Soal Papua Barat, PM Solomon Serukan Diplomatnya Satu Suara

Share Story

Soal Papua Barat, PM Solomon Serukan Diplomatnya Satu Suara
Perdana Menteri Kepulauan Solomon Manasseh Sogavare

Honiara, WANI/Tempo – Perdana Menteri Kepulauan Solomon Manasseh Sogavare mendesak kepala perwakilannya di luar negeri untuk lebih berperan aktif dalam menjaga kepentingan nasional.

Hal tersebut disampaikan Sogavare saat membuka kegiatan Misi dan Konsultasi Nasional Stakeholder Kepulauan Solomon yang berlangsung selama tiga hari pada 31 Maret 2016 di Mendana Hotel, Honiara.

Sogavare dalam pertemuan yang bertajuk ‘Penguatan keterlibatan Kepulauan Solomon dengan Komunitas Internasional’ berharap para duta besar dapat mewakili kepentingan rakyat dan negaranya di luar negeri dengan baik.

“Anda menempati posisi yang sangat strategis dalam sistem pemerintahan kita dan mewakili kepentingan rakyat Kepulauan Solomon. Sebagai wakil pemerintah, saya berharap semua misi sejalan dengan kebijakan pemerintah,” kata Sogavare.



Menurut Sogavare, kebijakan luar negeri Solomon dibentuk oleh imperatif domestik. “Saya tidak akan ragu-ragu untuk setuju dengan apa yang dikatakan mantan Presiden Amerika Serikat Jimmy Carter bertahun-tahun yang lalu bahwa kak asasi manusia adalah jiwa dari kebijakan luar negeri,” tegasnya.

Seperti dilansir Solomon Times pada 31 Maret 2016, pernyataan Perdana Menteri tersebut mengacu pada isu Papua Barat yang dianggap sebagai bukti adanya ketidaksesuaian antara kebijakan pemerintah yang relevan dengan misi yang dijalankan oleh diplomatnya di luar negeri.

Sebelum Forum Kepulauan Pacific ke-46 di Port Moresby tahun lalu, para pejabat Solomon mengatakan bahwa Papua Barat bukanlah isu yang populer. Namun kenyataannya masalah ini menjadi isu yang paling populer di jalan-jalan di Port Vila, Port Moresby dan Honiara.

Perdana Menteri Sogavare juga mengatakan pentingnya memahami penanganan masalah Papua Barat dengan lebih hati-hati. Seni diplomasi yang strategis perlu diterapkan untuk memajukan kepentingan Pemerintah dan rakyat Kepulauan Solomon.

“Benar-benar tidak ada jalan pintas untuk kemenangan apapun. Anda harus berkomitmen pada diri Anda untuk melakukan pekerjaan dengan lebih telaten,” kata Sogavare.

Perdana Menteri mengatakan, ada juga perbedaan pandangan dalam pemerintahannya mengenai isu Israel. Namun, pemerintahannya akan berpegang teguh pada kebijakan luar negeri yang berpatokan pada isu-isu pelanggaran hak asasi manusia, perubahan iklim, perdamaian dan stabilitas dunia, terorisme, melawan kejahatan transnasional, perdagangan senjata ilegal dan perdagangan manusia, pengungsi serta perdagangan dan investasi.



Posted by: –
Copyright ©Tempo


Tanggapan anda, silahkan beri KOMENTAR

Silahkan beri KOMENTAR anda di bawa postingan ini…!!!

Tags

Share Article

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Related Posts

This is articles having same tags as the current post.