5
Buku Laporan Kekejaman di Papua telah Diluncurkan
Bendera Bintang Kejora berkibar di PMC - Foto: Len Garae/DailyPost
"Laporan ini merupakan aksi solidaritas, yang saya buat dengan jelas, bahwa perjuangan ini adalah perjuangan rakyat Papua. Hal ini saya lakukan tidak bermaksut lain, namun saya bangga berpartisipasi dalam solidaritas ini bersama dengan mereka dan mendukung mereka dalam upaya apa pun yang mereka inginkan."
Tabloid-Wani -- The Executive Officer Peter Guci dari Komisi Keadilan dan Perdamaian Katolik di Brisbane, Australia, Peter guci membuat pernyataan sebelum menyerahkan Laporan kepada Ketua Ketua Asosiasi Papua Merdeka di Negara Vanuatu, Pator Alan Nafuki  di depan Paton Memorial (Presbyterian) Church at Independence Park kemarin .

Pada bulan Februari tahun ini, Pejabat Eksekutif untuk kedua kalinya pergi ke Papua dengan tujuan delegasi kecil, setelah Forum Summit Pulau Pasifik sepakat untuk mencari kerja sama Pemerintah Indonesia untuk menemukan fakta pelanggaran HAM di Pasifik Selatan.
Buku Laporan Kekejaman di Papua telah Diluncurkan
Ketua Asosiasi Papua Merdeka di Negara Vanuatu, Pastor Alan Nafuki (sebelah kanan) berjabat tangan dengan The Executive Officer Peter Guci (sebelah kiri) - Foto: Len Garae/DailyPost
Kelompoknya yang pertama adalah "Misi Pencari Fakta" untuk Papua Barat tahun ini.

24-halaman Laporan  disebut "Kami akan kehilangan segalanya pada Misi Pencarian Fakta HAM untuk Papua", diproduksi oleh Komisi Keadilan Katolik dan Perdamaian. Berikut kunjungannya ke Papua pada bulan Februari lalu.

Laporan ini telah mendokumentasikan tentang pembunuhan konstan dan pelanggaran hak asasi manusia dari Papua lainnya meskipun jaminan kekejaman dari Pemerintah Indonesia tersebut telah berhenti.

The Executive Officer menjelaskan, "Ketika kita melakukan laporan, orang Papua menunjukkan kita di mana kita akan pergi (di Papua) dan mereka menuntun kita dan memberitahu kami apa yang bisa kita lakukan dan apa yang kita tidak dapat melakukan.

"Dan ketika kami selesai membuat draft laporan ini, kami menyerahkannya kepada teman-teman di Papua untuk mengatakan kepada kami, terkait perubahan apa yang dibutuhkan dan mereka memberi kami persetujuan akhir sebelum dirilis sebagai aksi solidaritas ini.

"Dan hal itu telah diluncurkan di Port Vila pada tanggal 3 Mei 2016, kemudian di Fiji pada tanggal 2 Mei 2016, dan di Australia pada hari Minggu lalu, bahkan di Jakarta mengatakan orang-orang Melanesia setuju bahwa ini adalah suara rakyat Papua, yang telah kita berusaha, seperti yang saya katakan ke salah satu teman Papua, bahwa ini adalah suara rakyat Papua Barat, dan bukan suara Pemerintah Indonesia.

"Dan sehingga dengan senang hati bahwa saya menyerahkan Laporan ini ke Ketua Asosiasi Papua Merdeka di Negara Vanuatu, Pastor Allan Nafuki."

Pastor Nafuki meluncurkan Laporan ini dengan doa sambil diiringi bendera Bintang Kejora berkibar di halaman Gereja.
 
The Executive Officer Peter Guci juga memimpin tim koordinasi gerakan solidaritas Papua Australia dengan Gerakan Serikat Pembebasan Papua.





Copyright ©Dailypost.vu


Tanggapan anda, silahkan beri KOMENTAR
Silahkan beri KOMENTAR anda di bawa postingan ini...!!!

Post a Comment

  1. Bagaimana cara untuk mendapatkan bukunya pak?
    thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jika anda sangat berminat untuk memiliki Buku tersebut, alangka baiknya melakukan pendekatan kepada mereka yang mempunyai pendekatan baik dengan pihak terkait !!!

      Terima kasih atas kunjungan anda,..

      Delete
  2. Bagaimana cara pemesanan buku nya pak?
    Makasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buku ini kemungkinan Bisa didapatkan melalui pihakyang yang berwenang !!!

      Delete

Silahkan beri KOMENTAR anda...!!! dibawa sini... :p

 
Top