0
Setelah Dikonfirmasi! Direktur PIANGO Akui "Ketemu Sekjen PBB Secara Tidak Sengaja"
Direktur Eksekutif PIANGO, Emele Duituturaga, yang mengaku telah menyerahkan dokumen kasus pelanggaran HAM Papua yang kemudian dibantah oleh jubir Sekjen PBB Stephane Dujarric.
Tabloid-Wani -- Setelah membuat masyarakat Papua terombang-ambing dalam arus berita ‘pembohongan publik’, Direktur Eksekutif the Pacific Islands Association for Non-Governmental Organizations atau PIANGO, Emele Duituturaga, mengakui bahwa dirinya hanya secara ‘kebetulan’ bertemu dengan Sekretaris Jendral PBB, Ban Ki-moon dalam acara the World Humanitarian Summit yang diadakan di Kota Istanbul, Turki, 2 minggu lalu.

Diwawancarai Radio NZ, Duituturaga mengakui hanya berharap PBB dapat mengirimkan tim khusus untuk memantau langsung perkembangan kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Papua.

“Ini isu internasional. Dia (Ban Ki-moon) perlu memberikan perhatian terhadap isu yang terjadi di Papua dan mengirim tim khusus untuk membangun dan melihat apa yang sebenarnya terjadi di Papua” kata Duituturaga.

Baca versi bahasa Inggris disini...

Sebelumnya pada 25 Mei 2016 lalu, The Pacific Islands News Association (PIANGO) mengklaim bahwa mereka telah menyerahkan dokumentasi situasi dan pelanggaran HAM di Papua kepada Sekjen PBB Ban Ki-moon lewat laporan berjudul “We Will Lose Everything”.

Namun PBB dengan cepat membalas pernyataan PIANGO dengan membantah bahwa mereka tidak pernah bertemu atau menerima dokumen apapun terkait masalah pelanggaran HAM di Papua seperti yang telah dikatakan Duituturaga tersebut.

Senada dengan PBB, Kementerian Luar Negeri lewat Menteri Retno mengatakan bahwa pernyataan tersebut (penyerahan dokumen kasus HAM di Papua) sangat disayangkan karena ada pihak-pihak tertentu yang mencoba mengusik kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Sangat disayangkan bahwa kesempatan berfoto bersama Sekjen PBB, yang dilakukan secara singkat dan tidak terjadwal di sela-sela penyelenggaraan suatu pertemuan tingkat tinggi dunia, telah diklaim sekelompok organisasi sebagai ajang penyerahan resmi laporan mengenai situasi HAM di Papua,” kata Menteri Retno dalam rilis pers di Portal Kementerian Luar Negeri Indonesia.





Copyright ©RadioNz/HarianPapua


Tanggapan anda, silahkan beri KOMENTAR
Silahkan beri KOMENTAR anda di bawa postingan ini...!!!

Post a Comment

Silahkan beri KOMENTAR anda...!!! dibawa sini... :p

 
Top