0
PENDAKI MANCA NEGARA ANTUSIAS KUNJUNGI CARSTENSZ PYRAMID DI PAPUA
Tim Pendaki

  

Papua, WANI/Rmol - Musim pendakian gunung Aconcagua (6.962 Mdpl), Argentina segera ditutup pada 15 Maret 2016.

Dalam musim pendakian yang berlangsung September 2015-Februari 2016 di gunung kedua tertinggi di dunia setelah Mount Everest ini, tercatat ribuan pendaki dari berbagai pencinta alam di dunia yang datang mendaki.

Tim Ekspedisi Indonesia Raya yang diperkuat pendaki tunda daksa kaki satu Sabar Gorky, pendaki TNI yang diwakili korps marinir, dan Kantor Berita Politik RMOL menjadi tim terakhir turun dari gunung. Yang menarik, banyak pendaki mancanegara menyatakan antusias datang ke Indonesia dan mendaki Gunung Carstensz Pyramid, Papua.

"Banyak pendaki mancanegara yang kita temui menanyakan tentang Indonesia sekaligus keinginan mendaki gunung Carstensz Pyramid, Papua," kata Manajer Ekspedisi Indonesia Raya Dar Edi Yoga di kota Mendoza, Argentina, Rabu (9/3).

Menurut Yoga, pengelolaan Gunung Aconcagua yang dilakukan oleh Pemerintah Argentina melalui otoritas tersendiri sangat baik diterapkan dalam merespons keinginan para pendaki atau turis yang datang untuk wisata alam.

Pengelolaannya dikemas dalam paket-paket wisata yang menarik, sehingga menjadi promosi yang efektif bagi para pendaki yang datang dari mancanegara ketika kembali ke negara mereka masing-masing," terangnya.

Sebagai misal, disebutkan, pembayaran tiket masuk Aqoncagua Park, tidak dilakukan di tempat, tapi prosedurnya melalui bank pemerintah. "Pembayaran setiap pendaki bervariasi tergantung waktunya dengan kisaran 400-600 dolar AS setiap pendaki. Di luar itu, ada juga yang hanya melihat keindahan alamnya di taman-taman di bawah," terangnya.

Dia berharap, sistem ini bisa diterapkan untuk salah satu gunung yang termasuk seven summit atau tujuh puncak tertinggi di dunia, Carstensz Pyramid yang memiliki tinggi 4.884 mdpl. Saat ini, banyak pendaki mengeluhkan untuk masuk dan mencapai puncak Carstensz Papua prosedurnya sangat sulit. Karena, pintu masuk yang efektif dan aman hanya melalui PT Freeport dengan ijin yang berbelit. Sementara itu, untuk mendaki melalui jalur Ilaga atau Supaga belum dikelola secara baik dan profesional, apalagi memiliki jalur yang panjang dan kurang aman sehingga mengurangi antusias pendaki untuk datang.

"Belum lagi bicara prosedur keamanan bagi para pendaki. Di Aconcagua itu, sangat teroganisir termasuk persiapan tenaga medis serta helikopter untuk evakuasi," kata aktivis pencinta alam itu.

Yoga berharap, gunung-gunung yang ada di Indonesia seperti Gunung Semeru dengan keunikan letusan vulkaniknya, Gunung Rinjani dengan danau vulkaniknya, Gunung Tambora dan sejumlah gunung lainnya bisa dikelola secara baik untuk menjadi potensi wisata alam. Apalagi, penggemar pendakian gunung sangat banyak di dunia. Kementrian Pariwisata, sudah berbuat banyak, terbukti banyak dari para pendaki mengetahui dengan baik tentang pariwisata di Indonesia.

"Tapi, khusus untuk pengelolaan gunung, mestinya Kementrian Pariwisata pun dilibatkan secara aktif sehingga dapat mengemasnya menjadi paket wisata yang menarik bagi turis mancanegara," pungkasnya. [ysa]



Posted by: FERIOLUS NAWALI
Copyright ©Rmol



Tanggapan anda, silahkan beri KOMENTAR
Silahkan beri KOMENTAR anda di bawa postingan ini...!!!

Post a Comment

 
Top