Keputusan MSG Diterima dan ULMWP tetap Optimis

Share Story

Keputusan MSG Diterima dan ULMWP tetap Optimis
Saat para pimpinan ULMWP melakukan konferensi pers di Honiara, Kepulauan Solomon 18/07/2016. Foto: Solomon Star News
Honiara, Tabloid-Wani — ULMWP menerima keputusan MSG dan panggilan untuk dukungan yang lebih besar dari Papua Barat
Meski keputusan oleh Melanesian Spearhead Group (MSG) menunda Gerakan Persatuan Pembebasan Papua Barat (ULMWP) terkait aplikasi Papua Barat menuju keanggotaan penuh, namun ULMWP tetap positif dan menerima keputusan dari para pemimpin Melanesia tersebut.

Juru Bicara ULMWP, Benny Wenda mengatakan hal ini bisa dilihat sebagai penundaan taktik tapi ULMWP mengakui masalah teknis disorot oleh para pemimpin dan pejabat senior dari MSG.

Pemimpin KTT MSG telah menyepakati untuk menunda aplikasi ULMWP untuk menjadi keanggotaan penuh hingga kriteria keanggotaan dan pedoman dikembangkan lebih lanjut.

“Kami ingin berterima kasih kepada para pemimpin Melanesia dan Perdana Menteri Kepulauan Solomon untuk membahas dan memfasilitasi aplikasi kami untuk keanggotaan penuh. Meskipun kecewa, kami tetap optimis untuk melihat aplikasi kita dibahas lebih lanjut pada bulan September di Port Vila, Vanuatu,” kata Wenda.

Dia mengatakan masalah disorot oleh pemimpin teknis, dan ULMWP berharap aplikasinya akan dibahas lebih lanjut di Port Vila pada bulan September mendatang.

“Kami menyerukan kepada seluruh rakyat Papua Barat, keluarga Melanesia dan Pasifik, serta pendukung global, melihat keputusan saat para pemimpin, kita tidak kalah tetapi sebagai kemajuan untuk meningkatkan proses dalam MSG.”

Baca juga:

  1. Vanuatu dan FLNKS Pertahankan Dukungannya untuk Papua Barat
  2. Upaya Indonesia tidak Berpengaruh terhadap Komitmen ULMWP

Wenda mengucapkan terima kasih kepada rakyat Papua Barat danseluruh Pasifik atas dukungan yang luar biasa kepada kammi, dan kami pun sangat berharap agar dukungan ini terus terus berlanjut termasuk dukungan dari Melanesia dan Pasifik sebagai anggota MSG dengan tujuan menuju pertemuan puncak para pemimpin Melanesia bulan September mendatang di Vanuatu.

“Kami ULMWP tidak akan datang sejauh ini jika bukan karena akar rumput, dan kami meminta lebih banyak dukungan saat kami bekerja menuju menyuarakan isu politik Papua Barat.”

Sekretaris Jenderal ULMWP, Octovianus Mote menambahkan bahwa Papua Barat adalah Melanesia dan masalah pelanggaran hak asasi manusia dan hak menentukan nasib sendiri harus berhak ditangani di Pasifik, bukan pada Indonesia.

Copyright ©Solomon Star News


Tanggapan anda, Silahkan beri KOMENTAR di bawa postingan ini…!!!

Tags

Share Article

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Related Posts

This is articles having same tags as the current post.