0
Kampung Mimi Baru Distrik Jagebob Jadi Kampung KB di Papua
Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty saat mencanangkan kampung KB di kampung Mimi Baru, Distrik Jagebob Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Jumat (4/3) lalu, Jumat (4/3/2016)
WANI/TribunNews, Merauke - Usai Kampung KB Kota Sabang, kini Kampung KB Kabupaten Merauke dicanangkan Kepala BKKBN, Surya Chandra Surapaty.

Pencanangan Kampung KB dilakukan Kampung Mimi Baru, Distrik Jagebob Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Jumat (4/3/2016) lalu.

“Deklarasi atau komitmen menjadi kekuatan dalam mendukung pelaksanaan program dari berbagai sektor di Kampung Mimi Baru Distrik Jagebob,“ kata Surya, Jumat kemarin.

Sejak dicanangkan Presiden Jokowi, 14 Januari 2016 lalu, Kampung KB menjadi salah satu inovasi strategis dalam upaya pelaksanaan kegiatan-kegiatan Program Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) secara utuh dan terintegrasi.

"BKKBN hanya memprakarsai terbentuknya kampung KB, selanjutnya untuk perencanaan pembangunan, kita sangat mengharapkan dukungan dari semua stakeholder di Papua," katanya.

Ia berharap keberadaan Kampung KB pun akan memberikan manfaat bagi masyarakat di mana pun Kampung KB tersebut berada.

Selain memprakarsai pembentukan Kampung KB, kontribusi BKKBN meliputi pemberian Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dan Bantuan Operasional KB (BOKB) Subbidang KB; pelaksanaan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) KKBPK kepada masyarakat.

Kemudian pelayanan KB bagi keluarga kurang mampu, pemberian fasilitasi keluarga yang memiliki balita, remaja, atau lansia serta pemberian edukasi kesehatan reproduksi remaja (katakan tidak pada seks Pra nikah, tidak pada Pernikahan Usia Dini, dan tidak gunakan napza).

"Juga perencanaan pendidikan, pekerjaan, pernikahan, keluarga, hidup sehat, partisipasi dalam masyarakat bagi remaja melalui Program Generasi Berencana (GenRe)," katanya.

Sementara itu, dalam rangka pelaksanaan Revolusi Mental, BKKBN berupaya melaksanakan penanaman nilai-nilai Revolusi Mental berbasis keluarga.

Pendekatan keluarga, sebagai unit terkecil dalam masyarakat, sekaligus wahana pertama dan utama untuk pendidikan anak, maka diharapkan nilai-nilai etos kerja, integritas, dan gotong royong akan dapat lebih terinternalisasi bagi anggota keluarga maupun masyarakat sekitarnya.

Surya berharap, partisipasi seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat agar Kampung Keluarga Berencana dapat berjalan dengan baik.

“Jangan sampai Kampung Keluarga Berencana berhenti setelah pencanangannya, agar bergerak cepat dan sigap melaksanakan berbagai program dan kegiatan KKBPK maupu n kegiatan-kegiatan lainnya segera setelah pencanangan dilaksanakan,' katanya.




Posted by: Tribun News
Copyright ©Eko Sutriyanto 



Tanggapan anda, silahkan beri KOMENTAR
Silahkan beri KOMENTAR anda di bawa postingan ini...!!!

Post a Comment

 
Top