang masa hingga pukul 12:25 WPB. Kemudian aparat kepolisian dari polda menggunakan satu Bus besar tiba di Yapis dan menghadang masa aksi.

Pengurus KNPB melakukan negosiasi sehingga aparat mengizinkan masa ke kantor DPRP namun aparat kepolisan tetap bertahan pada pendirianya bahwa masa aksi tidak boleh ke kantor DPRP.

Aparat kepolisian memblokade masa aksi di halte Yapis dan beberapa titik di kota Jayapura dengan alasan demo KNPB polisi tidak mengizjinkan demo ke DPRP karena KNPB oraganisasi ilegal.

Selama dua jam masa bertahan di halte Yapis pada pukul 15.00 WPB masa melakukan orasi-orasi politik hingga pada pukul 15.30 WPB pengurus KNPB numbay membacakan statement politik dan pada pukul 16.00 WPB masa membubarkan diri secara tertib .

Demikian kronologi yang dapat kami sampaikan dari KNPB pusat, atas perhatian dan disampaikan terima kasih.

Salam Revolusi.

Badan Pengurus Pusat
Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Pusat
ONES SUHUNIAP
Sekretaris Umum
Editor by: M. WALELA
Copyright ©Tabloid WANI & KNPB News


Tanggapan anda, Silahkan beri
KOMENTAR di bawa postingan ini…!!!

Tags

Share Article

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Related Posts

This is articles having same tags as the current post.