0
Kegagalan Gereja di Tanah Papua
Salah Satu Gereja di Wamena, Papua (Ilput Share)
GooglePapua, Papua - Gereja-Gereja di Tanah Papua, terutama Gereja-Gereja Injili, mengajarkan anggota atau warga Gereja hanya tentang masa depan, damai sejahterah, masalah-masalah surga, sukacita, kebahagiaan, dan kemenangan setelah kematian. Masalah kebuTuhan mendesak masa kini sangat diabaikan.

Contoh nyata: di setiap mimbar-mimbar Kristen, warga Gereja dibuat miskin, terpenjarah, dan terpuruk dalam kehidupan jasmani. Gereja tidak pernah mengajarkan bahwa warga Gereja mempunyai kemampuan, kesanggupan, kepandaian, potensi, dan talenta untuk dijadikan sebagai “tongkat” Musa, dan sebagai “lima roti dan dua ikan” dan sebagai “jala-jala ikan” yang perlu dioptimalkan, diasah, diasuh dan dikembangkan untuk menjadi pilar-pilar penting Gereja sebagai ekonom, politisi, akademisi, ilmuwan, antropolog, sosiolog, teknokrat, birokrat, tenaga-tenaga medis yang handal, seniman, nelayan, petani, pengusaha, penerbang, arkeolog, geolog, dan teolog yang membebaskan warga Gereja dari proses kemiskinan permanen.
Gereja harus tampil sebagai agen pembaharu dalam segala aspek hidup manusia. Gereja memiliki kekukatan Injil dan Gereja memiliki kebenaran injil yang mampu membawa perubahan, pencerahan dan pembebasan dalam segalah aspek dan dimensi hidup warga Gereja. Karena Injil adalah kekuatan Allah yang membebaskan, mendamaikan, dan menyatakan kebenaran Allah (Roma, 1:16-17). Seperti Rasul Paulus berkata:
“Segalah perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” Filipi, 4:13.


“Kami Meminum Air Dari Sumur Kita Sendiri”
Oleh. Dumma Socratez Sofyan Yoman.




Posted by: -
Copyright ©GooglePapua


Tanggapan anda, silahkan beri KOMENTAR
Silahkan beri KOMENTAR anda di bawa postingan ini...!!!

Post a Comment

 
Top